Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 24 Agustus 2026
Trending
  • MotoGP 2027: Pirelli Minta Pembalap Ubah Gaya Balap Setelah 11 Tahun Pakai Michelin
  • Ramalan Shio Hari Ini: Monyet, Ayam, Anjing, Babi 19 Agustus 2026
  • Kronologi Seniman Ketoprak Tiba-Tiba Ambruk Saat Pentas di Bantul, Diduga Alami Henti Jantung
  • Status desil tidak sesuai kondisi ekonomi? Ini cara perbaiki data bansos
  • Aktivis AMPB Pati Menghadapi Ancaman Jelang Aksi di DPR, Tetap Berangkat ke Jakarta
  • Pemerintah Indonesia Tolak Bantuan Asing Meski Banyak Korban Gempa NTT Belum Dapat Bantuan
  • Ronaldinho Kembali Bermain, Bergabung dengan Ravenna FC di Italia
  • 15 Contoh Laporan Wisata Jawa Tengah, Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Usaha Kambing Bangkrut, Pemilik Koper Akui Bawa Sabu 785,71 Gram
Hukum

Usaha Kambing Bangkrut, Pemilik Koper Akui Bawa Sabu 785,71 Gram

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tersangka AG Jadi Kurir Sabu Karena Terlilit Utang

AG (56), seorang pria asal Banjarmasin, nekat menjadi kurir narkoba karena terlilit utang hingga Rp300 juta. Hal ini terjadi setelah usaha ternak kambingnya yang berjumlah 1.200 ekor mengalami kegagalan total. Dari pengakuannya, AG mengatakan bahwa ia hanya bekerja sebagai pegawai swasta dan juga memiliki usaha sendiri. Namun, kegagalan dalam bisnis ternak kambing membuatnya mengalami kerugian besar.

Kerugian Besar Akibat Kegagalan Usaha

Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, AKP Tegar Wida Saputra, menjelaskan bahwa jumlah kambing yang mati mencapai sekitar 1.200 ekor. Bahkan, hampir setiap hari ada saja kambing yang mati. Hal ini menyebabkan utang AG menumpuk hingga mencapai angka Rp300 juta. Tekanan ekonomi itulah yang membuat AG nekat menerima tawaran pekerjaan sebagai kurir sabu, meski ia tidak mengenal jaringan narkoba yang merekrutnya.

Penyembunyian Narkoba di Dalam Koper

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa sabu seberat 785,71 gram disembunyikan secara rapi di dalam sela karet polkanisir koper dan disamarkan dalam bungkus snack ungu di antara pakaian kotor. Tiga paket sabu tersebut dikemas dengan berat masing-masing 172,75 gram, 308,61 gram, dan 304,35 gram.

Modus penyaluran narkoba ini cukup canggih. Koper diisi lapisan bernama karet polkanisir yang digunakan sebagai alas untuk pakaian. Di dalamnya ada sela yang digunakan untuk menyimpan barang bukti sabu. Dua paket lainnya dikemas di dalam snack. Snack berwarna ungu dan di dalamnya terdapat dua paket sabu.

Pengakuan Pelaku Mengenai Isi Koper

AG mengaku sama sekali tidak mengetahui isi koper tersebut. Ia hanya diminta mengambil koper di wilayah Tawau dan memasukkan pakaian kotor ke dalam koper tersebut. Menurut pengakuannya, ia hanya disuruh ambil koper di dekat hotel tempat dia menginap, lalu diminta memasukkan baju kotor saja ke dalam koper.

Perjalanan AG cukup panjang. Ia berangkat dari Banjarmasin menuju Kuala Lumpur, lalu ke Kota Kinabalu, dan akhirnya ke Tawau sebelum menuju Tarakan. AG standby di Tawau sejak 11 Maret dan baru berangkat ke Tarakan pada 13 Maret.

Perilaku Curiga dan Pembiayaan Sendiri

Namun, saat tiba di Tarakan, AG justru meninggalkan koper tersebut karena merasa curiga. Pengakuannya, karena perasaannya tidak enak, jadi koper itu sengaja ditinggalkan saat masuk pemeriksaan X-ray. Padahal, sebelumnya pelaku sudah dibelikan tiket tujuan Jakarta oleh jaringan. Namun karena merasa tidak nyaman, ia justru membeli tiket sendiri untuk melanjutkan perjalanan.

Bahkan, dari Tarakan pelaku diketahui telah membeli tiket lanjutan ke Balikpapan. AG rencananya akan melanjutkan perjalanan ke Balikpapan sambil menunggu instruksi berikutnya.

Aksi yang Diduga Bukan yang Pertama

Kasus ini juga mengungkap bahwa aksi tersebut diduga bukan yang pertama kali dilakukan pelaku. Menurut pengakuannya, ini sudah yang ketiga kali. Sebelumnya, AG selalu bersama temannya, namun kali ini berangkat sendiri.

Hingga kini, polisi masih mendalami jaringan yang terlibat, termasuk asal barang dari Tawau serta tujuan akhir peredaran narkotika tersebut. Sementara untuk memastikan kandungan barang bukti, sabu tersebut akan kembali diuji di laboratorium forensik.

“Kami akan bawa ke lab untuk memastikan kandungannya, meskipun sebelumnya sudah diuji dan positif mengandung metamfetamin,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Aktivis AMPB Pati Menghadapi Ancaman Jelang Aksi di DPR, Tetap Berangkat ke Jakarta

23 Agustus 2026

Praperadilan Dokter Tifa Terhambat oleh SEMA 3/2026, Praktisi Minta Persidangan Segera Dimulai

23 Agustus 2026

Fakta KRL Gangguan Akibat Tertemper

23 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

MotoGP 2027: Pirelli Minta Pembalap Ubah Gaya Balap Setelah 11 Tahun Pakai Michelin

23 Agustus 2026

Ramalan Shio Hari Ini: Monyet, Ayam, Anjing, Babi 19 Agustus 2026

23 Agustus 2026

Kronologi Seniman Ketoprak Tiba-Tiba Ambruk Saat Pentas di Bantul, Diduga Alami Henti Jantung

23 Agustus 2026

Status desil tidak sesuai kondisi ekonomi? Ini cara perbaiki data bansos

23 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?