Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Saturday, 10 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Tidak Ada Ruang untuk Kejahatan di Jogja, Polda DIY Pasang Petugas di Area Berisiko
    Hukum

    Tidak Ada Ruang untuk Kejahatan di Jogja, Polda DIY Pasang Petugas di Area Berisiko

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Operasi Pekat dan KRYD untuk Jaga Keamanan Selama Ramadan

    Polda DIY kembali mengambil langkah-langkah pencegahan dan penindakan terhadap berbagai kejahatan yang sering muncul selama bulan Ramadan. Setelah sebelumnya melakukan operasi miras untuk menekan potensi gangguan kamtibmas, kini jajaran Polda DIY akan melanjutkan dengan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama 10 hari. Tujuan utamanya adalah untuk memerangi berbagai bentuk kejahatan jalanan seperti perjudian, prostitusi, penggunaan narkoba, serta tawuran antar pelajar.

    Fokus pada Kejahatan Jalanan

    Menurut Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, kejahatan jalanan menjadi prioritas utama dalam operasi ini. Berdasarkan data tahun lalu, terdapat kecenderungan peningkatan kasus kejahatan jalanan menjelang dan selama bulan Ramadan. Beberapa kasus yang berhasil diungkap oleh polisi antara lain:

    • 17 kasus kepemilikan senjata tajam (sajam)
    • 7 kasus pengeroyokan
    • 8 kasus penganiayaan
    • 8 kasus perjudian
    • 4 kasus prostitusi

    Selain itu, Polda DIY juga akan melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama bulan Ramadhan. Fokus kegiatan ini adalah pencegahan kejahatan jalanan dan aksi tawuran. Evaluasi tahun lalu menunjukkan bahwa kejahatan ini cenderung meningkat selama bulan puasa, terutama menjelang dan sesudah sahur serta setelah salat tarawih.

    Sebar Personel di Titik Rawan

    Untuk memastikan situasi tetap kondusif, Polda DIY akan melakukan patroli skala besar, razia selektif, serta penempatan personel di titik-titik rawan. Ihsan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan, peredaran miras, maupun tindak pidana lainnya yang dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

    Di tingkat Polresta Sleman, pengamanan diperketat dengan menambah personel di titik-titik rawan. Hal ini dilakukan demi memastikan suasana bulan Ramadan 1447 Hijriyah di Bumi Sembada tetap kondusif dan bebas dari gangguan keamanan. Lokasi yang dianggap rawan telah dipetakan secara rinci.

    Pantau Sepanjang Ringroad Utara

    Kompol Masnoto, Kabag Ops Polresta Sleman, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Polsek jajaran melakukan KRYD melalui kegiatan preemtif dan preventif untuk mencegah kerawanan baik siang maupun malam hari. Salah satu lokasi yang menjadi fokus pengawasan adalah sepanjang Ringroad Utara dari simpang Maguwo sampai dengan simpang Pelem Gurih dan seputaran Denggung.

    Di tingkat kepolisian sektor (Polsek), pihaknya juga melakukan hal yang sama dengan menempatkan personel dan mobiling disesuaikan dengan titik rawan di wilayah masing-masing.

    Kerawanan Selama Ramadan

    Masnoto menyebut beberapa kerawanan yang harus diwaspadai selama bulan puasa, antara lain:

    • Kemacetan: Terutama di tempat perbelanjaan seperti mal ataupun pasar tradisional serta pasar dadakan sore yang menyediakan makanan atau jajanan buka puasa.
    • Kecelakaan lalu-lintas: Mobilitas masyarakat meningkat saat Ramadan, sehingga kecelakaan juga meningkat, terutama menjelang buka puasa, menjelang sahur, dan setelah subuh, seringkali digunakan untuk balap liar.
    • Pencurian: Baik pencurian di rumah karena ditinggal pergi ibadah, maupun pencurian di pasar dan tempat perbelanjaan.

    Perang Sarung dan Kejahatan Jalanan

    Bulan Ramadan juga sering dimanfaatkan para remaja untuk perang sarung. Masnoto menyebut bahwa perang sarung dan kejahatan jalanan masuk kerawanan yang telah diantisipasi dengan patroli rutin di waktu-waktu tertentu menjelang sahur dan setelah subuh. Selain itu, petasan yang dibunyikan oleh para remaja juga bisa mengganggu kekhusyukan masyarakat beribadah dan berbahaya karena bisa terkena ledakan.

    Hubungi Call Center Polri 110

    Masyarakat diharapkan bisa menghubungi call center 110, layanan Polri gratis bila ada informasi atau peristiwa atau kejadian sehingga dapat direspons cepat oleh pelayanan Polri. Masyarakat juga diharapkan meningkatkan keselamatan, keamanan bagi diri sendiri dan lingkungannya selama Ramadan.

    Patroli dan Peran Orang Tua

    Patroli selama bulan Ramadan di Kabupaten Sleman tidak hanya dilakukan oleh pihak Kepolisian, tetapi juga oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) sebagai bagian dari upaya menjaga ketentraman dan ketertiban umum (tantribum).

    Kombes Pol Ihsan sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan sahur on the road dan menyalakan petasan. Ia mengajak peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama saat malam hari. “Jangan sampai anak-anak kita terlibat dalam aksi tawuran atau pergaulan yang berisiko melanggar hukum. Sinergi dan kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar dia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?