Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 12 Juli 2026
Trending
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
  • Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen
  • Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Hanya Catat Satu Gol Saat Persebaya Kalah, Apa yang Terjadi dengan Bruno Moreira?
Olahraga

Hanya Catat Satu Gol Saat Persebaya Kalah, Apa yang Terjadi dengan Bruno Moreira?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Performa Bruno Moreira yang Menurun dalam Laga Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC

Pada pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam WIB, performa Bruno Moreira terlihat menurun. Sang kapten justru tenggelam dalam laga krusial yang berakhir dengan kekalahan bagi timnya.

Persebaya Surabaya harus menerima kekalahan 1-2 dari Bhayangkara FC. Kekalahan ini sangat menyakitkan karena memutus catatan impresif 13 pertandingan tanpa kekalahan yang sebelumnya berhasil dijaga dengan penuh perjuangan. Selain hasil akhir, penampilan Bruno Moreira juga menjadi sorotan utama. Kapten Green Force itu tampil di bawah ekspektasi dan gagal memberi dampak signifikan sepanjang 66 menit berada di lapangan.

Dalam laga tersebut, Bruno hanya mencatatkan satu tembakan. Minimnya kontribusi di lini depan membuat daya gedor Persebaya Surabaya terlihat kurang tajam, terutama pada babak pertama. Statistik menunjukkan bahwa sang kapten bermain selama 66 menit dengan total attempts hanya satu. Ia mencatat akurasi umpan 65 persen dari 14 umpan yang dilepaskan, dengan sembilan di antaranya tepat sasaran.

Bruno juga hanya membukukan satu dribel sukses dan satu umpan silang. Umpan terobosan serta satu duel udara yang dimenangkan belum cukup memberi perbedaan berarti bagi tim. Dari sisi defensif, kontribusinya tercatat dua intersep dan dua pemulihan bola. Namun peran itu belum mampu menutup kebutuhan Persebaya Surabaya akan kreativitas dan penetrasi dari sektor sayap.

Situasi tersebut membuat pelatih Bernardo Tavares mengambil keputusan tegas pada menit ke-65. Bruno Moreira ditarik keluar dan digantikan Pedro Matos demi meningkatkan intensitas serangan. Pergantian itu menjadi sinyal jika performa sang kapten belum sesuai harapan. Apalagi Persebaya Surabaya tengah berupaya mengejar ketertinggalan di hadapan ribuan pendukung sendiri.

Gol semata wayang tuan rumah lahir dari kaki Mihailo Perovic pada menit ke-64. Setelah itu, tekanan demi tekanan terus dibangun, tetapi skor tak berubah hingga peluit panjang berbunyi.

Seusai laga, Bernardo Tavares menunjukkan sikap sportif sekaligus reflektif. Ia menilai lawan tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. “Selamat kepada Bhayangkara atas hasil ini. Mereka tidak memiliki banyak peluang, tetapi mampu memaksimalkan momen yang ada. Kami sedikit lengah pada situasi krusial dan itu menjadi pembeda,” ujar Tavares.

Pernyataan tersebut menggambarkan jalannya pertandingan yang berjalan ketat. Persebaya Surabaya sebenarnya berusaha menguasai permainan, tetapi efektivitas Bhayangkara menjadi faktor kunci. Meski hasil tak berpihak, Tavares tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya. Ia menyoroti semangat juang yang ditunjukkan setelah turun minum.

“Para pemain sudah berjuang maksimal dan menunjukkan karakter. Dalam sepakbola, situasi seperti ini harus diterima dengan lapang dada,” jelasnya.

Kekalahan ini memang menyisakan tanda tanya besar, terutama terkait peran Bruno Moreira sebagai kapten. Dalam momen ketika tim membutuhkan inspirasi, kontribusinya justru terbilang minim. Sebagai pemimpin di lapangan, Bruno diharapkan mampu menjadi motor serangan sekaligus pembeda. Namun satu tembakan dan akurasi umpan 65 persen terasa belum cukup untuk mengangkat performa tim.

Publik Gelora Bung Tomo tentu berharap lebih dari sang kapten. Apalagi Persebaya Surabaya sedang dalam tren positif sebelum laga ini, dengan 13 pertandingan tanpa kekalahan. Tekanan mental bisa saja memengaruhi performa pemain di laga besar seperti ini. Namun sebagai pemain senior, Bruno dituntut tampil lebih konsisten dan menentukan.

Tavares pun tak ingin anak asuhnya larut dalam kekecewaan. Ia langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya menghadapi Persijap Jepara. “Kami harus segera bangkit, melupakan hasil ini, dan mengalihkan fokus untuk meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya,” tegasnya.

Pesan itu menjadi penegasan jika kekalahan dari Bhayangkara harus dijadikan pelajaran. Evaluasi tentu dilakukan, termasuk terhadap performa individu para pemain kunci. Menarik menantikan respons Bruno Moreira pada pertandingan selanjutnya. Apakah sang kapten mampu menjawab kritik dan kembali menjadi pembeda bagi Persebaya Surabaya.

Laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi alarm dini bagi Green Force. Jika ingin tetap bersaing di papan atas Super League 2025/2026, konsistensi pemain inti seperti Bruno Moreira mutlak dibutuhkan. Kini bola ada di tangan Bruno dan tim pelatih. Publik Surabaya menunggu kebangkitan sang kapten setelah hanya mencatat satu tembakan dalam laga yang begitu menentukan.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub

11 Juli 2026

Prediksi Skor Lincoln Red Imps vs Inter Club d’Escaldes Liga Champions UEFA 8 Juli 2026

11 Juli 2026

16 Bencana Besar Piala Dunia 2026: Tiga Negara Tuan Rumah Terpuruk, Kanada dan AS Kehilangan Gaya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026

Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global

11 Juli 2026

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?