Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 16 Maret 2026
Trending
  • Man Utd Siapkan Rp1,5 Triliun untuk Incar Pemain Seperti Balde
  • Sekda Ngada Diduga Miliki Kekurangan Hukum, Akademisi Undana Kritik Proses Pengangkatan
  • Tantang Vario! Review Yamaha Lexi LX 155 S 2026: Harga, Spesifikasi, dan Fitur Mewah
  • Apakah Investasi Masih Mungkin Dengan Modal Terbatas?
  • Tingkatkan Kompetitif IKM di Pasar Ritel, Disperindag DIY Gelar Pameran Kerajinan Jogja 2026
  • MacBook Neo vs MacBook Air, Pilih yang Tepat Sebelum Beli
  • Dana Pusat Menipis, Solsel Harap Dukungan Provinsi Capai Pertumbuhan 5,7 Persen
  • Zea Ashraff, Anak Fadia Arafiq Dihujat Diduga Nikmati Uang Korupsi Bupati Pekalongan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Lima Wilayah Kalimantan Timur dengan SDM Terdepan Berdasarkan IPM 2025
Politik

Lima Wilayah Kalimantan Timur dengan SDM Terdepan Berdasarkan IPM 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Maret 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Timur

Kualitas sumber daya manusia (SDM) di suatu daerah sering kali diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indikator ini menjadi salah satu parameter penting yang digunakan pemerintah untuk mengevaluasi sejauh mana tingkat kesejahteraan masyarakat dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim 2025 menunjukkan bahwa nilai IPM di Provinsi Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, IPM Kalimantan Timur tercatat sebesar 77,36, kemudian meningkat menjadi 78,20 pada 2023, naik lagi menjadi 78,79 pada 2024, dan mencapai 79,39 pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia di provinsi yang dikenal sebagai pusat ekonomi di Pulau Kalimantan ini terus bergerak ke arah yang lebih baik. Nilai IPM yang semakin tinggi menandakan semakin baiknya kualitas hidup masyarakat, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga tingkat pendapatan.

Dalam laporan tersebut, BPS juga merinci nilai IPM di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur selama periode 2022 hingga 2025. Dari data itu terlihat bahwa beberapa daerah memiliki nilai IPM yang lebih tinggi dibanding wilayah lainnya, yang mencerminkan tingkat kemajuan SDM yang relatif lebih baik.

Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI) merupakan indikator komposit yang digunakan secara internasional untuk mengukur kualitas pembangunan manusia di suatu wilayah. IPM dihitung berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu:

  1. Kesehatan

    Dimensi ini diukur melalui angka harapan hidup saat lahir, yang menggambarkan peluang seseorang untuk hidup lebih lama dengan kondisi kesehatan yang baik.

  2. Pendidikan

    Dimensi pendidikan dihitung dari dua indikator utama, yaitu rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Kedua indikator ini menunjukkan akses masyarakat terhadap pendidikan.

  3. Standar hidup layak

    Dimensi ini diukur melalui pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan, yang mencerminkan kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Semakin tinggi nilai IPM suatu daerah, maka semakin baik pula kualitas pembangunan manusia di wilayah tersebut.

Lima Daerah dengan IPM Tertinggi di Kalimantan Timur Tahun 2025

Berdasarkan data BPS tahun 2025, terdapat lima kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang memiliki nilai IPM tertinggi. Daerah-daerah ini dapat dikatakan memiliki tingkat pembangunan manusia yang paling maju dibanding wilayah lain di provinsi tersebut.

  1. Samarinda – 83,53

    Kota Samarinda menempati posisi pertama sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Kalimantan Timur pada 2025. Nilai IPM kota ini terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, IPM Samarinda tercatat 81,72, kemudian naik menjadi 82,61 pada 2023, meningkat lagi menjadi 83,11 pada 2024, dan mencapai 83,53 pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat di ibu kota provinsi tersebut terus berkembang.

  2. Balikpapan – 83,23

    Posisi kedua ditempati oleh Kota Balikpapan dengan IPM 83,23 pada 2025. Kota ini selama bertahun-tahun dikenal memiliki kualitas pembangunan manusia yang tinggi di Kalimantan Timur. Nilai IPM Balikpapan pada 2022 tercatat 81,49, kemudian meningkat menjadi 82,03 pada 2023, naik menjadi 82,62 pada 2024, dan mencapai 83,23 pada 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan konsistensi pembangunan di kota yang menjadi salah satu pusat industri dan perdagangan di Kalimantan.

