Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 12 Juli 2026
Trending
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
  • Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen
  • Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»GP Ansor Jabar Kritik Tingginya Pengangguran, Minta Pemerintah Prioritaskan Lapangan Kerja
Politik

GP Ansor Jabar Kritik Tingginya Pengangguran, Minta Pemerintah Prioritaskan Lapangan Kerja

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tantangan Pengangguran di Jawa Barat

Pengangguran tetap menjadi isu krusial dalam pembangunan ekonomi di Jawa Barat. Berbagai organisasi kepemudaan menilai bahwa tingginya angka masyarakat yang belum terserap ke dalam dunia kerja harus segera ditangani melalui kebijakan yang lebih konkret dan terarah. Hal ini menjadi fokus utama dalam forum Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat yang digelar di Gedung PWNU Jawa Barat, pada Sabtu 7 Maret 2026.

Dalam forum tersebut, para kader dan pengurus organisasi menekankan pentingnya langkah nyata pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat, Subhan Fahmi, menyampaikan bahwa isu ketenagakerjaan seharusnya menjadi agenda prioritas pemerintah provinsi. Menurutnya, Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan.

Fahmi menilai hingga memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, belum terlihat kebijakan yang benar-benar mampu menurunkan angka pengangguran secara signifikan. Padahal, masyarakat sangat menunggu terobosan yang dapat membuka lebih banyak peluang kerja. “Pengangguran adalah persoalan mendasar yang harus menjadi prioritas pemerintah. Kami belum melihat upaya serius dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Fahmi dalam forum tersebut.

Ia menambahkan, tingginya jumlah angkatan kerja yang tidak terserap ke dalam sektor formal maupun informal berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial baru. Oleh karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih fokus pada pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat per Agustus 2025 tercatat sebesar 6,77 persen. Angka tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi ketiga di Indonesia. Data itu menunjukkan bahwa jutaan penduduk usia produktif di provinsi ini masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Fahmi, berbagai program pembangunan yang dilakukan pemerintah memang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun ia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berfokus pada sektor fisik semata. “Pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi jangan sampai melupakan kebutuhan utama masyarakat, yaitu kesempatan kerja yang layak,” katanya.

GP Ansor Jawa Barat juga menilai bahwa penguatan sektor ekonomi produktif perlu menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya dengan mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Selain itu, organisasi kepemudaan tersebut mendorong pemerintah untuk memperkuat program pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan bagi generasi muda. Dengan keterampilan yang memadai, diharapkan para pencari kerja dapat lebih mudah bersaing di pasar tenaga kerja.

Fahmi mengatakan, generasi muda memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah. Namun potensi tersebut harus didukung dengan kebijakan yang membuka ruang bagi mereka untuk berkembang. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta organisasi masyarakat dalam mengatasi persoalan pengangguran. Tanpa kolaborasi yang kuat, upaya menekan angka pengangguran akan sulit tercapai.

GP Ansor Jawa Barat dalam forum Muskerwil tersebut juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. Organisasi ini memiliki jaringan kader yang cukup luas di berbagai daerah di Jawa Barat. Melalui jaringan tersebut, GP Ansor berharap dapat ikut berperan dalam mendorong peningkatan keterampilan masyarakat serta penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Menurut Fahmi, upaya menciptakan lapangan kerja tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Semua pihak, termasuk organisasi kepemudaan, perlu mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki tanggung jawab utama dalam merumuskan kebijakan strategis yang mampu memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Lapangan kerja harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. GP Ansor Jawa Barat berharap pemerintah provinsi dapat lebih serius menangani persoalan pengangguran agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan potensi generasi muda di daerah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Sigit Rakha Utomo, Siswa SMP 1 Sengkang, Wakili Sulsel di AMKM Nasional

11 Juli 2026

Alumni UI Minta Ahmad Khozinudin Mundur Jika Tak Selaras dengan Roy Suryo-Tifa

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026

Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global

11 Juli 2026

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?