Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Saturday, 10 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»KPK Soroti Risiko Korupsi di Bea Cukai, Beri 5 Rekomendasi Pengelolaan Impor
    Politik

    KPK Soroti Risiko Korupsi di Bea Cukai, Beri 5 Rekomendasi Pengelolaan Impor

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    KPK Mengungkap Celah Korupsi di DJBC

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya celah praktik korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penemuan ini muncul setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat DJBC, yang diduga terlibat dalam dugaan suap dalam kegiatan impor barang.

    Dalam kasus tersebut, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka, antara lain:
    * Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026 Rizal
    * Kasubdit Intel P2 DJBC Sisprian Subiaksono
    * Kasi Intel DJBC Orlando Hamonangan
    * Pemilik PT Blueray (BR) Jhon Field
    * Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR Andri
    * Manager Operasional PT BR Dedy Kurniawan

    Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa perkara ini mengungkap masih adanya celah korupsi di area perbatasan hingga pascaperbatasan yang berdampak langsung pada penerimaan negara dan stabilitas perdagangan nasional.

    “Perkara ini mengungkap area perbatasan hingga pasca-perbatasan masih menyimpan celah korupsi yang berdampak langsung pada penerimaan negara dan stabilitas perdagangan nasional,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.

    Modus Korupsi yang Terbongkar

    KPK menemukan modus rekayasa jalur impor melalui manipulasi parameter jalur merah dan jalur hijau, termasuk pengaturan rule set sebelum dimasukkan ke mesin pemindai. Modus tersebut memungkinkan sejumlah barang lolos dari pemeriksaan fisik, termasuk barang yang terindikasi palsu dan ilegal.

    Selain itu, terdapat dugaan setoran rutin dari pihak perusahaan kepada oknum di Ditjen Bea dan Cukai untuk mempertahankan pengaturan jalur impor. KPK menilai, tanpa sistem pengawasan digital yang kuat dan terintegrasi, diskresi teknis aparat berpotensi menjadi titik rawan penyimpangan.

    Modus serupa sebelumnya telah dipetakan KPK melalui kajian “Potensi Korupsi dalam Tata Niaga Impor Produk Hortikultura Periode 2016–2020”. Dalam kajian tersebut, DJBC diposisikan sebagai pintu utama arus barang impor sehingga pengawasan di sektor ini dinilai sangat krusial.

    Pentingnya Pengawasan Terpadu

    KPK menekankan pentingnya pengawasan terpadu atas komoditas hortikultura, tidak hanya oleh DJBC, tetapi juga oleh Kementerian Pertanian sebagai otoritas teknis komoditas serta Kementerian Perdagangan terkait penerbitan persetujuan impor.

    Melalui Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), KPK juga memotret praktik serupa pada periode Triwulan III 2025–2026. Implementasi sistem Indonesia Single Risk Management (ISRM), yang seharusnya memetakan profil risiko eksportir dan importir secara objektif, diduga dimanfaatkan melalui praktik “pengkondisian” agar pelaku usaha masuk kategori risiko rendah.

    “Kondisi tersebut membuka ruang negosiasi administratif dalam proses risk profiling dan memicu praktik rent-seeking, terutama pada komoditas dengan ketentuan Larangan dan Pembatasan (Lartas) yang memerlukan izin khusus,” ucapnya.

    Lima Langkah Penguatan Tata Kelola Impor

    Berdasarkan studi kasus tersebut, KPK melalui Stranas PK mendorong penguatan tata kelola impor melalui lima langkah:

    1. Memperkuat digitalisasi dan integrasi sistem pengawasan impor

      “Optimalisasi Indonesia Single Risk Management (ISRM) dan Indonesia National Single Window (INSW) berbasis pertukaran data real-time lintas kementerian/lembaga untuk menciptakan sistem peringatan dini (early warning system).”

    2. Menerapkan sistem profiling dan scoring risiko yang objektif dan terdokumentasi

      Menurutnya, pentingnya pembatasan diskresi individual dalam penetapan jalur dan pemberian fasilitas impor melalui pemanfaatan Sistem Nasional Neraca Komoditas (SINAS NK) dan Single Submission (SSm) Perizinan.

    3. Mengintegrasikan data perizinan, neraca komoditas, dan beneficial ownership (BO)

      Langkah ini bertujuan memastikan transparansi kepemilikan serta akuntabilitas penunjukan importir dan alokasi kuota antara Kementerian Keuangan melalui LNSW dan Kementerian Hukum melalui Ditjen AHU.

    4. Menyederhanakan proses bisnis antarinstansi di sektor kepabeanan dan karantina

      Penyederhanaan dilakukan untuk menghilangkan tumpang tindih kewenangan yang berpotensi menjadi ruang negosiasi ilegal.

    5. Meminimalkan interaksi tatap muka melalui digitalisasi layanan end-to-end

      Sekaligus memperkuat kanal pengaduan publik seperti “Jaga Pelabuhan” sebagai instrumen kontrol sosial.

    Membangun Kedaulatan Ekonomi yang Transparan

    KPK menegaskan, pembenahan sektor impor dan layanan kepabeanan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan bagian penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi, melindungi pelaku usaha yang patuh, serta memastikan arus barang lintas negara berlangsung transparan.

    “KPK juga akan terus memantau implementasi penguatan tata kelola tersebut, mengingat pola korupsi di sektor kepabeanan kerap berulang dengan memanfaatkan celah sistem dan diskresi teknis,” tegasnya.

    Menurut KPK, sinergi dan koordinasi lintas kementerian/lembaga menjadi kunci untuk menutup ruang penyimpangan serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya ini juga disebut selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pemberantasan korupsi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi nasional.

    “Semangat kolektif dan kolaboratif para pemangku kepentingan dalam penguatan pemberantasan korupsi yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat ini tentunya juga selaras dengan visi Bapak Presiden Prabowo,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?