  3. Bontang – 83,04

    Kota Bontang berada di posisi ketiga dengan nilai IPM 83,04 pada 2025. Kota industri ini juga menunjukkan peningkatan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022 IPM Bontang tercatat 81,00, kemudian meningkat menjadi 81,63 pada 2023, naik menjadi 82,49 pada 2024, dan mencapai 83,04 pada 2025.

  4. Berau – 77,72

    Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan IPM tertinggi di tingkat kabupaten di Kalimantan Timur. Pada 2025 nilai IPM Berau mencapai 77,72. Dalam empat tahun terakhir, IPM Berau menunjukkan peningkatan konsisten, yakni 76,24 pada 2022, 76,71 pada 2023, 77,17 pada 2024, dan 77,72 pada 2025. Peningkatan ini menandakan bahwa pembangunan manusia di wilayah yang terkenal dengan sektor pariwisata dan pertambangan tersebut terus berkembang.

  5. Kutai Kartanegara – 77,25

    Posisi kelima ditempati oleh Kabupaten Kutai Kartanegara dengan nilai IPM 77,25 pada 2025. Nilai ini juga meningkat secara bertahap dibanding tahun-tahun sebelumnya, yakni 75,31 pada 2022, 75,95 pada 2023, 76,57 pada 2024, dan 77,25 pada 2025. Sebagai salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Timur, peningkatan IPM di Kutai Kartanegara menunjukkan adanya perbaikan dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

Perbandingan IPM Daerah Lain di Kalimantan Timur

Selain lima daerah dengan IPM tertinggi, beberapa kabupaten lain juga menunjukkan peningkatan nilai pembangunan manusia selama periode 2022–2025. Kabupaten Kutai Timur misalnya, memiliki IPM 74,69 pada 2022, kemudian meningkat menjadi 75,33 pada 2023, naik lagi menjadi 75,90 pada 2024, dan mencapai 76,48 pada 2025. Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengalami peningkatan dari 73,56 pada 2022, menjadi 74,33 pada 2023, naik menjadi 74,94 pada 2024, dan mencapai 75,82 pada 2025.

Sementara itu Kabupaten Paser mencatat IPM 73,85 pada 2022, kemudian meningkat menjadi 74,56 pada 2023, naik menjadi 75,13 pada 2024, dan mencapai 75,85 pada 2025. Kabupaten Kutai Barat juga mengalami kenaikan dari 73,16 pada 2022, menjadi 73,97 pada 2023, naik menjadi 74,76 pada 2024, dan mencapai 75,38 pada 2025. Di sisi lain, Kabupaten Mahakam Ulu masih menjadi wilayah dengan IPM terendah di Kalimantan Timur meskipun tetap menunjukkan peningkatan. Pada 2022 IPM daerah ini tercatat 69,17, kemudian meningkat menjadi 70,02 pada 2023, naik menjadi 70,79 pada 2024, dan mencapai 71,53 pada 2025.

Tren Pembangunan Manusia di Kalimantan Timur

Secara keseluruhan, data IPM menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah di Kalimantan Timur mengalami peningkatan kualitas pembangunan manusia dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Peningkatan ini mencerminkan adanya perbaikan di berbagai sektor pembangunan, mulai dari layanan kesehatan, akses pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang masih menjadi wilayah dengan tingkat pembangunan manusia tertinggi. Sementara itu beberapa kabupaten seperti Berau dan Kutai Kartanegara juga terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dengan tren yang terus meningkat, pembangunan manusia di Kalimantan Timur diperkirakan akan terus berkembang seiring berbagai program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Ke depan, pemerataan pembangunan menjadi tantangan penting agar seluruh daerah di provinsi ini dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik secara merata.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sekda Ngada Diduga Miliki Kekurangan Hukum, Akademisi Undana Kritik Proses Pengangkatan

16 Maret 2026

Tingkatkan Kompetitif IKM di Pasar Ritel, Disperindag DIY Gelar Pameran Kerajinan Jogja 2026

16 Maret 2026

Jawaban Menohok Purbaya: THR Swasta Dikenai Pajak, ASN Tidak – Tanya ke Bos Anda

16 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Man Utd Siapkan Rp1,5 Triliun untuk Incar Pemain Seperti Balde

16 Maret 2026

Sekda Ngada Diduga Miliki Kekurangan Hukum, Akademisi Undana Kritik Proses Pengangkatan

16 Maret 2026

Tantang Vario! Review Yamaha Lexi LX 155 S 2026: Harga, Spesifikasi, dan Fitur Mewah

16 Maret 2026

Apakah Investasi Masih Mungkin Dengan Modal Terbatas?

16 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?