KONI Riau: Tunda Pelaksanaan Musorprov, Polemik Penetapan Calon Ketua
Pengajuan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Provinsi Riau yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 7-8 Maret 2026, kini tengah menghadapi penundaan. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala dalam proses verifikasi dan penetapan calon ketua KONI Riau periode 2026-2030.
Masalah dalam Verifikasi Calon Ketua
Salah satu permasalahan utama terkait dengan proses verifikasi dua calon yang maju sebagai ketua KONI Riau. Khairul Fahmi, selaku ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), menyatakan bahwa dirinya tidak diberitahu secara langsung tentang rencana pengumuman hasil verifikasi. Ia menilai bahwa pengumuman yang dilakukan oleh empat anggota TPP dinilai melanggar prosedur yang telah ditetapkan.
Menurut Fahmi, keputusan tersebut diambil tanpa komunikasi yang jelas antara anggota TPP. Ia juga menegaskan bahwa dirinya sebagai ketua TPP memiliki tanggung jawab penuh atas proses verifikasi dan harus terlibat dalam setiap keputusan penting.
- “Saya sendiri tidak diberitahu soal adanya pertemuan untuk pengumuman hasil verifikasi. Saya tahunya ada yang mengirimkan link berita dan bertanya,” ujar Fahmi kepada media lokal.
- “Terakhir kita rapat hasilnya deadlock. Jadi belum ada hasil apapun. Karena ada ketidaksamaan pada proses verifikasi yang dilakukan,” tambahnya.
Persoalan Dukungan dari KONI Daerah
Selain itu, masih ada masalah terkait dukungan dari beberapa KONI cabang olahraga seperti KONI Meranti, Inhil, dan Rohul. Fahmi menyatakan bahwa proses verifikasi harus dilakukan langsung ke masing-masing KONI untuk memastikan dukungan yang sah. Namun, hal ini tidak dilakukan oleh sebagian anggota TPP.
Fahmi mengatakan bahwa ia akan melaporkan hal ini ke KONI pusat agar dapat memberikan keputusan yang lebih transparan dan sesuai aturan. Ia menilai bahwa rekomendasi dari KONI pusat sebelumnya belum sepenuhnya dijalankan oleh teman-temannya di TPP.
Desakan dari Pengprov Senam
Terkait dengan ketidakpastian pelaksanaan Musorprov, salah satu pihak yang memiliki suara adalah Pengprov Senam. Ahmad Marcos, pelatih senam senior, menyarankan agar TPP melaporkan situasi ini kepada Plt Gubernur Riau.
- “Banyak agenda olahraga yang harus menjadi perhatian. Kemudian juga pembinaan atlet dan kesejahteraan atlet,” ujar Marcos.
- “Jangan tunda-tunda lagi. TPP sebagai pihak yang independen harusnya menemui Plt Gubernur kemudian minta agar Musorprov segera dilaksanakan. Karena kepentingan bagi olahraga di Riau yang terkendala,” tambahnya.
Status Calon Ketua KONI Riau
Sebelumnya, Edi Basri dan Iskandar Hoesin telah dipastikan lolos verifikasi sebagai bakal calon Ketua KONI Riau Periode 2026-2030. Berdasarkan data yang diungkapkan oleh anggota TPP, M Yasir, Edi Basri mendapatkan dukungan dari 31 pengurus cabang olahraga, sementara Iskandar Hoesin meraih dukungan dari 21 pengurus cabang olahraga di Riau.
Yasir menjelaskan bahwa TPP sudah menyelesaikan tugasnya melakukan verifikasi dan akan melaporkan hasilnya ke KONI. Selanjutnya, mekanisme pemilihan akan diatur melalui Musorprov KONI Riau yang diajukan pada tanggal 7-8 Maret 2026.
Namun, hingga saat ini, kondisi tersebut masih dalam pertimbangan KONI pusat. Akibatnya, pelaksanaan Musorprov bisa saja ditunda kembali. Masalah ini menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap prosedur dalam penyelenggaraan pemilihan ketua KONI Riau.



