Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Maret 2026
Trending
  • Tidak akan menyesal membeli Xiaomi Pad 8 di Blibli dengan harga promo karena 4 fitur produktivitas hebat
  • Geely Siap Tekan Dominasi BYD di Pasar Mobil Tiongkok
  • 7 Inspirasi Lampu Gantung 3D Modern yang Menarik
  • Alasan Aurelie Moeremans Angkat “Broken Strings” Jadi Film: Edukasi Bahaya Child Grooming
  • Emas melonjak, batu permata jadi pilihan investasi 2026
  • Usaha Kambing Bangkrut, Pemilik Koper Akui Bawa Sabu 785,71 Gram
  • Profil Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi Dihujat Pembohong Gara-Gara Izin Salat Ied, Hartanya Rp13 Miliar
  • Bacaan Injil Katolik 23 Maret 2026: Renungan Harian yang Lengkap
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Profil Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi Dihujat Pembohong Gara-Gara Izin Salat Ied, Hartanya Rp13 Miliar
Politik

Profil Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi Dihujat Pembohong Gara-Gara Izin Salat Ied, Hartanya Rp13 Miliar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Momen Unik Saat Salat Ied di Kampus UMMI

Momen tak biasa terjadi saat pelaksanaan salat Ied dalam rangka perayaan Idul Fitri 2026 di Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Jumat (20/3/2026) kemarin. Para jemaah beramai-ramai menyoraki Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dengan sebutan “pembohong” saat memberikan sambutan.

Kekesalan jemaah dilatarbelakangi karena Ayep Zaki tidak memberikan izin pelaksanaan salat Ied yang seharusnya digelar di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi oleh Pemerintah Kota Sukabumi. Adapun alasannya lantaran pelaksanaan salat Ied Muhammadiyah dan pemerintah berbeda.

Ayep Zaki berdalih hanya mengikuti penetapan pemerintah melalui Kementerian Agama tentang 1 Syawal 1447 hijriah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026). Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi sesuai dengan pengumuman resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menyelenggarakan salat Idul Fitri pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

Permintaan Maaf dan Janji Tidak Terulang

Ayep Zaki mengakui kesalahannya dan dalam kesempatannya menyampaikan permohonan maaf. Ia berjanji kejadian serupa tidak akan terulang lagi di kemudian hari. “Mohon maaf apabila kebijakan Wali Kota, saya, Ayep Zaki, kurang berkenan. Sekali lagi mohon maaf dan saya selaku Wali Kota senantiasa akan merangkul seluruh komponen warga Kota Sukabumi.”

Ia juga menegaskan bahwa insyaallah ke depannya akan berdialog bersama-sama mencari solusi yang terbaik.

Janji Kampanye yang Tidak Ditepati

Di sisi lain, Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sukabumi, Rozak Daud, mengungkit janji Ayep Zaki saat kampanye. Kala itu, di hadapan warga Muhammadiyah, Ayep Zaki berjanji akan mendukung kegiatan keagamaan. Namun nyatanya, janji tersebut tidak ditepati sehingga disoraki sebagai pembohong.

“Bahwa ucapan dalam pidato di hadapan warga Muhammadiyah sama dengan ucapannya di debat Pilkada saat mencalonkan, bahwa akan mendukung semua kegiatan keagamaan karena perbedaan,” ujar Rozak Daud. “Faktanya didepan mata tidak mendukung kegiatan sholat Ied warga muhammadiyah di lapang merdeka. Dalam praktek kekuasaannya tidak sama dengan ucapan dan janji seorang pemimpin,” tutup Rozak.

Profil Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki

Ayep Zaki lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 10 Desember 1965 silam. Ia kini telah berusia 60 tahun. Ayep Zaki anak pasangan Hulaimi Khamami dan Ii Sholihat berasal dari keluarga sederhana. Kehidupan yang keras menempa mentalnya.

Ia mengawali usaha di bidang pembuatan tempe tradisional. Perjuangan kerasnya membuahkan hasil dengan memiliki 77 cabang tempat pengolahan tempe. Tidak berhenti di situ, Ayep Zaki juga serius dalam menempuh pendidikan. Ia merupakan lulusan Politeknik Institut Teknologi Bandung (ITB).

Setelah sukses dengan tempe, dirinya lalu mendirikan PT Alpindo, sebuah pabrik baja di Sukabumi. Selain itu, ia aktif mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendirikan koperasi dan yayasan untuk pemberdayaan masyarakat.

Dari Caleg Gagal, Jadi Pemimpin Daerah

Ayep Zaki mulai tampil di panggung politik dengan bergabung Partai NasDem. Ia memantapkan diri maju ke Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI pada 2024 lalu. Namun, usahanya harus menemui jalan buntu gagal menjadi caleg karena kurang suara.

Tidak menyerah, Ayep Zaki lalu melanjutkan perjuangan politiknya dengan maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Sukabumi di tahun yang sama. Dia menggandeng Bobby Maulana untuk membentuk Koalisi Sukabumi Maju (KSM), yang terdiri dari Partai NasDem, PDIP, PPP, PAN, dan Hanura.

Keduanya bersaing dengan pasangan Achmad Fahmi-Dida Sembada dan Mohamad Muraz-Andri Hamami. Pada akhirnya, Ayep Zaki-Bobby Maulana menang.

Harta Kekayaan

Ayep Zaki memiliki harta kekayaan mencapai Rp.13.008.284.202. Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 19 Maret 2025.

Berikut rincian lengkapnya:

  • Tanah dan Bangunan: Rp. 13.436.350.000
  • Alat Transportasi dan Mesin: Rp. 1.091.844.752
  • Harta Bergerak Lainnya: Rp. 750.790.000
  • Surat Berharga: Rp. 100.000.000
  • Kas dan Setara Kas: Rp. 1.577.810.415
  • Harta Lainnya: Rp. —-
  • Sub Total: Rp. 16.956.795.167
  • Utang: Rp. 3.948.510.965
  • Total Harta Kekayaan (Ii-Iii): Rp. 13.008.284.202

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Harga minyak naik, B50 harus dipercepat implementasinya

24 Maret 2026

Melawan Formalisme Digital: Meritokrasi vs. Arisan Jabatan

23 Maret 2026

Quraish Shihab di Makam Kakaknya: Tunggu Giliran Kita

23 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Tidak akan menyesal membeli Xiaomi Pad 8 di Blibli dengan harga promo karena 4 fitur produktivitas hebat

24 Maret 2026

Geely Siap Tekan Dominasi BYD di Pasar Mobil Tiongkok

24 Maret 2026

7 Inspirasi Lampu Gantung 3D Modern yang Menarik

24 Maret 2026

Alasan Aurelie Moeremans Angkat “Broken Strings” Jadi Film: Edukasi Bahaya Child Grooming

24 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?