Fenomena Pesan “Maaf Lakum Lillahi Ta’ala” di Media Sosial
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, linimasa media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram mendadak dipenuhi dengan pesan berantai (broadcast) yang berisi permohonan maaf. Di antara sekian banyak variasi ucapan, ada satu kalimat yang belakangan cukup viral dan sering digunakan: “Maaf lakum lillahi ta’ala”. Terkadang ditulis sebagai “ma’af lakum lillahi ta’ala” atau “afwan lakum lillahi ta’ala”, frasa ini memancing rasa penasaran banyak orang.
Bunyinya terdengar sangat “Arab” dan religius, namun susunannya terasa tidak baku bagi mereka yang mengerti tata bahasa Arab. Akibatnya, banyak penerima pesan yang bingung: sebenarnya apa arti persisnya, dan jika kita menerima pesan seperti itu, bagaimana cara menjawabnya dengan benar agar tidak salah konteks?
Fenomena ini menarik karena menunjukkan akulturasi bahasa di media sosial. Kalimat ini bukanlah kutipan dari kitab klasik, melainkan ungkapan kontemporer yang menggabungkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab untuk menciptakan nuansa permohonan maaf yang lebih sakral dan tulus menjelang bulan puasa.
Bedah Kata: Campuran Indonesia dan Arab
Untuk memahami maknanya secara utuh, kita tidak bisa menerjemahkannya sembarangan. Kalimat ini adalah “gado-gado” bahasa. Berikut adalah rincian kata per kata:
- Maaf: Ini adalah kata dalam Bahasa Indonesia (serapan dari al-afwu), yang berarti permohonan ampun atau pembebasan dari kesalahan.
- Lakum (لكم): Ini adalah kata Bahasa Arab yang merupakan kata ganti (dhamir). Artinya adalah “untuk kalian” atau “kepada kalian” (jamak). Kata ini sering ditemukan dalam Al-Qur’an maupun doa sehari-hari.
- Lillāhi Ta‘ālā (لله تعالى): Ini adalah frasa Bahasa Arab yang sangat umum, artinya “karena Allah Yang Maha Tinggi” atau “demi Allah Yang Maha Tinggi”. Frasa ini digunakan untuk menegaskan ketulusan niat (ikhlas).
Arti “Maaf Lakum Lillahi Ta’ala” dalam Bahasa Indonesia
Jika rangkaian kata di atas disusun menjadi satu kalimat utuh dalam pemahaman orang Indonesia, maknanya mengarah pada dua interpretasi utama:
“Saya minta maaf kepada kalian semua karena Allah Ta’ala”
Inilah makna yang paling sering dimaksudkan oleh pengirim pesan. Mereka ingin menyampaikan permintaan maaf massal kepada teman, kerabat, atau kontak WhatsApp mereka, dengan penekanan bahwa permintaan maaf tersebut dilakukan dengan niat ibadah (ikhlas karena Allah), bukan sekadar basa-basi sosial. Tujuannya adalah agar memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan ringan tanpa beban dosa sesama manusia (Hablum Minannas).“Saya memaafkan kalian demi Allah Ta’ala”
Meskipun jarang, struktur kalimat ini juga bisa ditafsirkan sebagai pernyataan memberi maaf. Namun, dalam konteks pesan broadcast jelang puasa, makna pertama (meminta maaf) adalah yang paling dominan.
Tradisi Minta Maaf Sebelum Ramadhan: Wajib atau Budaya?
Apakah ritual kirim-kirim pesan ini ada dalilnya? Dalam budaya Muslim Indonesia, tradisi “maaf-maafan” atau padusan hati sebelum Ramadhan sudah mengakar kuat. Secara nilai agama, saling memaafkan dan menyambung silaturahmi adalah anjuran yang sangat mulia kapan saja.
Namun, para ulama juga mengingatkan bahwa tidak ada dalil khusus yang mewajibkan permintaan maaf harus dilakukan tepat sehari atau dua hari sebelum Ramadhan. Jadi, kesimpulannya: Meminta maaf itu baik dan dianjurkan sebagai bentuk muhasabah (introspeksi) diri, tetapi jangan menganggapnya sebagai syarat sah puasa atau ritual wajib yang kaku.
Cara Menjawab Ucapan “Maaf Lakum Lillahi Ta’ala”
Jika handphone Anda berbunyi dan masuk pesan berisi kalimat tersebut, jangan bingung. Berikut adalah beberapa opsi jawaban (reply) yang tepat, mulai dari yang sederhana hingga yang bernuansa Islami:
A. Jawaban Paling Aman (Bahasa Indonesia)
Gunakan ini jika Anda ingin respons yang sopan, tulus, dan pasti dimengerti:
– “Iya, sama-sama. Saya juga mohon maaf lahir dan batin ya jika ada salah. Semoga Ramadhan tahun ini lancar untuk kita semua.”
– “Aamiin. Terima kasih, saya juga minta maaf atas segala khilaf. Semoga Allah membersihkan hati kita.”
B. Jawaban dengan Istilah Arab (Populer)
Gunakan ini jika Anda ingin mengimbangi nuansa religius pengirim pesan:
– “Afwan (عفوًا), saya juga mohon maaf. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.”
(Catatan: Afwan bisa bermakna “sama-sama”, “permisi”, atau permintaan maaf sopan).
– “Na’am, Ghafarallahu lana wa lakum (غفر الله لنا ولكم).”
Artinya: “Ya, semoga Allah mengampuni kami dan kalian.” Ini adalah doa yang sangat baik untuk membalas permohonan maaf.
C. Jawaban Menegaskan (To The Point)
- “Samihni (سَامِحْنِي) ya, saya juga banyak salah.”
Samihni atau Samihina artinya “maafkan saya/kami”. Ini lebih spesifik daripada sekadar afwan.
Kesimpulan
“Maaf Lakum Lillahi Ta’ala” bukanlah satu kalimat bahasa Arab baku, melainkan ungkapan campuran (code-mixing) khas media sosial Indonesia. Artinya adalah: “Saya memohon maaf kepada kalian semua (lakum) dengan niat ikhlas karena Allah Ta’ala (lillahi ta’ala).” Ungkapan ini digunakan untuk menunjukkan keseriusan dan ketulusan dalam meminta maaf menjelang bulan suci. Jawaban terbaik untuk pesan ini adalah dengan mendoakan kembali atau menyampaikan permintaan maaf serupa, baik dalam Bahasa Indonesia maupun dengan doa seperti Ghafarallahu lana wa lakum.



