Klarifikasi Zendhy Kusuma Mengenai Kasus Video Viral
Gitaris Zendhy Kusuma memberikan penjelasan terkait insiden yang viral di media sosial, yaitu saat dirinya masuk ke area dapur restoran milik selebgram Nabilah O’Brien. Dalam pernyataannya melalui akun Instagram resmi pada Minggu (8/3/2026), Zendhy menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
Pada malam kejadian, ia dan rekannya datang ke restoran sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu kondisi restoran masih relatif sepi, sehingga mereka melakukan pemesanan makanan dan minuman seperti biasanya. Namun, setelah menunggu cukup lama, pesanan mereka tidak kunjung datang. Zendhy mengatakan bahwa mereka beberapa kali menanyakan status pesanan kepada pelayan. Awalnya, mereka diberitahu bahwa makanan akan selesai dalam waktu 15 menit dan kemudian menunggu sesuai dengan waktu yang disebutkan.
Namun, pesanan tetap tidak datang. Penjelasan dari pihak pelayan juga berbeda-beda. Ada yang menyampaikan bahwa restoran sedang ramai, sementara ada juga yang mengatakan bahwa makanan akan segera selesai dalam beberapa menit. Karena menunggu cukup lama tanpa kepastian, Zendhy akhirnya memutuskan untuk mengecek langsung ke area dapur restoran.
“Setelah menunggu hampir dua jam, saya masuk ke area dapur untuk memastikan apakah pesanan kami telah dibuat atau belum. Pada saat itu, saya tidak dihalangi untuk masuk. Ketika saya melihat ke dapur, saya mendapati bahwa pesanan kami ternyata belum dibuat dan baru akan diproses,” jelas Zendhy.
Rasa Kecewa dan Tindakan Lanjutan
Menurut Zendhy, situasi ini membuat dirinya dan rekan-rekannya merasa kecewa karena tidak mendapatkan kepastian mengenai pesanan yang telah mereka tunggu sejak sekitar pukul 22.00 WIB hingga hampir pukul 23.54 WIB. Akhirnya, pesanan mereka diberikan dengan terburu-buru dan beberapa pesanan juga tidak lengkap. Dalam kondisi emosi tersebut, mereka keluar dari restoran tersebut.
Saat sudah berada di mobil, Zendhy mengaku didatangi pelayan yang membawa mesin EDC untuk meminta pembayaran. Ia menyatakan tetap bersedia membayar, namun ingin lebih dulu bertemu dengan penanggung jawab restoran. “Kami menyampaikan bahwa kami tetap bersedia melakukan pembayaran, namun kami berharap dapat lebih dahulu bertemu dengan penanggung jawab restoran untuk menjelaskan kondisi dan situasi yang terjadi pada malam hari itu,” katanya.
Upaya Minta Maaf dan Pembayaran
Zendhy menuturkan bahwa keesokan harinya ia berupaya kembali ke restoran untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus melakukan pembayaran secara langsung. “Kami berniat untuk kembali ke restoran pada 21 September 2025 untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung sekaligus melakukan pembayaran atas pesanan yang telah kami lakukan,” tuturnya.
Namun upaya tersebut tidak berhasil karena pemilik restoran, Nabilah O’Brien, disebut sedang berada di luar kota. Zendhy mengatakan bahwa ia juga membawa surat permohonan maaf dan uang tunai untuk pembayaran. “Pada hari itu juga kami datang dengan membawa surat permohonan maaf, kronologi kejadian, serta uang tunai untuk pembayaran pesanan. Namun setibanya di lokasi kami tidak diperkenankan untuk masuk dan diminta untuk meninggalkan tempat,” katanya.
Penyelesaian Masalah
Meski demikian, Zendhy mengaku tetap berusaha menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menyebut telah melakukan pembayaran melalui transfer. “Sebagai bentuk tanggung jawab pada 27 September 2025, kami melakukan pembayaran sebesar Rp550 ribu melalui transfer ke rekening PT restoran tersebut sebagai pemilik restoran. Karena pembayaran tersebut dianggap belum dilakukan, kami kembali melakukan transfer dengan jumlah yang sama pada 20 Oktober 2025,” ujarnya.
Zendhy juga mengungkap bahwa pada 26 September 2025 ia mengetahui telah dilaporkan ke Polsek Mampang Prapatan terkait kejadian tersebut. “Meskipun telah dilaporkan, kami tetap bersikap kooperatif dan tetap menunjukkan itikad baik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pembayaran atas pesanan makanan dan minuman telah dilakukan dan bukti transaksi telah diserahkan kepada pihak berwenang. “Dengan demikian, kami menegaskan bahwa pesanan makanan dan minuman tersebut telah dibayarkan dan bukti transaksi pesanan tersebut sudah kami sampaikan juga kepada pihak berwenang sebagai bagian dari proses hukum yang saat ini sedang berjalan,” jelasnya.
Pengakuan Kesalahan dan Penjelasan
Zendhy juga mengakui terdapat kekeliruan dari pihaknya karena tidak langsung melakukan pembayaran saat makanan disajikan. “Kami juga mengakui bahwa terdapat kekeliruan dari pihak kami yaitu tidak melakukan pembayaran secara langsung pada saat pesanan sudah selesai disajikan melainkan setelahnya,” ujarnya.
Meski begitu, ia menilai tidak ada unsur pencurian dalam peristiwa tersebut karena pembayaran tetap dilakukan. “Namun karena pembayaran tersebut tetap dilakukan dan bisa dibuktikan maka menurut pandangan kami tidak terdapat unsur pencurian sebagaimana yang berkembang dalam narasi publik saat ini,” katanya.



