Prospek Kinerja PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) Dinilai Menjanjikan
PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menunjukkan prospek kinerja yang cukup menjanjikan. Hal ini didorong oleh strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis solusi digital berbasis cloud dan artificial intelligence (AI). Berbagai analis menyatakan bahwa peluang pertumbuhan bisnis MTDL masih terbuka lebar seiring meningkatnya belanja teknologi oleh korporasi untuk mendukung transformasi digital.
Menurut Abida Massi Armand, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, perusahaan terus memperkuat portofolio layanan seperti cloud, data dan AI, cybersecurity, serta managed services yang kini menjadi kebutuhan utama berbagai sektor industri, mulai dari perbankan hingga layanan keuangan.
Hingga sembilan bulan pertama tahun 2025, MTDL mencatat pendapatan sekitar Rp18,8 triliun atau tumbuh 9% secara tahunan, didorong meningkatnya permintaan solusi digital.
Strategi Kolaborasi dengan Workday dan Mercer Indonesia
Salah satu langkah strategis yang ditempuh MTDL adalah menjalin kolaborasi dengan Workday dan Mercer Indonesia untuk menghadirkan solusi Human Capital Management (HCM) berbasis AI. Kolaborasi ini dinilai berpotensi memperkuat posisi MTDL di segmen solusi enterprise.
Sinergi antara platform HCM berbasis cloud dari Workday, konsultasi sumber daya manusia Mercer, serta kemampuan implementasi teknologi MTDL memungkinkan perusahaan menawarkan solusi transformasi HR end-to-end berbasis AI bagi korporasi. Kolaborasi ini berpotensi memperluas basis klien enterprise sekaligus meningkatkan pendapatan berbasis proyek dan layanan berulang.
Segmen Distribusi Masih Menjadi Penyumbang Terbesar
Selain bisnis solusi digital, kinerja MTDL juga ditopang oleh segmen distribusi, khususnya produk komunikasi. Prospek segmen ini masih cukup positif seiring meningkatnya penetrasi perangkat digital dan kebutuhan konektivitas di Indonesia.
Hingga sembilan bulan pertama tahun 2025, pertumbuhan penjualan smartphone sekitar 27% turut menopang kinerja unit distribusi MTDL di tengah perlambatan pasar PC dan notebook. Segmen ini masih diproyeksikan menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan MTDL karena skala bisnisnya yang besar.
Hingga kuartal III-2025, segmen ini telah menyumbang sekitar Rp13,7 triliun terhadap total pendapatan perusahaan. Meski demikian, dari sisi pertumbuhan dan margin, segmen solusi dan konsultasi dinilai memiliki momentum lebih kuat.
Pendapatan segmen solusi tumbuh sekitar 20,5% secara tahunan, didorong oleh bisnis cloud, AI, dan managed services. Ke depan kontribusi laba bersih dari segmen ini diperkirakan meningkat secara bertahap.
Peluang Digitalisasi di Sektor Korporasi
Abdul Azis Setyo Wibowo, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai peningkatan kebutuhan digitalisasi di sektor korporasi menjadi peluang besar bagi MTDL, terutama melalui solusi berbasis cloud dan AI. Banyak perusahaan di Indonesia masih berada pada tahap awal transformasi digital sehingga permintaan terhadap layanan infrastruktur cloud, data analytics, hingga AI diperkirakan terus meningkat.
Dengan portofolio produk dan jaringan kemitraan global yang cukup kuat, MTDL berpotensi mempertahankan pertumbuhan bisnis solusi digital dalam beberapa tahun ke depan. Kerja sama MTDL dengan Workday dan Mercer Indonesia dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia solusi digital end-to-end.
Permintaan terhadap sistem manajemen SDM berbasis cloud dinilai terus meningkat karena perusahaan membutuhkan efisiensi serta pengambilan keputusan berbasis data. Kerja sama ini berpotensi menambah pipeline proyek serta memperluas basis klien korporasi MTDL.
Kombinasi Segmen Bisnis yang Seimbang
Dari sisi struktur bisnis, Azis memproyeksikan segmen distribusi masih menjadi kontributor utama pendapatan MTDL karena skala bisnisnya yang besar. Namun demikian, segmen solusi diperkirakan memberikan kontribusi margin yang lebih tinggi sehingga berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan laba bersih.
Kombinasi kedua segmen ini membuat model bisnis MTDL relatif seimbang antara volume penjualan dan profitabilitas. Azis merekomendasikan trading buy untuk saham MTDL dengan target harga Rp 595.



