Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 30 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Eskalasi Timur Tengah Tingkatkan Permintaan Batubara, Ini Rekomendasi Sahamnya
Ekonomi

Eskalasi Timur Tengah Tingkatkan Permintaan Batubara, Ini Rekomendasi Sahamnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tren Pasar Batubara di Tengah Ketegangan Geopolitik

Peningkatan permintaan batubara diperkirakan akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan, terutama setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga minyak global akibat eskalasi ini berpotensi mendorong perusahaan utilitas untuk beralih ke batubara sebagai sumber energi alternatif.

Erindra Krisnawan, Analis BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa pasar batubara mengalami perlambatan pada tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh permintaan yang lebih rendah dari China dan India. Namun, ia tetap optimis bahwa permintaan batubara termal dapat meningkat secara signifikan jika terjadi gangguan pasokan minyak di kawasan tersebut.

Menurut Erindra, gangguan dalam aliran minyak dan pasokan gas di Timur Tengah bisa membuat harga minyak dan LNG meningkat. Hal ini berpotensi mendorong perusahaan utilitas di India, Asia Tenggara, dan sebagian Eropa untuk meningkatkan penggunaan batubara.

Analisis dari BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan bahwa dalam skenario gangguan singkat, permintaan batubara termal global bisa naik antara 40 juta hingga 55 juta ton (naik 0,5% dari permintaan global). Sementara itu, dalam skenario yang lebih berkelanjutan, peningkatan permintaan bisa mencapai lebih dari 91 juta ton (naik lebih dari 1,1% dari permintaan global). Dalam skenario guncangan yang berkepanjangan, peningkatan permintaan bisa melebihi 180 juta ton (naik lebih dari 2,1% dari permintaan global).

“Kami memperkirakan peningkatan permintaan batubara termal sebesar 40 juta hingga 268 juta ton dan potensi kenaikan harga batubara termal akibat guncangan energi yang mungkin terjadi,” ujar Erindra dalam risetnya pada 5 Maret 2026.

Prospek Kinerja Emiten Batubara

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menyatakan bahwa prospek kinerja emiten batubara pada kuartal I-2026 cenderung relatif resilien meskipun harga komoditas masih berada di bawah puncak siklus sebelumnya. Stabilitas harga batubara global di kisaran US$ 135–US$ 140/ton berdasarkan kontrak ICE Newcastle futures menunjukkan bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangan baru setelah periode koreksi yang cukup panjang pada 2025.

Di sisi lain, potensi gangguan pasokan LNG dari Timur Tengah berpotensi memicu fenomena fuel switching di sektor pembangkit listrik, khususnya di Asia yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor LNG.

“Kondisi ini membuka peluang peningkatan permintaan batubara sebagai sumber energi alternatif dalam jangka pendek,” ujar Imam.

Perhatian Terhadap Tren Transisi Energi Global

Muhammad Thoriq Fadilla, Research Analyst Bumiputera Sekuritas melihat tren transisi energi global juga menjadi faktor penting. Banyak negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batubara dan mempercepat pengembangan energi bersih.

Sementara itu, dari sisi domestik, perubahan kebijakan seperti penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan dan pembatasan produksi batubara turut meningkatkan ketidakpastian operasional bagi perusahaan tambang, khususnya terkait volume produksi dan perencanaan ekspansi usaha.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sektor Batubara

Beberapa sentimen penting diperkirakan akan mempengaruhi kinerja sektor batubara sepanjang 2026. Dari sisi eksternal, pergerakan harga energi global menjadi salah satu faktor utama. Lonjakan harga LNG akibat ketegangan geopolitik sempat mendorong fenomena fuel switching dari gas ke batubara di sejumlah negara Asia, yang pada akhirnya memberikan dukungan terhadap harga batubara, khususnya untuk kualitas yang lebih tinggi.

Selain itu, dinamika permintaan dari China dan India juga menjadi faktor kunci, mengingat kedua negara tersebut masih menjadi konsumen batubara terbesar di dunia. “Dengan demikian, kebijakan energi serta aktivitas industri di kedua negara ini akan sangat menentukan arah permintaan dan harga batubara global,” ucap Thoriq.

Kebijakan Produksi Batubara Nasional

Dari sisi domestik, kebijakan produksi juga menjadi sentimen yang perlu diperhatikan. Pemerintah Indonesia berencana memangkas produksi batubara nasional menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026, turun dari sekitar 790 juta ton pada 2025, sebagai upaya menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga di pasar global.

“Apabila kebijakan ini diimplementasikan secara konsisten, langkah tersebut berpotensi menahan tekanan penurunan harga Batubara,” jelas Thoriq.

Rekomendasi Saham Sektor Batubara

Terkait kinerja saham, Imam melihat aktivitas akumulasi investor asing pada sejumlah saham emiten batubara seperti Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengindikasikan bahwa investor institusi masih melihat valuasi sektor ini menarik, terutama dari sisi dividend yield dan ketahanan arus kas di tengah fase harga komoditas yang mulai stabil.

Imam merekomendasikan Buy saham PTBA dengan target harga Rp 3.000 per saham. Sedangkan Thoriq merekomendasikan buy saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga Rp 10.875 per saham dan buy on weakness saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan target harga Rp 3.010 per saham.

Sementara Erindra merekomendasikan buy saham Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga Rp 2.630 per saham, buy saham Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan target harga Rp 26.500 per saham. Serta Buy saham PTBA dengan target harga Rp 3.100 per saham.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?