Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan
    Politik

    Ancaman Trump ke Iran Berisiko Bumerang, Kesepakatan Nuklir Jadi Taruhan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Presiden AS Pertimbangkan Serangan Militer Terbatas terhadap Iran

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas untuk menekan Iran agar menandatangani kesepakatan nuklir baru. Namun, langkah tersebut dinilai berpotensi memicu konflik yang lebih besar dan mengganggu stabilitas wilayah Asia Barat.

    Pengerahan kekuatan militer besar-besaran oleh Pentagon ke kawasan Asia Barat atau Timur Tengah telah dilakukan. Kekuatan ini termasuk dua kapal induk, jet tempur, serta pesawat pengisian bahan bakar. Pengerahan tersebut memberi opsi bagi Trump untuk melancarkan operasi terhadap Iran, baik dalam skala terbatas maupun lebih luas.

    Namun, pernyataan publik dari Trump dan pejabat pemerintahannya tentang tujuan utama dari kesepakatan baru dengan Teheran terkesan berbeda. Sejumlah pengamat Iran menilai bahwa serangan militer di tengah proses negosiasi berpotensi menggagalkan kesepakatan dan memicu siklus balasan yang mematikan.

    Seorang pejabat senior pemerintah di kawasan tersebut, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa Teheran kemungkinan akan menghentikan partisipasi dalam perundingan jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan.

    Menurut peneliti Stimson Center di Washington, Barbara Slavin, ancaman militer saja meskipun tidak benar-benar dilakukan akan membuat Iran semakin enggan mencapai kesepakatan. “Dia tidak akan memperoleh kesepakatan diplomatik dari Iran jika kembali menyerang mereka,” ujar Slavin.

    Trump menetapkan tenggat waktu antara 10 hingga 15 hari, tetapi belum jelas apa hasil konkret yang dapat dicapai dari gelombang baru serangan udara, baik terbatas maupun luas.

    Sebelumnya, Israel dan AS melancarkan serangan besar terhadap fasilitas nuklir dan sistem pertahanan udara Iran pada Juni 2025. Trump saat itu menyatakan fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah sepenuhnya dihancurkan.

    AS dan Israel juga berpotensi menargetkan rudal balistik Iran. Namun, langkah tersebut berisiko mendorong Teheran meluncurkan rudal ke sasaran AS atau sekutunya sebelum kemampuan tersebut dilumpuhkan, menurut Slavin.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang pemerintahannya terus melancarkan serangan ke Gaza dan wilayah Palestina, serta Lebanon, Suriah, dan Iran, selama bertahun-tahun mendorong AS untuk melakukan serangan udara terhadap Iran. Netanyahu baru-baru ini mengunjungi Washington untuk mendorong tuntutan yang lebih luas dalam perundingan diplomatik antara Gedung Putih dan Teheran.

    Saat ditanya dalam konferensi pers pada Jumat (20/2/2026) mengenai pesannya kepada rakyat Iran, Trump menyatakan mereka harus menegosiasikan kesepakatan yang adil. Mereka harus bernegosiasi, kata Trump.

    Meski Trump dikenal lebih memilih operasi militer cepat, termasuk kampanye pengeboman singkat di Yaman, Suriah, dan Nigeria, serangan terhadap Iran berpotensi memicu aksi balasan yang menyeret AS ke konflik berkepanjangan.

    Menurut analis pertahanan di Bloomberg Economics, Becca Wasser, Iran secara historis tidak selalu bertindak sesuai asumsi AS, sementara kampanye serangan terbatas sering kali tidak berjalan sesuai rencana. “Serangan udara dan rudal sangat menarik bagi pemimpin senior karena dapat dilakukan dari jarak jauh dan tampak mampu menghasilkan kemenangan cepat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa operasi terbatas kerap berubah menjadi konflik panjang dan mahal.

    Perubahan alasan AS terkait negosiasi maupun opsi serangan juga membuat tujuan Washington semakin sulit dipahami. Ancaman awal Trump terhadap serangan udara muncul sebagai dukungan terhadap aksi protes di Iran pada Desember 2025 dan Januari 2026, yang kemudian ditindak keras oleh pemerintah setempat hingga menewaskan ribuan orang.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyerukan agar kesepakatan yang ‘bermakna’ mencakup pembatasan program rudal balistik Iran, dukungan terhadap kelompok militan seperti Houthi di Yaman, serta perlakuan terhadap demonstran. Namun, pejabat Iran menolak cakupan kesepakatan yang lebih luas.

    Kesepakatan Nuklir AS-Iran

    Trump kini tampak mendorong kesepakatan nuklir yang lebih terbatas, meskipun pada masa jabatan pertamanya ia menarik AS dari perjanjian nuklir Iran 2015 yang dinegosiasikan pada era pemerintahan Barack Obama. Langkah tersebut dinilai membuat Iran semakin enggan memberikan konsesi besar di awal.

    Negosiasi tidak langsung antara AS dan Iran saat ini berfokus pada aspek teknis program nuklir Teheran, seperti lokasi, tingkat, dan jumlah sentrifugal uranium, menurut laporan Iranian Students’ News Agency. Pejabat AS disebut telah menerima garis merah Iran untuk tetap melakukan pengayaan uranium.

    Belum jelas apakah Trump benar-benar akan memerintahkan serangan atau sekadar menekan Teheran. Mantan pejabat AS yang mengetahui perencanaan United States Central Command, menilai bahwa pengerahan terbuka pasukan AS di kawasan, termasuk pesawat militer dengan transponder aktif, diperkirakan merupakan sinyal strategis.

    Serangan pendahuluan AS berpotensi menargetkan baterai rudal anti-kapal Iran untuk mengurangi kemampuan militer utama negara tersebut sekaligus meminimalkan risiko korban sipil karena lokasinya jauh dari pusat permukiman.

    Meski telah dilemahkan oleh serangan udara sebelumnya dan menghadapi gejolak domestik terbesar dalam beberapa dekade terakhir, Iran dinilai masih memiliki kemampuan membalas serangan AS, termasuk melalui rudal balistik jarak pendek hingga menengah yang dapat menargetkan pangkalan militer AS di kawasan serta mengaktifkan jaringan sekutu regionalnya.

    Mantan utusan Timur Tengah Presiden AS Bill Clinton, Dennis Ross, yang kini menjadi peneliti di Washington Institute for Near East Policy, menilai Iran berupaya membeli waktu dengan menawarkan konsesi yang lebih simbolis daripada substansial. “Iran memberi sinyal bahwa konflik akan berlangsung lama, sementara Trump tidak menginginkan perang panjang. Trump juga memperingatkan bahwa rezim Iran akan membayar harga yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada pihak yang menginginkan perang,” ujar Ross.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?