Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Saturday, 10 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Jokowi Setujui Revisi UU KPK, PDIP Curiga Upaya Naikkan Populer PSI
    Politik

    Jokowi Setujui Revisi UU KPK, PDIP Curiga Upaya Naikkan Populer PSI

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Dukungan Jokowi terhadap Revisi UU KPK Menuai Kritik

    Pernyataan Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendukung adanya revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai berbagai respons dari berbagai pihak. Beberapa tokoh dan lembaga anti-korupsi menilai bahwa sikap Jokowi ini lebih merupakan upaya untuk mencari perhatian publik, terutama menjelang Pemilu.

    Kritik dari Ronny Talapessy

    Ketua DPP PDIP, Ronny Talapessy, mengkritik keras sikap Jokowi terkait revisi UU KPK. Menurutnya, pernyataan Jokowi ini lebih merupakan upaya untuk mencari perhatian dan mengalihkan isu terkait pelemahan KPK yang terjadi pada masa pemerintahannya. Ia menyebut bahwa Jokowi ingin “cuci tangan” atas perubahan UU KPK yang kontroversial pada 2019 lalu, di mana UU tersebut justru mengurangi kekuatan lembaga anti-korupsi tersebut.

    Ronny juga menyatakan bahwa Jokowi sebelumnya tidak mengambil langkah tegas untuk menghentikan revisi UU KPK saat itu. Ia menilai kini pernyataan Jokowi yang mendukung revisi UU KPK kembali ke versi lama hanya untuk menghindari tanggung jawab dan menggiring opini publik, terutama menjelang pemilu, agar mendongkrak citra PSI yang dipimpin oleh Kaesang.

    Isu Politikal dan Elektabilitas PSI

    Bukan hanya soal revisi UU KPK, Ronny juga mencurigai adanya motif politik di balik sikap Jokowi. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya sang mantan Presiden untuk memperjuangkan PSI, yang kini tengah berusaha meningkatkan elektabilitasnya menjelang Pemilu. Jokowi secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap PSI, yang semakin terlihat sebagai bagian dari strategi politik untuk mendongkrak popularitas partai tersebut.

    “Perubahan sikap Jokowi ini lebih kepada kepentingan PSI, bukan untuk memperkuat KPK atau memberantas korupsi,” tegas Ronny. Dia juga menyoroti bahwa meskipun Jokowi mendukung revisi, kenyataannya Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia stagnan selama masa pemerintahan Jokowi, yang mengindikasikan bahwa pemberantasan korupsi belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.

    Kritik dari ICW dan MAKI

    Tanggapan keras juga datang dari sejumlah lembaga anti-korupsi, salah satunya dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, mengkritik keras sikap Jokowi yang tiba-tiba mendukung revisi UU KPK setelah sebelumnya menjadi salah satu kontributor utama dalam pelemahan KPK. ICW menilai, revisi UU KPK yang terjadi pada 2019 lalu merupakan langkah yang sangat cepat dan tergesa-gesa, bahkan dalam waktu hanya 13 hari, tanpa ada diskusi mendalam dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

    “Jokowi adalah salah satu kontributor terbesar dalam pelemahan KPK pada 2019. Seharusnya, jika ia benar-benar peduli dengan KPK, ia bisa mengeluarkan Perppu atau menghentikan proses revisi saat itu,” ungkap Wana.

    Sebelumnya, Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), juga turut mengkritik Jokowi terkait isu revisi UU KPK. Ia menyebut langkah Jokowi sebagai upaya “cari muka” demi memperoleh simpati publik. Boyamin mengingatkan bahwa Jokowi sempat memberikan persetujuan terhadap revisi tersebut pada 2019 dan bahkan mengirimkan utusan untuk berdiskusi dengan DPR.

    “Jika Jokowi benar-benar tidak setuju dengan revisi itu, mengapa dia mengirimkan utusan ke DPR? Itu sudah cukup menunjukkan bahwa pemerintah saat itu mendukung perubahan tersebut,” kata Boyamin. Meskipun Jokowi menegaskan tidak menandatangani revisi UU KPK pada 2019, Boyamin menambahkan bahwa hal tersebut tidak mengubah kenyataan bahwa UU tersebut tetap disahkan secara otomatis setelah 30 hari.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?