Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 28 Februari 2026
Trending
  • Fase Pertama Love Phobia: Jadwal Tayang dan Spoiler di Vidio
  • Lengkap! Rest Area Jombang Mojokerto KM 678 dan 695, Fasilitas Hingga SPBU Modular untuk Pemudik
  • Waktu Imsak Saat Sahur Ramadan 2026 di Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Seluruh Kalsel, Senin 23 Februari
  • Ibu Tiri Bocah Tewas di Sukabumi Negasikan Tuduhan Siram Air Panas
  • Komisi VIII DPR: Pelonggaran Sertifikasi Halal Jangan Rugikan Umat
  • Tol Bocimi dan Japek Siap Sambut Arus Mudik Lebaran
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn Hari Ini: Finansial, Karier, Kesehatan, dan Cinta
  • Huawei Band Seri 11: Smartband Lebih Canggih
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Gempa M2,2 Guncang Majalengka Saat Sahur, BMKG: Pusat di Darat
Nasional

Gempa M2,2 Guncang Majalengka Saat Sahur, BMKG: Pusat di Darat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Februari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Gempa Guncang Majalengka dan Wilayah Lain di Jawa Barat

Pada Rabu (25/2/2026), wilayah Majalengka, Jawa Barat diguncang gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2,2. Gempa terjadi pada pukul 03.48 WIB saat masyarakat sedang sahur. Pusat gempa berada di darat, sekitar 21 km selatan Kabupaten Majalengka, dengan kedalaman 14 km. BMKG Wilayah II melaporkan informasi ini, namun memberikan disclaimer bahwa data yang diberikan masih dalam proses pengolahan dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

BMKG menyampaikan informasi gempa tersebut melalui akun X @bmkgwilayah2, dengan detail lokasi gempa berada di koordinat 7.03 LS – 108.24 BT. Meski gempa tidak terasa kuat, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG.

Sebelumnya, beberapa gempa juga terjadi di wilayah Priangan, Jawa Barat. Pada Selasa (24/2/2026) siang, dua gempa mengguncang Pangandaran dan Tasikmalaya. Gempa pertama terjadi di Pangandaran dengan kekuatan Magnitudo 3,6, pusat gempa berada di laut, 76 km tenggara Kabupaten Cianjur, dengan kedalaman 24 km. Gempa kedua terjadi di Tasikmalaya dengan kekuatan Magnitudo 2,1, pusat gempa berada di darat, 7 km tenggara Kota Tasikmalaya, dengan kedalaman 10 km. Kedua gempa ini juga disertai disclaimer dari BMKG.

Selain itu, gempa juga terjadi di Cianjur pada pagi hari, yaitu pukul 06.57 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,3. Pusat gempa berada di darat, 29 km tenggara Kabupaten Cianjur, dengan kedalaman 167 km. BMKG kembali menegaskan bahwa data yang diberikan belum stabil dan bisa berubah.

Gempa juga terjadi di Bogor pada malam hari, Senin (23/2/2026), dengan kekuatan Magnitudo 2,2. Pusat gempa berada di darat, 30 km barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman 16 km. Sementara itu, gempa juga mengguncang Purwakarta pada pagi hari, dengan kekuatan Magnitudo 2,6, pusat gempa berada di darat, 19 km barat daya Kabupaten Purwakarta, dengan kedalaman 12 km.

Sebelumnya, gempa juga terjadi di Pangandaran pada Sabtu (21/2/2026) malam, dengan kekuatan Magnitudo 2,2. Pusat gempa berada di darat, 8 km timur laut Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 87 km. Gempa ini terjadi jelang salat tarawih.

BMKG juga memberikan penjelasan tentang skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk membantu masyarakat memahami tingkat getaran gempa. Berikut adalah penjelasan skala MMI:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Tindakan Saat Gempa Terjadi

Jika terjadi gempa, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  1. Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah

    Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

  3. Di luar ruangan

    Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan.

  4. Di kerumunan

    Gempa bisa terjadi kapan saja. JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

  5. Di gunung atau dataran tinggi

    Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

  6. Di laut

    Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan

    Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Lengkap! Rest Area Jombang Mojokerto KM 678 dan 695, Fasilitas Hingga SPBU Modular untuk Pemudik

28 Februari 2026

Tol Bocimi dan Japek Siap Sambut Arus Mudik Lebaran

28 Februari 2026

Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn Hari Ini: Finansial, Karier, Kesehatan, dan Cinta

28 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Fase Pertama Love Phobia: Jadwal Tayang dan Spoiler di Vidio

28 Februari 2026

Lengkap! Rest Area Jombang Mojokerto KM 678 dan 695, Fasilitas Hingga SPBU Modular untuk Pemudik

28 Februari 2026

Waktu Imsak Saat Sahur Ramadan 2026 di Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Seluruh Kalsel, Senin 23 Februari

28 Februari 2026

Ibu Tiri Bocah Tewas di Sukabumi Negasikan Tuduhan Siram Air Panas

28 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?