Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 16 Februari 2026
Trending
  • AFPI usulkan perubahan penting untuk fintech lending dalam UU P2SK
  • Daftar 5 HP Samsung Rp4 Jutaan Februari 2026, Apakah Layak Dibeli?
  • Toyota meluncurkan New Veloz Hybrid EV di Lampung, harga dimulai dari Rp 310 juta
  • Permintaan Maaf Bahar bin Smith Ditolak, Penangguhan Penahanan Curi Perhatian
  • Mantan Wakapolri Sebut Laporan Jokowi soal Roy Suryo Tak Jelas Dasar Hukumnya
  • Madura United Incar Tiga Poin di Manahan, Carlos Parreira Waspadai Persis Solo
  • Ramalan Zodiak Besok: Energi, Cinta, Karier, Keuangan, dan Kesehatan 14 Februari 2026
  • Sambut Imlek, InJourney Hadirkan Budaya Tionghoa yang Kaya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Mantan Pelatih Real Madrid Bicara Soal Peran Ayah, Zidane: Harta Bukan Alasan Manjakan Anak
Olahraga

Mantan Pelatih Real Madrid Bicara Soal Peran Ayah, Zidane: Harta Bukan Alasan Manjakan Anak

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehidupan Zinedine Zidane di Rumah: Kekhawatiran Seorang Ayah

Di lapangan, Zinedine Zidane dikenal sebagai sosok yang penuh kejayaan dan ketenangan. Namun, di rumah, perannya justru berbeda. Ia menjadi seorang ayah yang memiliki kekhawatiran utama: anak-anaknya tumbuh tanpa nilai-nilai yang kuat.

Meski hidup dalam kemewahan, Zidane dan istrinya, Véronique, sepakat untuk tidak membiarkan harta membentuk karakter keempat putra mereka. Mantan pemain dan pelatih Real Madrid ini menyadari bahwa lahir dalam keluarga berada bukanlah jaminan seseorang akan tetap rendah hati.

Dalam biografi yang ditulis oleh jurnalis Prancis, Frederic Hermel, terungkap kekhawatiran Zidane sejak dua dekade lalu. Ia mengatakan:

“Anak-anak saya tidak memiliki kehidupan seperti orang lain. Saya takut mereka akan menjadi orang-orang bodoh. Itulah yang paling saya takuti.”

Ia juga menambahkan:

“Saya tidak ingin kemewahan, semua yang saya wakili, semua yang terjadi di sekitar saya menyesatkan mereka. Saya ingin mereka menjadi orang baik.”

Pernyataan ini diungkapkan kepada Hermel dalam buku yang terbit pada 2019, saat ia masih melatih Real Madrid.

Tidak Berlebihan, Meski Mampu

Dengan penghasilan yang pernah mencapai sekitar 20 juta euro per tahun, Zidane sebenarnya bisa saja memberikan apa pun yang diinginkan anak-anaknya. Tapi justru di situlah ia menarik garis tegas.

Hermel menanyakan bagaimana metode mereka agar anak-anak tidak tumbuh manja. Jawabannya sederhana namun penuh makna.

“Saya menghindari berlebihan. Kondisi hidup mereka, rumah yang luar biasa dengan kolam renang itu, sudah cukup baik. Perjalanan-perjalanan yang menyenangkan… itu sudah merupakan hadiah yang luar biasa!”

“Jadi saat Natal, ulang tahun, bersama Véronique, kami melakukan hal-hal yang paling minimal. Ini bukan tentang memanjakan mereka,” akunya.

Zidane tidak pernah mencoba memenuhi setiap keinginan. Ia memberikan pendidikan terbaik dan kebutuhan yang layak, tetapi tanpa melampaui batas. Prinsipnya jelas: kenyamanan boleh ada, tapi karakter harus tetap dijaga.

Warisan Nilai dari Orang Tua

Pendekatan Zidane dalam mendidik anak ternyata tak lepas dari cara ia sendiri dibesarkan oleh orang tuanya, Smaïl dan Malika. Kerendahan hati dan rasa hormat menjadi fondasi utama dalam keluarga tersebut.

Hermel menulis bahwa bagi Zidane, membiarkan kemewahan menghapus nilai-nilai itu sama saja dengan menghina didikan orang tuanya sendiri. Uang boleh banyak, tetapi prinsip hidup tak boleh berubah.

Etos Kerja di Atas Segalanya

Bagi Zidane, mimpi buruk terbesar bukanlah kalah di final atau kehilangan gelar. Ia justru tak tahan membayangkan anak-anaknya tumbuh malas dan hanya hidup dari warisan.

Ia menanamkan etos kerja yang kuat, bahkan dalam detail keseharian. Aturan rumah tangga dibuat jelas dan konsisten.

“Memang hanya detail kecil, tetapi itu sangat berarti: minum teh sore dilakukan di dapur, bukan di ruang tamu di depan televisi, dan semua orang harus membersihkan meja. Pembantu rumah tangga memastikan kenyamanan semua orang, tetapi dia bukan pelayan anak-anak,”

Detail kecil itu mencerminkan pesan besar: tidak ada yang terlalu istimewa untuk belajar tanggung jawab.

Kesuksesan yang Bukan Hanya Trofi

Pada akhirnya, kesuksesan Zidane mungkin tidak hanya diukur dari trofi Liga Champions atau gelar juara dunia. Dalam banyak hal, keberhasilannya membesarkan anak-anak dengan nilai kerja keras dan kerendahan hati bisa jadi pencapaian yang jauh lebih bermakna.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Madura United Incar Tiga Poin di Manahan, Carlos Parreira Waspadai Persis Solo

16 Februari 2026

Atletico Madrid Hancurkan Barcelona 4-0, Langkah ke Final Copa del Rey

15 Februari 2026

Gol Cubarsí Dianulir VAR, Barcelona Kehilangan Kesempatan Lawan Atlético Madrid di Semifinal Copa del Rey

15 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

AFPI usulkan perubahan penting untuk fintech lending dalam UU P2SK

16 Februari 2026

Daftar 5 HP Samsung Rp4 Jutaan Februari 2026, Apakah Layak Dibeli?

16 Februari 2026

Toyota meluncurkan New Veloz Hybrid EV di Lampung, harga dimulai dari Rp 310 juta

16 Februari 2026

Permintaan Maaf Bahar bin Smith Ditolak, Penangguhan Penahanan Curi Perhatian

16 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?