Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 28 Agustus 2026
Trending
  • Daftar 10 Acara di Bandung 29-30 Agustus 2026, Termasuk Festival Kuliner Bandung 2026
  • Baju Hijau Sage Pas dengan Jilbab Warna Apa? 12 Inspirasi Ini!
  • Lirik dan makna lagu “FALLEN ANGEL” Jennie tentang cinta yang menjadi rumah
  • DFSK E5 Plus Hadir di Medan, Teknologi PHEV Terkini
  • Soundrenaline “Sana Sini di Makassar”: Merayakan Musik, Seni, dan Komunitas
  • Purana Rayakan 17 Tahun dengan Renjana Perca, Bangkitkan Semangat Mode Sirkular
  • Hongqi memulai perjalanan di Indonesia, menghadirkan nama yang terbentuk dari sejarah
  • Dokter Hewan: Merawat Kucing untuk Kesehatan Keluarga
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Amerika Kehilangan Kontrol, Iran Nyaris Miliki 11 Bom Nuklir, Teheran Klaim untuk Perdamaian
Nasional

Amerika Kehilangan Kontrol, Iran Nyaris Miliki 11 Bom Nuklir, Teheran Klaim untuk Perdamaian

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Iran Menjadi Kekuatan Militer Berbasis Nuklir

Laporan terbaru menunjukkan bahwa Iran kini telah menjadi kekuatan militer berbasis nuklir yang signifikan. Dengan stok uranium sebanyak 10 ton, Teheran memiliki bahan baku yang cukup untuk memproduksi hampir 11 bom nuklir. Kondisi ini muncul di tengah berbagai tekanan dari Amerika Serikat (AS), termasuk sanksi ekonomi, serangan militer, dan propaganda.

Perkembangan Iran dalam pengayaan uranium terjadi selama tiga era Presiden AS, yaitu Barack Obama, Donald Trump, dan Joe Biden. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Iran berhasil mempertahankan dan mengembangkan program nuklirnya. Laporan investigasi Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan bahwa Iran saat ini diperkirakan memiliki sekitar 10 ton uranium yang diperkaya. Dari jumlah tersebut, sebagian besar sudah mencapai tingkat senjata (weapons-grade) dan cukup untuk membuat 11 bom nuklir.

Meskipun pemerintah Iran terus menegaskan bahwa program nuklir mereka murni untuk tujuan damai, para ahli internasional dan badan atom PBB (IAEA) menyimpulkan bahwa teknologi dan kapabilitas arsenal nuklir Iran sudah matang.

Era Barack Obama: Perjanjian JCPOA yang Hanya Menunda

Awal diplomasi modern dimulai pada 2015 ketika Obama menyepakati Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Perjanjian ini membatasi stok uranium Iran maksimal 660 pon dengan tingkat pengayaan rendah di angka 3,67 persen selama 15 tahun. Namun, kritikus menilai JCPOA hanya menunda ancaman. Perjanjian ini juga memungkinkan Iran melakukan riset sentrifugal canggih setelah 8,5 tahun dan sebagian besar klausul pembatasan akan kedaluwarsa otomatis pada tahun 2030.

Era Donald Trump: Kebijakan “Tekanan Maksimal”

Pada 2018, Presiden Donald Trump menarik AS keluar secara sepihak dari JCPOA dan menjatuhkan sanksi ekonomi berskala masif demi memaksa Iran menegosiasikan ulang program rudal balistiknya. Namun, strategi ini justru menjadi bumerang. Teheran membalas dengan melanggar semua batasan JCPOA. Pada 2019, mereka menaikkan pengayaan ke level 4,5 persen, mengaktifkan kembali fasilitas bawah tanah Fordo, dan mulai mengoperasikan mesin sentrifugal mutakhir di Natanz.

Richard Nephew, mantan negosiator JCPOA, menyatakan bahwa Iran tidak akan mengalami perkembangan program nuklir sebesar ini jika Trump tidak menarik diri. Saat Trump lengser pada 2021, timbunan material fisil Iran sudah melompat menjadi hampir 3 ton.

Era Joe Biden: Negosiasi Alot dan Kebuntuan Total

Joe Biden berjanji menghidupkan kembali JCPOA, namun perundingan resmi kolaps pada September 2022. Iran menuntut jaminan hukum bahwa presiden AS berikutnya tidak akan merobek perjanjian itu lagi, sebuah komitmen yang mustahil diberikan Biden tanpa ratifikasi Senat AS. Di tengah kebuntuan tersebut, Iran justru memacu pengayaan uraniumnya langsung melesat ke level 60 persen untuk pertama kalinya pada April 2021.

Gary Samore, mantan pakar senjata pemusnah massal Dewan Keamanan Nasional AS, menyebutkan bahwa kesalahan pertama adalah Trump keluar dari JCPOA ketika perjanjian itu sedang bekerja. Kesalahan besar kedua adalah Iran menolak tawaran pemerintahan Biden untuk memulihkan JCPOA.

Pengayaan Uranium dan Ancaman Nuklir

Sebelum fasilitas nuklirnya dihantam oleh serangan udara gabungan AS dan Israel pada Juni 2025 lalu, Iran memegang status sebagai satu-satunya negara non-pemilik senjata nuklir yang mampu memproduksi uranium sekaya 60 persen. Meskipun infrastruktur fisik di permukaan tanah hancur parah akibat rentetan pengeboman setahun lalu, para pengamat memperingatkan bahwa hal tersebut tidak menghapus isi kepala para ilmuwan Teheran.

Iran dinilai masih mempertahankan cetak biru, pengetahuan taktis, dan kapabilitas teknologi untuk membangun kembali mesin pengayaannya dalam waktu relatif singkat. Saat ini, Iran dilaporkan masih memiliki hampir 1.000 pon uranium dengan tingkat pengayaan 60 persen. Selain itu, Iran juga memiliki sekitar 440 pon uranium dengan pengayaan 20 persen. Material tersebut dinilai dapat diperkaya lagi menjadi uranium tingkat senjata 90 persen hanya dalam hitungan minggu.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Bukan ODGJ, Mahasiswa Ini Pukuli Pengendara di Lenteng Agung

25 Agustus 2026

Jangan terkena panas, kunjungi 10 destinasi dingin di Indonesia ini

25 Agustus 2026

7 fakta misteri rumah kosong di Flex X Cop 2, temukan 5 mayat!

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Daftar 10 Acara di Bandung 29-30 Agustus 2026, Termasuk Festival Kuliner Bandung 2026

28 Agustus 2026

Baju Hijau Sage Pas dengan Jilbab Warna Apa? 12 Inspirasi Ini!

28 Agustus 2026

Lirik dan makna lagu “FALLEN ANGEL” Jennie tentang cinta yang menjadi rumah

28 Agustus 2026

DFSK E5 Plus Hadir di Medan, Teknologi PHEV Terkini

28 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?