Perubahan Budaya Pembayaran di Kopi Roemah Kesambi
Di tengah nuansa kafe yang penuh dengan suasana klasik dan aroma kopi yang hangat, bunyi notifikasi pembayaran digital kini menjadi suara yang paling sering terdengar di sudut kasir Kopi Roemah Kesambi (KRK), Kota Cirebon. Di balik dekorasi vintage dan furniture kayu antik, sistem transaksi di tempat ini justru bergerak sangat modern. QRIS kini menjadi salah satu metode pembayaran favorit pelanggan, terutama kalangan milenial dan Gen Z yang mendominasi pengunjung setiap harinya.
Mulai Bertransaksi Digital Sejak 2018
Manager Operasional Kopi Roemah Kesambi, Robby Sumantri, mengatakan bahwa penggunaan transaksi digital di kafe tersebut berkembang pesat sejak pertama kali bergabung menjadi merchant BRI pada 2018. Awalnya, kafe ini membuka rekening dari teman BRI, lalu ditawarkan untuk menjadi merchant. Perkembangannya cepat sekali, apalagi setelah pandemi. Saat itu orang mulai takut uang tunai karena isu kuman dan bakteri, akhirnya cashless makin terbiasa sampai sekarang.
Menurut Robby, saat ini transaksi digital melalui QRIS dan merchant mencapai sekitar 45 persen dari total transaksi harian di kafe tersebut. Angka itu terus meningkat sejak 2022 seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang mulai terbiasa melakukan pembayaran non tunai.
Terintegrasi Langsung dengan Mesin
Sekarang pelanggan datang sering kali bahkan tanpa membawa uang tunai. Semua sudah terbiasa tinggal scan, tidak perlu repot cari kembalian. Kopi Roemah Kesambi sendiri menggunakan sistem pembayaran QRIS MPM Dinamis yang terintegrasi langsung dengan mesin kasir atau POS. Sistem tersebut membuat nominal pembayaran muncul otomatis sehingga meminimalisir kesalahan input pelanggan.
Di balik kemudahan transaksi digital, sesekali masih muncul kendala teknis saat jam operasional sibuk. Namun bagi Robby, hal itu bukan masalah besar dibanding manfaat yang dirasakan kafe dan pelanggan.
Membuka Peluang Relasi Bisnis
Namun di balik kendala tersebut, ia menilai keuntungan penggunaan QRIS jauh lebih besar dibanding hambatannya. Selain mempercepat pelayanan, sistem digital juga membuka peluang relasi bisnis yang lebih luas. Dampaknya bukan cuma ke penjualan. Relasi juga bertambah karena bisa kerja sama business to business dengan BRI. Misalnya ada meeting atau program tertentu, produk kami ikut disediakan.
Kerja sama antara kafe dan pihak perbankan juga rutin menghadirkan berbagai promo transaksi digital. Tidak hanya saat Ramadan, Kopi Roemah Kesambi juga beberapa kali memberikan promo pembayaran melalui QRIS dan digital banking BRImo berupa diskon 10 hingga 15 persen. Bahkan dalam program tertentu, pelanggan bisa mendapatkan promo buy 1 get 1 dengan minimum transaksi Rp75 ribu.
Menjaga Loyalitas Pelanggan
Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat, Kopi Roemah Kesambi juga menjaga loyalitas pelanggan lewat pendekatan digital. Saat ini mereka memiliki sekitar 2.800 data pelanggan berupa nama dan nomor telepon yang dimanfaatkan untuk maintenance pelanggan hingga penyebaran informasi promo berkala.
Setiap tiga bulan biasanya ada update program, edukasi, dan informasi terbaru dari pihak BRI juga.
Pertumbuhan Merchant Digital di Cirebon
Di balik meja kayu, suasana hangat, dan aroma kopi yang memenuhi ruangan, perubahan itu berjalan perlahan di Kopi Roemah Kesambi. Dari yang dulu sibuk menghitung uang kembalian, kini pelanggan cukup membuka ponsel dan satu kali scan.
Pihak BRI melalui Relationship Manager Funding & Transaction (RMFT), Irfan (32), menjelaskan perkembangan merchant digital di wilayah Cirebon terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Digitalisasi transaksi saat ini berkembang sangat pesat. Pertumbuhan merchant pun cukup signifikan, berkisar 20 hingga 30 persen.
Proses pengajuan merchant kini juga semakin mudah dan cepat. Untuk QRIS, pengajuan bahkan bisa aktif dalam waktu sekitar dua hari setelah dokumen lengkap diterima. Kalau EDC biasanya sekitar tiga sampai tujuh hari. Persyaratannya cukup sederhana, seperti rekening BRI, NPWP, surat usaha, dan foto tempat usaha.
Kemudahan tersebut menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperluas akuisisi merchant UMKM sekaligus mendorong percepatan ekosistem transaksi digital di daerah.



