Biro Umrah di Blora Tetap Berangkatkan Calon Jemaah Meski Ada Isu Kekacauan di Timur Tengah
Meskipun terdapat isu keamanan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, sejumlah biro umrah tetap memutuskan untuk memberangkatkan calon jemaah ke Tanah Suci. Salah satu biro tersebut adalah Musahefiz Tour And Travel di Blora. Direktur perusahaan tersebut, Siswanto, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada larangan resmi dari pemerintah Indonesia atau Arab Saudi terkait keberangkatan jemaah umrah.
“Sementara ini imbauannya hanya secara verbal, belum ada surat resmi dari Kementerian Haji dan Umrah RI,” ujarnya. “Kami juga belum menerima surat apapun dari mereka. Jadi kami akan tetap berangkat sesuai dengan rencana.”
Menurutnya, tidak ada travel warning resmi dari pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi yang melarang penerbangan ke Saudi atau menerima kedatangan jemaah umrah. Oleh karena itu, Musahefiz Tour And Travel tetap menjalankan jadwal keberangkatan seperti biasanya.
“Besok, tanggal 3 Maret 2026, insyaallah kami akan mengirimkan jemaah menggunakan Saudi Airlines. Dan pada tanggal 7 Maret 2026 juga akan ada keberangkatan lagi,” tambahnya.
Namun, terdapat sedikit kendala dalam pemberangkatan tanggal 3 Maret 2026. Maskapai Scoot yang biasanya digunakan oleh biro tersebut membatalkan penerbangan ke Saudi. Untuk mengatasi hal ini, Musahefiz Tour And Travel memberikan solusi kepada para jemaah.
“Bagi yang ingin tetap berangkat tanggal 3 Maret, kami akan mengganti pesawat menjadi Saudi Airlines yang langsung terbang ke Jeddah,” jelas Siswanto.
Mayoritas jemaah memilih untuk tetap berangkat. “Insyaallah ada sekitar 33 lebih jemaah yang sudah konfirmasi dan ingin tetap terbang,” katanya. Namun, beberapa jemaah memilih menunda keberangkatan karena khawatir dengan situasi di Timur Tengah.
“Ada tiga jemaah yang memilih untuk menunda karena khawatir dengan isu nuklir yang beredar,” ujarnya. “Mereka memilih untuk menunggu situasi lebih stabil sebelum berangkat.”
Calon jemaah yang membatalkan keberangkatan akan mengalami kerugian. Menurut Siswanto, uang tiket pesawat akan dikembalikan sesuai dengan klausul perjanjian. Namun, pembayaran lain seperti hotel dan visa tidak bisa dikembalikan.
“Nah untuk uang visa, uang hotel, dan sebagainya itu yang memang tidak bisa dicairkan kembali,” jelasnya. “Jadi bagi yang mendaftar, kemudian cancel atau merubah jadwal ke yang lain itu mereka hanya dapat pengembalian uang tiket pesawatnya saja ya, sekitar kalau yang paket Scoot itu sekitar Rp10 juta. Calon jemaah rugi sekitar Rp14 juta.”
Meskipun tetap memberangkatkan jemaah, Siswanto tetap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan jemaah. “Kami terus bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk juga tim kami yang ada di Saudi dan juga dengan pemerintah Saudi.”
Ia juga menyoroti adanya hoaks yang sering muncul selama konflik di kawasan Timur Tengah. “Misalnya, ketika saya umrah Ramadan tahun lalu, itu ada hoaks yang muncul, seperti hoaks bom di Madinah, ada bom di Makkah. Padahal di Makkah sama Madinah aman-aman saja enggak ada bom sama sekali.”
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa selama pemerintah Arab Saudi memberikan jaminan keamanan, biro umrah akan tetap memberangkatkan jemaah sesuai jadwal. “Selama pemerintah Arab Saudi masih memberi jaminan keamanan kepada para jemaah umrah, kami akan tetap menjalankan amanah daripada jemaah untuk mengantarkan mereka menunaikan panggilan Allah untuk melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadan ini.”



