Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Mojtaba Khamenei, Pemimpin Baru Iran yang Tak Peduli Ancaman Trump
    Politik

    Mojtaba Khamenei, Pemimpin Baru Iran yang Tak Peduli Ancaman Trump

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran dan Kekuasaan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

    Mojtaba Khamenei, putra dari mantan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, resmi ditunjuk sebagai penerus ayahnya setelah kematian ayahnya dalam serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Penunjukan ini terjadi pada 8 Maret 2026, menjelang masa transisi kepemimpinan Iran yang dianggap kritis.

    Mojtaba, seorang ulama garis keras, dipilih oleh Dewan Ulama Iran untuk memimpin negara tersebut. Ia memiliki kedekatan erat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang merupakan kekuatan utama dalam sistem pemerintahan Iran. Sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba memiliki otoritas luas atas kebijakan militer, program nuklir, serta strategi perang negara itu.

    Dalam wawancara dengan media di Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru harus mendapatkan persetujuan dari Washington. Ia menegaskan bahwa jika tidak, pemimpin tersebut tidak akan bertahan lama. Pernyataan ini segera memicu reaksi dari pejabat Iran, yang menegaskan bahwa pemilihan pemimpin tertinggi adalah urusan domestik Iran dan tidak dapat dipengaruhi oleh negara lain.

    Penunjukan Mojtaba justru memperdalam ketegangan dengan Washington. Trump sebelumnya telah menyatakan keinginannya ikut menentukan siapa yang pantas memimpin Iran di tengah perang yang terus berlangsung. Namun, Iran menyatakan tidak akan tunduk pada tekanan luar dan siap melanjutkan perlawanan terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

    Latar Belakang dan Kontroversi Penunjukan Mojtaba

    Kenaikan Mojtaba menandai momen bersejarah sekaligus kontroversial karena untuk pertama kalinya sejak Revolusi Iran 1979, kekuasaan tertinggi negara berpindah dari ayah kepada anak dalam satu keluarga. Perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat menjadi latar belakang suksesi tersebut.

    Serangan udara yang menewaskan Ali Khamenei juga dilaporkan menewaskan sejumlah anggota keluarga, termasuk istri dan salah satu anak Mojtaba yang berada di kompleks kepemimpinan saat serangan terjadi. Tragedi tersebut menjadikan Mojtaba bukan hanya pewaris kekuasaan, tetapi juga sosok yang secara pribadi kehilangan ayah, serta anggota keluarga dekat dalam konflik yang sama.

    Situasi ini membuat banyak pengamat menilai kepemimpinannya akan terbentuk di tengah trauma perang dan sentimen balas dendam terhadap Barat. Tak lama setelah pengumuman resmi, militer Iran, terutama IRGC, langsung menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba.

    Dukungan dari IRGC dan Pengaruh Mojtaba

    Dukungan dari Garda Revolusi dinilai sangat menentukan karena lembaga tersebut merupakan tulang punggung kekuatan militer, intelijen, dan keamanan politik Iran. Pengamat menilai hubungan Mojtaba dengan IRGC sudah terjalin sejak lama. Ia dikenal memiliki jaringan kuat dengan elite keamanan dan militer yang selama ini menjadi pilar utama kekuasaan di Teheran.

    Meski jarang tampil di ruang publik, Mojtaba selama bertahun-tahun dianggap sebagai tokoh penting di lingkar inti kekuasaan Iran. Ia bekerja di kantor pemimpin tertinggi dan berperan sebagai penghubung antara ulama, elite politik, serta aparat keamanan negara. Dalam posisi itu, ia membangun pengaruh luas di dalam sistem pemerintahan Iran.

    Beberapa analis bahkan menyebutnya sebagai salah satu arsitek utama kebijakan keamanan dan penanganan demonstrasi internal, terutama pada gelombang protes besar di Iran pada masa lalu. Namun penunjukannya juga menuai kritik karena secara teologis ia hanya memegang gelar Hojjatoleslam, tingkat ulama yang lebih rendah dari ayatollah yang biasanya memegang jabatan pemimpin tertinggi.

    Prediksi tentang Kepemimpinan Mojtaba

    Para pengamat Timur Tengah memperkirakan kepemimpinan Mojtaba berpotensi lebih keras dibanding pendahulunya. Beberapa faktor yang mendorong prediksi tersebut antara lain:

    • Latar belakang hubungan kuat dengan IRGC, yang dikenal sebagai kelompok garis keras dalam politik Iran.
    • Situasi perang terbuka dengan Israel dan AS, yang membuat kompromi diplomatik semakin kecil.
    • Faktor pribadi, karena keluarganya menjadi korban dalam serangan militer Barat.

    Analis memperkirakan Mojtaba akan menekankan strategi “ketahanan revolusi”—yakni memperkuat militer, memperluas jaringan proksi regional, dan menindak keras oposisi domestik. Beberapa pakar politik Timur Tengah juga memperingatkan kepemimpinan Mojtaba bisa diiringi peningkatan represi di dalam negeri. Hal itu berkaitan dengan reputasinya yang dianggap dekat dengan aparat keamanan yang sebelumnya menekan gerakan protes di Iran.

    Di sisi lain, konflik regional juga diperkirakan semakin memanas karena kepemimpinan baru Iran muncul di tengah perang terbuka dengan Israel dan ketegangan langsung dengan Amerika Serikat. Dengan latar belakang perang, kehilangan anggota keluarga, serta dukungan kuat dari aparat militer, kepemimpinan Mojtaba Khamenei dinilai akan menjadi salah satu periode paling menentukan dalam sejarah Republik Islam Iran.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?