Indonesiadiscover.com Presiden Amerika Serikat mengklaim pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan pada sabtu (28/2/2026).
Khamenei meninggal usai kediamannya menjadi target serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat.
Selain Khamenei, anak, menantu, dan cucunya dilaporkan turut meninggal menjadi korban serangan itu.
Sejumlah media pemerintah Iran telah mengonfirmasi kematian pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sementara itu, klaim tewasnya Khamenei disampaikan langsung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melansir dari Tribunnews.com.
“Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh rakyat Amerika yang hebat,” tulis Trump dalam unggahannya.
Khamenei yang kini berusia 86 tahun telah memimpin Iran sejak 1989 sebagai otoritas politik dan keagamaan tertinggi negara tersebut. Ia juga menjadi figur sentral dalam strategi militer Iran.
Sebelumnya, Trump menanggapi laporan, Khamenei tewas dalam serangan udara dengan mengatakan, ‘Kami merasa itu adalah cerita yang benar.’
Ia menambahkan bahwa ‘sebagian besar’ pimpinan senior Iran telah tiada.
“Orang-orang yang membuat semua keputusan, sebagian besar dari mereka sudah tidak ada,” ujarnya, dikutip dari NBC News.
Profil Donald Trump
Donald Trump lahir pada 14 Juni 1946, di Queens, New York.
Ia adalah anak keempat dari lima bersaudara yang lahir dari pasangan Fred dan Mary Trump.
Ayahnya merupakan pengembang properti sukses yang memberikan dasar bagi karier bisnis Trump di masa depan.
Trump telah menikah tiga kali dan saat ini bersama Melania Trump, yang dinikahinya pada 2005.
Mereka memiliki seorang anak bernama Barron.
Selain itu, Trump memiliki empat anak dari pernikahan sebelumnya yakni Donald Jr., Ivanka, Eric, dan Tiffany.
Pendidikan
Trump menempuh pendidikan di Akademi Militer New York sebelum melanjutkan studinya di Wharton School of Finance and Commerce, University of Pennsylvania.
Ia lulus pada 1968 dengan gelar ekonomi.
Karier
Setelah lulus kuliah, Trump bergabung dengan bisnis real estate milik ayahnya.
Pada 1971, ia mengambil alih perusahaan tersebut dan menamainya Trump Organization.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan ini berkembang ke berbagai sektor, seperti pembangunan hotel, kasino, lapangan golf, dan proyek besar lainnya.
Selain sukses di dunia bisnis, Trump juga dikenal sebagai pembawa acara reality show The Apprentice sejak 2004.
Ia juga telah menulis lebih dari 14 buku, termasuk buku terlaris The Art of the Deal pada 1987.
Sukses dalam bisnis, Trump terjun ke dunia politik pada akhir 1980-an.
Setelah beberapa kali mencoba mencalonkan diri, ia resmi mengumumkan pencalonannya sebagai Presiden AS pada 16 Juni 2015 melalui Partai Republik.
Trump memenangkan nominasi partainya pada 2016 dan berhasil mengalahkan kandidat Partai Demokrat, Hillary Clinton, dalam pemilihan presiden.
Selama masa jabatannya, Trump fokus pada isu-isu seperti reformasi pajak, kebijakan imigrasi, dan perdagangan internasional, termasuk mengubah NAFTA menjadi USMCA.
Pada 2024, Trump kembali mencalonkan diri sebagai presiden dan berhasil mengalahkan kandidat Demokrat, Kamala Harris.
Apa Alasan AS – Israel Serang Iran?
Petinggi Angkatan Bersenjata AS dan Israel menggelar pertemuan tertutup di Pentagon pada Jumat (31/1/2026).
Pertemuan digelar di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Sebelumnya, Teheran melontarkan peringatan keras bahwa serangan AS akan memicu perang regional.
Pertemuan di Pentagon, antara lain, diikuti oleh Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir.
Rincian pembicaraan tak diungkap. Informasi pertemuan para jenderal itu disampaikan dua pejabat AS kepada Reuters pada Minggu (1/2/2026) dengan syarat anonim.
Di Teheran, pada hari yang sama, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (86) memperingatkan setiap serangan militer AS terhadap Republik Islam Iran akan memicu perang berskala regional di Timur Tengah.
