Pemerintah Arab Saudi Resmi Mengumumkan Pengadaan Kereta Cepat dari Spanyol
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi resmi mengumumkan pengadaan 20 unit rangkaian kereta api kecepatan tinggi baru dari produsen asal Spanyol, Talgo SA, pada Minggu (8/2/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat jaringan transportasi nasional melalui ekspansi armada, yang akan melayani berbagai rute krusial di wilayah tersebut. Kesepakatan internasional ini menandai babak baru dalam modernisasi infrastruktur transportasi di Timur Tengah, dengan mengintegrasikan teknologi canggih guna mendukung mobilitas publik yang terus meningkat.
Proyek ambisius tersebut diproyeksikan akan memberikan dampak besar, terutama pada peningkatan kapasitas angkut penumpang serta efisiensi operasional kereta cepat di masa depan. Berikut adalah beberapa poin penting terkait kesepakatan ini:
Arab Saudi Beli 20 Unit Kereta Cepat Talgo Senilai Rp26,5 Triliun
Pemerintah Arab Saudi, melalui Saudi Arabia Railways (SAR), resmi menandatangani kontrak pengadaan 20 unit kereta cepat generasi terbaru dengan nilai investasi mencapai 1,33 miliar euro (Rp26,5 triliun). Kontrak komprehensif ini mencakup proses produksi unit kereta di Spanyol, serta kewajiban pemeliharaan teknis jangka panjang oleh Talgo untuk menjamin standar keamanan tertinggi.
Kesepakatan strategis ini berhasil mencatatkan rekor simpanan pesanan terbesar dalam sejarah Talgo, yang kini menyentuh angka hampir 6 miliar euro (Rp119,5 triliun). Pihak manajemen menekankan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk kepercayaan dunia terhadap keunggulan rekayasa teknologi mereka. Selain memperkokoh posisi finansial Talgo di pasar global, keberhasilan kontrak ini juga menjamin keberlanjutan operasional Renfe sebagai pengelola jalur kereta cepat di Arab Saudi hingga tahun 2038.
Arab Saudi Tambah 20 Rangkaian Kereta Cepat untuk Layani Jemaah Haji
Pemerintah Arab Saudi memesan rangkaian kereta cepat model Talgo 350, yang dirancang khusus untuk melaju dengan kecepatan maksimal 300 kilometer per jam. Setiap rangkaian terdiri dari 13 gerbong dengan total kapasitas 417 kursi, yang mencakup delapan kereta kelas ekonomi dan lima kereta kelas bisnis. Selain fasilitas modern, armada ini juga dilengkapi dengan aksesibilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus untuk memastikan kenyamanan seluruh pengguna jasa.
Pengiriman armada baru ini dijadwalkan akan berlangsung secara bertahap, mulai akhir tahun 2028 hingga selesai sepenuhnya pada tahun 2031. Proyek ini bertujuan mendukung target ambisius pelayanan bagi 30 juta penumpang setiap tahunnya. Dengan penambahan ini, total armada akan meningkat dari 35 menjadi 55 rangkaian, yang sangat krusial untuk mengantisipasi lonjakan permintaan transportasi pada musim haji dan umrah sebagai prioritas nasional.
Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi, Saleh Al-Jasser menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari Strategi Transportasi dan Logistik Nasional. “Meningkatkan armada sangat penting untuk memperbaiki mobilitas bagi jamaah dan pengunjung dengan menawarkan pilihan transportasi yang aman, modern, dan andal,” ungkapnya.
Spanyol Perkuat Posisi di Pasar Kereta Cepat Global Melalui Kontrak Arab Saudi
Kesepakatan ini menjadi angin segar sekaligus pengakuan global bagi industri perkeretaapian Spanyol, yang sempat mengalami tekanan reputasi pasca kecelakaan fatal di Cordoba pada Januari 2026. Keberhasilan mengamankan kontrak di Arab Saudi membuktikan bahwa kualitas teknologi Spanyol tetap menjadi standar emas, dalam pembangunan infrastruktur kereta cepat di wilayah dengan kondisi lingkungan yang menantang.
Bagi Arab Saudi, proyek ini merupakan pilar penting untuk mewujudkan visi sebagai pusat logistik global, yang menghubungkan tiga benua melalui jaringan transportasi darat terintegrasi. Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi jangka panjang ini karena dianggap sebagai investasi strategis bagi ekonomi negaranya.
“Kami menjamin keberlanjutan Renfe sebagai pengelola kereta cepat Arab Saudi hingga 2038 dan pembelian 20 kereta baru dari Talgo dengan suntikan lebih dari 2,8 miliar euro (Rp55,7 triliun) untuk perusahaan kami,” kata Puente.
Selain dampak finansial, kerja sama ini juga berkontribusi nyata pada transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja lokal yang berkualitas di wilayah Kerajaan. Saat ini, terdapat dua fasilitas pemeliharaan yang mempekerjakan lebih dari 270 staf, guna memastikan kelancaran operasional armada. Langkah ini memperkuat komitmen kedua negara, dalam membangun sistem transportasi yang modern, andal, dan berkelanjutan untuk masa depan.



