Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 9 Maret 2026
Trending
  • Pemegang Wilayah Usaha Capai 26 GW, PLN Terancam Rugi
  • Kisah Pemuda RI di Tengah Konflik Israel-Iran: Tersembunyi di Bunker Yerusalem, Mengungsi ke Yordania
  • Klasemen Liga Inggris Terbaru: Liverpool Kalah, Man United Tetap di Puncak
  • Menjelajah Negeri Salju di Uludag, Seperti Adegan Film Frozen
  • Suzuki New Carry: Pick-Up Paling Irit dan Kuat!
  • Komitmen lingkungan SoSoft dengan aksi daur ulang plastik
  • Prakiraan Cuaca OKU Timur 4 Maret 2026: Hujan Ringan Mengguyur Seluruh Wilayah
  • Pesan Jakmania untuk Persija Jakarta: Dengarkan Kritik Ini Setelah Imbang Lawan Borneo FC
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kisah Pemuda RI di Tengah Konflik Israel-Iran: Tersembunyi di Bunker Yerusalem, Mengungsi ke Yordania
Nasional

Kisah Pemuda RI di Tengah Konflik Israel-Iran: Tersembunyi di Bunker Yerusalem, Mengungsi ke Yordania

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengalaman Mendebarkan Pendeta Yoel Sianto di Bawah Tanah Yerusalem

Pendeta Yoel Sianto, seorang tokoh agama dari Gereja Bethany Yestoya Malang, bersama rombongan peziarah asal Indonesia mengalami pengalaman yang tak terlupakan saat terjebak di dalam bunker Yerusalem akibat serangan antara Israel dan Iran pada 28 Februari 2026. Peristiwa ini terjadi ketika eskalasi konflik memicu kepanikan di kota tersebut.

Kondisi Awal yang Aman

Rombongan pendeta Yoel berangkat dari Jakarta pada 21 Februari 2026, dengan rencana singgah di Mesir sebelum masuk ke Yerusalem pada 26 Februari. Selama tiga hari pertama, kondisi di kota tersebut terlihat aman. Mereka melakukan perjalanan ke Betlehem dan Yerusalem dengan lancar, tanpa adanya tanda-tanda akan terjadi serangan.

Yoel, yang sudah 15 kali memimpin rombongan ziarah ke Israel dan wilayah sekitarnya, menjelaskan bahwa setiap keberangkatan selalu didahului dengan konfirmasi keamanan dari pihak tur lokal dan otoritas setempat. Pada kesempatan ini, mereka dinyatakan aman untuk melanjutkan perjalanan.

Serangan Mendadak dan Evakuasi Darurat

Pada Sabtu pagi, 28 Februari, rombongan sedang menjalani prosesi Jalan Salib di Via Dolorosa Yerusalem. Tiba-tiba, alarm berbunyi di ponsel mereka, disusul sirine kota. Yoel mengungkapkan bahwa awalnya mereka tidak memahami pesan tersebut karena pengumuman dalam bahasa setempat. Namun, beberapa menit kemudian, mereka menerima informasi bahwa Israel meluncurkan serangan pertama ke Iran.

Situasi berubah cepat, dan rombongan segera diarahkan untuk meninggalkan Yerusalem. Agenda berikutnya adalah mengunjungi Garden Tomb, namun alarm kembali berbunyi, dan mereka langsung diminta masuk ke bunker sekitar pukul 10.30.

Di Dalam Bunker: Dua Jam Penuh Ketegangan

Di dalam bunker seluas kurang lebih 200 meter persegi, sekitar 200 orang berlindung. Selain rombongan Yoel, ada juga grup lain dari Indonesia dan rombongan peziarah dari Spanyol. Fasilitas di dalam bunker hanya ruangan tahan ledakan, tanpa toilet, karena memang ditujukan untuk kondisi darurat.

Selama hampir dua jam, mereka bertahan di dalam bunker sambil mendengar suara ledakan yang jelas terdengar di atas kepala mereka. Serangan balasan dari Iran mulai dilancarkan, dan seluruh kota seperti menyala. Yoel mengungkapkan bahwa situasi membuat semua orang panik, ada yang menangis, ada yang takut tidak bisa pulang.

Namun, Yoel berusaha menguatkan rombongan lewat doa. Ia mengatakan bahwa warga Indonesia sangat luar biasa, masih bisa tertawa di tengah situasi seperti itu.

Perjalanan ke Nazareth dan Kembali ke Yordania

Setelah dinyatakan aman untuk sementara, rombongan dievakuasi ke Nazareth, sekitar dua jam perjalanan dari Yerusalem. Namun, situasi belum sepenuhnya tenang. Di hotel tempat mereka menginap, tersedia shelter khusus di setiap lantai. Pada pukul 02.00 dini hari, alarm kembali berbunyi, dan Yoel sempat melihat rudal terbang dari kamar hotel baik dari Iran ke Israel maupun sebaliknya, ada jual-beli serangan.

Melihat eskalasi yang terus meningkat, tim tur memutuskan untuk mengevakuasi rombongan ke Yordania. Visa darurat diproses lebih cepat dari biasanya, dan mereka menempuh jalur darat melalui perbatasan Allenby serta tiba dengan selamat.

Tantangan Logistik dan Keputusan untuk Menunda Pulang

Rombongan seharusnya pulang pada 4 Maret, tetapi penerbangan melalui Dubai terdampak situasi konflik. Maskapai menjadwalkan ulang kepulangan mereka pada 6 Maret. Yoel mengatakan bahwa situasi ini seperti tambahan ekstra kurikulum, logistik tentu bertambah, tapi puji Tuhan mereka aman.

Saran untuk Warga Indonesia yang Ingin Berziarah

Sebagai pemimpin perjalanan yang sudah belasan kali ke Israel, Yoel memahami risiko kawasan yang kerap disebut negara dalam kondisi darurat perang. Ia mengakui baru kali ini benar-benar masuk bunker. Pada kunjungan sebelumnya, ia pernah menyaksikan sistem pertahanan rudal Israel mencegat serangan di Haifa, tetapi belum pernah merasakan perlindungan di ruang bawah tanah.

Yoel menyarankan warga Indonesia yang ingin berziarah agar memilih biro perjalanan yang benar-benar memahami situasi lokal dan selalu memperbarui informasi dari otoritas setempat. Ia juga mengingatkan agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas. Untuk saat ini, mungkin belum waktu yang tepat sampai eskalasi mereda.

Harapan untuk Kepulangan yang Aman

Di tengah ketidakpastian, Yoel dan rombongan terus menjaga komunikasi dengan keluarga di Indonesia. Ia meyakini mereka akan pulang dengan selamat. Doa pun dipanjatkan agar seluruh warga Indonesia yang masih berada di kawasan konflik dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Menjelajah Negeri Salju di Uludag, Seperti Adegan Film Frozen

9 Maret 2026

Krisis AS-Israel-Iran Memburuk, Menlu Sugiono Jaga Netralitas, Sejumlah Pihak Desak Mundur

9 Maret 2026

Prakiraan Cuaca OKU Timur 4 Maret 2026: Hujan Ringan Mengguyur Seluruh Wilayah

9 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pemegang Wilayah Usaha Capai 26 GW, PLN Terancam Rugi

9 Maret 2026

Kisah Pemuda RI di Tengah Konflik Israel-Iran: Tersembunyi di Bunker Yerusalem, Mengungsi ke Yordania

9 Maret 2026

Klasemen Liga Inggris Terbaru: Liverpool Kalah, Man United Tetap di Puncak

9 Maret 2026

Menjelajah Negeri Salju di Uludag, Seperti Adegan Film Frozen

9 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?