Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 4 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Syahrul Yasin Limpo: Bukan Pemimpin Jika Hanya Bilang Suku Makassar di Sini, Bugis di Sana
    Politik

    Syahrul Yasin Limpo: Bukan Pemimpin Jika Hanya Bilang Suku Makassar di Sini, Bugis di Sana

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 March 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kepemimpinan yang Harmonis dan Berintegritas

    Menjadi seorang pemimpin tidak sekadar memberi perintah, melainkan membangun harmoni antara orang-orang di bawah tanggung jawabnya. Hal ini disampaikan oleh mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam sebuah ceramah yang viral di grup percakapan WhatsApp.

    Pemimpin Harus Menyatukan

    Syahrul menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menciptakan keseimbangan dan harmoni di antara para anak buahnya. Ia menyamakan peran pemimpin dengan konduktor orkestra, yang memastikan setiap alat musik berpadu dalam satu irama. Dalam hal ini, pemimpin tidak boleh membuat perpecahan atau memperkuat sekat-sekat identitas seperti suku atau latar belakang.

    “Kita bukan pemimpin kalau mengatakan, ‘Oh kamu suku Makassar di sini, kamu suku Bugis di sana.’ Tidak boleh. Kita pemimpin, kita bapaknya. Kita harus membuat harmonisasi satu dengan yang lain,” ujarnya.

    Kesejahteraan Anak Buah Jadi Prioritas

    Selain menciptakan harmoni, Syahrul menekankan bahwa kesejahteraan orang-orang yang dipimpinnya harus menjadi prioritas utama. Ia mengibaratkan kepemimpinan yang baik sebagai tangan yang memberi, bukan tangan yang mengambil.

    “Tidak boleh kamu menyuruh orang pergi ke sana, pergi ke pasar, tetapi tidak diberi ongkos. Itu bukan pemimpin,” katanya.

    Ia juga mencontohkan nilai kepemimpinan dalam tradisi Bugis, di mana raja justru memberi uang kepada rakyatnya, bukan sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin sejati adalah yang memberi, bukan yang mengambil.

    Pengalaman Sebagai Anak Buah

    Menurut Syahrul, kemampuan menjadi pemimpin yang baik berawal dari pengalaman menjadi anak buah yang baik. Kepatuhan dan integritas ketika menjadi bawahan merupakan fondasi bagi kepemimpinan yang sehat.

    “Kalau kalian ingin menjadi pemimpin yang baik, kalian harus bisa menjadi anak buah yang baik. Kamu baru bisa menjadi pemimpin yang baik kalau ketika menjadi anak buah kamu taat kepada komandanmu,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa seorang pemimpin harus mampu membaca harapan dan kebutuhan orang lain—baik bawahan, rakyat, maupun atasan. Dalam konteks kerja, ia mencontohkan pengalamannya saat menjabat Menteri Pertanian di kabinet Presiden Joko Widodo.

    Memahami Keinginan dan Kebutuhan

    “Waktu saya menjadi menteri, salah satu yang harus saya penuhi adalah bagaimana Presiden Pak Jokowi bisa merasa puas. Bagaimana saya menemukan harapan dan kebutuhan Presiden,” ujarnya.

    Di sisi lain, ia juga berusaha memahami harapan para pejabat di kementeriannya serta kebutuhan para petani yang menjadi tulang punggung sektor pertanian.

    “Kalau kita bersama lima orang, kita harus tahu apa kebutuhan mereka dan apa harapan mereka kepada kita. Itu baru pemimpin,” kata dia.

    Solusi Terbaik Datang dari Kebersamaan

    Syahrul menutup ceramahnya dengan menekankan bahwa pemimpin tidak boleh merasa paling pintar dalam menyelesaikan masalah. Menurutnya, solusi terbaik lahir dari kebersamaan dan kolaborasi.

    “Semua masalah tidak boleh hanya dipecahkan sendiri oleh pemimpin. Jangan merasa pemimpin paling jago,” katanya. “Pemimpin yang baik adalah yang menyelesaikan masalah bersama rakyat.”

    Ia memberi contoh sederhana: ketika seorang pemimpin melihat kawasan kumuh, tugasnya bukan sekadar menunjuk kesalahan, tetapi membuka jalan agar masyarakat dapat bergerak bersama.

    “Misalnya membuatkan penerangan listrik agar masyarakat bisa bergotong royong memperbaikinya,” ujar Syahrul.

    Kepemimpinan Bukan Soal Kekuasaan

    Bagi Syahrul, kepemimpinan pada akhirnya bukan soal kekuasaan, melainkan tentang merawat kepercayaan—menyatukan banyak kepala dalam satu tujuan, seperti simpul yang mengikat berbagai benang menjadi satu kain kebersamaan.

    Namun, sayangnya, Syahrul kini menjalani hukuman penjara 12 tahun karena terlibat dalam kasus korupsi dan pemerasan kepada bawahan di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Ia terbukti menerima aliran dana Rp44,5 miliar untuk keperluan pribadi dan keluarga, mulai dari istri, anak, hingga cucu.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?