Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 1 Maret 2026
Trending
  • Honda Genio CBS Black 2026: Desain Elegan dan Mesin Irit 110 cc Tipe Termurah
  • Strategi jahat ibu tiri di Sukabumi, mengaku anak demam padahal menyiksa, pernah lakukan kekerasan 2025
  • Prabowo Tanggapi Pembatalan Kebijakan Tarif Trump oleh MA AS
  • ASDP Beri Diskon 100 Persen dan Tarif Satu Saat Mudik Lebaran, Ini Aturannya
  • Jadwal Puasa Ramadhan 2026 Jabodetabek Selama Sebulan
  • 5 iPhone Terbaik dengan Kamera Alami di Tahun 2026, iPhone 15 Pro Max Masuk Daftar
  • 7 Fakta Menarik Tentang Yoon Bi A di Drakor Love Phobia
  • Keajaiban Ombak dalam Lensa Fotografi Selancar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Rizal, Putra Sebatik yang Meraih Magister ITS dan Kini ASN Kemenag
Politik

Rizal, Putra Sebatik yang Meraih Magister ITS dan Kini ASN Kemenag

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Inspirasi dari Perbatasan: Kisah Muhammad Rizal yang Meraih Magister Statistika dan Menjadi ASN

Muhammad Rizal, putra perbatasan Sebatik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi sosok inspiratif bagi banyak orang. Ia berhasil meraih gelar Magister Statistika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kini, ia resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kanwil Kemenag Kalimantan Utara setelah lulus CPNS.

Rizal lahir dari keluarga sederhana. Orang tuanya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang masih bekerja di Malaysia. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Rizal dan kakaknya dititipkan kepada pamannya di Sebatik demi mengenyam pendidikan yang layak. Setiap sebulan sekali, orang tua datang menjenguk mereka. Keputusan ini diambil demi memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik.

Berburu Beasiswa Sejak Dini

Semangat berburu beasiswa sudah tumbuh sejak Rizal duduk di bangku SMA. Ia mendapat informasi awal tentang Beasiswa Unggulan Kemendikbud dari seorang kakak tingkat saat mengikuti kegiatan nasional. Rizal langsung tertarik dan mulai mencari tahu lebih lanjut. Ia menekankan pentingnya membaca panduan terlebih dahulu sebelum bertanya.

Tekadnya makin bulat saat hendak kuliah S1 di Yogyakarta. Meski kondisi finansial keluarga tidak cukup untuk membiayai dua bersaudara, Rizal meyakinkan orang tuanya bahwa ia akan mengusahakan biaya kuliah sendiri. Hasilnya, Rizal dan kakaknya sama-sama meraih Beasiswa Unggulan Kemendikbud selama empat tahun hingga lulus sebagai sarjana.

Incar LPDP Sejak S1

Selepas S1, Rizal mulai menargetkan beasiswa LPDP. Ia mempersiapkan diri jauh sebelum lulus. Ia membuat folder khusus di laptop dengan checklist berkas dan syarat yang dibutuhkan. Salah satu syarat penting adalah kemampuan bahasa Inggris. Rizal bahkan berangkat ke Pare, Kediri, Jawa Timur untuk kursus selama sebulan demi memenuhi syarat TOEFL.

Ia mengingatkan bahwa tahap administrasi LPDP bersifat “hitam putih”. Artinya, semua dokumen harus sesuai ketentuan. Rizal menekankan pentingnya teliti dan disiplin dalam proses administrasi.

Berkat persiapan matang, Rizal akhirnya lolos dan melanjutkan studi S2 Statistika di ITS melalui beasiswa LPDP.

Fasilitas Beasiswa dan Living Allowance

Rizal menjelaskan, komponen beasiswa LPDP terdiri dari dua bagian, yakni dana pendidikan dan dana pendukung. Dana pendidikan mencakup biaya pendaftaran, UKT/SPP, hingga buku. Sementara dana pendukung meliputi transportasi, dana hidup bulanan, hingga visa bagi penerima yang studi ke luar negeri.

Selama kuliah di Surabaya, Rizal menerima living allowance sekitar Rp5 juta per bulan. Meski tidak besar, menurutnya dana tersebut cukup untuk kebutuhan hidup dan bisa ditabung karena penerima LPDP tidak diperbolehkan bekerja formal selama studi.

Aktif Organisasi dan Konferensi Internasional

Selama menempuh S2, Rizal aktif di Kelurahan LPDP ITS, organisasi bagi awardee LPDP di kampusnya. Ia dipercaya menjadi Ketua Divisi Minat dan Bakat. Beragam kegiatan digelar, mulai dari olahraga, kunjungan museum, hingga gathering awardee baru.

Secara akademik, Rizal juga aktif mengikuti konferensi internasional, termasuk mempresentasikan paper di Kuala Lumpur, Malaysia pada ajang 5th International Conference on Applied & Industrial Mathematics and Statistics 2025.

Lulus CPNS, Kini ASN Kemenag

Di tengah proses studinya, Rizal mendapat informasi pembukaan CPNS dari seorang teman. Ia pun mulai mengumpulkan informasi terkait formasi dan instansi. Rizal memilih instansi kementerian, tepatnya Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan alasan sederhana: formasinya cukup banyak.

Ia mengikuti seluruh tahapan seleksi mulai dari administrasi, SKD, SKB hingga SKBT. Pada pengumuman akhir Januari 2025, namanya dinyatakan lulus di posisi ke-3 dari 18 formasi yang tersedia. Awalnya ia ditempatkan di pusat, Jakarta. Namun beberapa bulan kemudian, Rizal mendapat surat tugas untuk bertugas di Kanwil Kemenag Kalimantan Utara.

Pesan untuk Generasi Muda

Putra Perbatasan

Rizal berpesan kepada generasi muda Sebatik bahwa tidak ada trik khusus untuk mendapatkan beasiswa. Namun, setiap orang harus punya “something to sell”.

“Kita dari perbatasan. Itu nilai plus kalau bisa dielaborasi dalam esai dan rencana studi. Tapi harus realistis dan terukur,” jelasnya. Ia mencontohkan, jangan menulis target yang terlalu muluk tanpa dasar yang jelas. “Buat yang sederhana dan natural, tapi bisa dipertanggungjawabkan.”

Menutup kisahnya, Rizal mengajak anak muda Sebatik untuk berani mencoba dan konsisten berusaha. “Seperti bunga matahari yang tidak pernah ragu menghadap ke mana, tugas kita hanya konsisten dalam usaha. Jangan takut mencoba. Aku tunggu kalian jadi awardee LPDP selanjutnya,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prabowo Tanggapi Pembatalan Kebijakan Tarif Trump oleh MA AS

1 Maret 2026

Masih Ada Ruang Negosiasi Tarif, Indef: Jangan Kehilangan Momentum

1 Maret 2026

Perjanjian Dagang AS-Indonesia: Kekuatan Pangan Prabowo Di Tengah Ancaman

1 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Honda Genio CBS Black 2026: Desain Elegan dan Mesin Irit 110 cc Tipe Termurah

1 Maret 2026

Strategi jahat ibu tiri di Sukabumi, mengaku anak demam padahal menyiksa, pernah lakukan kekerasan 2025

1 Maret 2026

Prabowo Tanggapi Pembatalan Kebijakan Tarif Trump oleh MA AS

1 Maret 2026

ASDP Beri Diskon 100 Persen dan Tarif Satu Saat Mudik Lebaran, Ini Aturannya

1 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?