Associated Press mencatat pernyataan ini sebagai ancaman paling keras yang pernah disampaikan Khamenei sejauh ini.
”Orang-orang Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional,” kata Khamenei dalam pidato di kompleks kediamannya di Teheran saat dimulainya rangkaian peringatan Revolusi Islam 1979.
Dalam pidato yang sama, Khamenei menuding AS mengincar sumber daya Iran, yaitu minyak, gas alam, dan mineral.
Ia juga menuding AS ingin merebut negara itu sebagaimana mereka menguasainya di masa lalu.
Setelah Israel yang didukung AS menyerang, Iran tidak tinggal diam. Teheran menghajar pangkalan militer AS di kawasan, Sabtu (28/2/2026).
Seorang pejabat senior Iran mengatakan, Teheran sudah memberi tahu Israel untuk bersiap menghadapi apa pun yang akan datang. Setiap serangan Iran akan dipublikasikan.
”Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan semuanya mungkin terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak dipertimbangkan,” kata pejabat itu kepada Al Jazeera.
Pejabat itu melanjutkan, AS dan Israel telah memulai perang yang akan berdampak luas dan jangka panjang.
”Kami tidak terkejut dengan agresi gabungan Amerika-Israel dan kami memiliki tanggapan yang kompleks tanpa batas waktu,” ujarnya.
AS memiliki kehadiran militer yang cukup kuat di Timur Tengah.
Saat ini, Washington mengerahkan 40.000-50.000 personel di 19 lokasi, antara lain Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.
Al Arabiya TV melaporkan, bunyi ledakan terdengar di Manama, Bahrain, sehingga alarm aktif.
Rudal Iran menyasar Markas Besar Armada Ke-5 AS. Menurut Reuters, asap terlihat dari kawasan Juffair, Manama, yang menjadi lokasi pangkalan Angkatan Laut AS.
CNN melaporkan, suara ledakan juga terdengar di beberapa bagian Abu Dhabi, UEA.
Militer UEA telah mencegat rudal Iran di langit Abu Dhabi.
Satu orang tewas. Pada saat yang bersamaan, ada laporan suara ledakan juga terdengar di Kuwait.
Al Jazeera memberitakan, ledakan kini terdengar di ibu kota Doha, Qatar.
Ledakan terjadi setelah Kementerian Pertahanan Qatar menyebut rudal yang menargetkan negara tersebut telah dicegat.
Baik Qatar, Kuwait, maupun UEA sudah menutup wilayah udara mereka.
Pemimpin Tertinggi Iran Tewas
Sejumlah media pemerintah Iran telah mengonfirmasi kematian pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Khamenei meninggal usai kediamannya menjadi target serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026).
Anak, menantu, dan cucu Khamenei dilaporkan turut meninggal menjadi korban serangan itu.
Dalam pernyataan tersebut, tidak disebutkan bagaimana pria berusia 86 tahun itu meninggal, maupun siapa yang mungkin akan mengambil alih tampuk kepemimpinan.
Iran telah menyatakan 40 hari masa berkabung nasional, menyusul kematian Khamenei.
Lantas, siapa yang akan memimpin Iran setelah kematian Khamenei?
Dikutip dari Al Jazeera, konstitusi Iran telah mengatur prosedur jika pemimpin tertinggi meninggal dunia.
Dalam proses tersebut, akan ada dewan yang terdiri dari tiga orang, termasuk presiden Iran, kepala lembaga peradilan, dan seorang ulama dari Dewan Penjaga Konstitusi, yang akan mengambil alih kendali negara.
Saat ini, wewenang tertinggi Iran disebut diberikan kepada Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani.
Sementara itu, kantor berita Reuters menyebutkan, Khamenei kemungkinan digantikan oleh tokoh-tokoh garis keras dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menurut dua sumber yang diberi informasi tentang intelijen tersebut.
Menurut sumber ketiga yang mengetahui masalah tersebut, pengambilalihan kekuasaan oleh tokoh-tokoh IRGC adalah salah satu dari berbagai skenario yang muncul.
(Indonesiadiscover.com/Kompas.com/Kompas.id)



