Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, 5 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Tingkatkan Kompetitif IKM di Pasar Ritel, Disperindag DIY Gelar Pameran Kerajinan Jogja 2026
    Politik

    Tingkatkan Kompetitif IKM di Pasar Ritel, Disperindag DIY Gelar Pameran Kerajinan Jogja 2026

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pameran Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja 2026

    Pameran Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja 2026 menjadi momen penting dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara ini diselenggarakan di Alun-Alun Royal Ambarrukmo Hotel selama tiga hari dan bertujuan untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri serta memperluas akses pasar bagi pelaku industri kecil menengah (IKM).

    Acara yang dibuka secara resmi pada Sabtu (7/3/2026) ini dihadiri oleh berbagai pejabat lintas instansi, termasuk perwakilan Kementerian Perindustrian, DPRD DIY, Bank BPD DIY, hingga Dekranasda DIY. Penyelenggaraan pameran ini juga bertepatan dengan momentum refleksi Hari Jadi ke-271 DIY serta persiapan menghadapi lonjakan konsumsi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, menyampaikan bahwa pameran ini mengedepankan kualitas dan keaslian produk. Sebanyak 50 peserta yang berpartisipasi telah melalui proses kurasi yang ketat dan dipastikan memiliki legalitas usaha yang lengkap. “Kegiatan ini sebenarnya sudah dimulai sejak kemarin tanggal 6 Maret 2026, namun memang pembukaannya baru hari ini di tanggal 7 Maret 2026 dan akan berlangsung sampai dengan esok hari tanggal 8 Maret 2026,” ujarnya.

    Subsektor Unggulan Yogyakarta

    Para peserta pameran mencakup berbagai subsektor unggulan Yogyakarta, mulai dari kerajinan tangan, tekstil atau batik, hingga produk makanan dan minuman. Yuna menegaskan pentingnya mata rantai produksi yang mandiri di tingkat perajin. “Peserta berasal dari subsektor kerajinan, tekstil atau batik, serta makanan dan minuman, dan seluruhnya merupakan IKM yang memproduksi sendiri produknya serta telah memenuhi persyaratan legalitas usahanya.”

    Pameran ini tidak hanya dirancang sebagai pasar sesaat, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pengembangan bisnis. Selama penyelenggaraan, panitia menghadirkan rangkaian talk show yang mempertemukan IKM dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). “Harapannya adalah para peserta ini juga bisa bergabung pada toko retail yang ada di Asosiasi Retail Indonesia. Jadi teman-teman untuk pelaku usaha, untuk para tenan ini berusaha untuk bisa masuk di toko retail yang kemarin sudah kita adakan talk show,” tambah Yuna.

    Selain akses ritel, kegiatan ini juga membedah potensi ekonomi syariah dan pemasaran digital. “Ada kegiatan talkshow terkait dengan pemberdayaan IKM, kemudian pemasaran dan juga maupun perkembangan ekonomi syariah di tiga hari ini. Kemarin sudah dilaksanakan satu kali talkshow di siang hari dan nanti pun juga akan dilaksanakan talkshow,” lanjutnya.

    Sektor IKM sebagai Tulang Punggung Ekonomi

    Mewakili Sekretaris Daerah DIY, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Noviar Rahmad, menyampaikan bahwa sektor IKM adalah tulang punggung yang menjaga resiliensi ekonomi Yogyakarta. Menurutnya, kerajinan bukan sekadar komoditas dagang, melainkan representasi identitas budaya. “Sektor industri kecil dan menengah serta kerajinan merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian daerah, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain berperan dalam membuka lapangan kerja, sektor ini juga menjadi bagian dari identitas budaya serta kekuatan ekonomi kreatif yang dimiliki oleh Yogyakarta.”

    Noviar juga menekankan bahwa Pemerintah Daerah terus berkomitmen menciptakan ekosistem industri yang inovatif agar produk lokal mampu berbicara di level yang lebih tinggi. “Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendorong pengembangan sektor industri dan kerajinan agar semakin maju, inovatif, dan memiliki daya saing yang tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui kegiatan hari ini, diharapkan dapat tercipta ruang promosi, pertukaran informasi, serta peluang kerjasama yang lebih luas bagi pelaku usaha,” tegasnya.

    Noviar berharap pameran ini menghasilkan dampak jangka panjang bagi para pelaku usaha. “Saya berharap para pelaku industri kecil dan menengah dapat memanfaatkan kegiatan ini secara optimal, tidak hanya sebagai ajang pameran produk, tetapi juga sebagai sarana promosi, fasilitasi, dan pemberdayaan usaha. Dengan demikian, produk-produk lokal Yogyakarta dapat semakin dikenal luas, memiliki nilai tambah yang tinggi, serta mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” ujarnya.

    Hiburan dan Tradisi Budaya

    Acara Gelar Potensi Industri Kerajinan Jogja 2026 ini dibiayai sepenuhnya melalui APBD DIY. Selain pameran dan diskusi bisnis, masyarakat juga disuguhi hiburan rakyat seperti pertunjukan wayang kulit sebagai bagian dari rangkaian ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di tengah suasana bulan Ramadan.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?