Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Rumah Warga Kramat Jati Dirusak Preman, Tiga Anak Alami Trauma
Hukum

Rumah Warga Kramat Jati Dirusak Preman, Tiga Anak Alami Trauma

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penyerangan Intimidasi di Kramat Jati, Keluarga Korban Trauma

Di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur, sebuah kejadian yang menimpa warga Jalan Dukuh menjadi perhatian masyarakat. Pada hari Kamis (22/1/2026), rumah milik Yazid Mutaqin menjadi sasaran intimidasi oleh kelompok yang diduga preman. Aksi ini tidak hanya merusak properti korban, tetapi juga meninggalkan trauma pada tiga anak pemilik rumah.

Pada saat kejadian, Yazid sedang bekerja, sehingga hanya istri dan tiga orang anaknya yang berada di dalam rumah. Para pelaku datang tanpa mengucapkan salam, langsung merusak gembok gerbang rumah. Aksi mereka tercatat dalam rekaman CCTV yang ada di teras rumah korban.

Tidak hanya itu, para pelaku juga menyiram air ke seluruh peralatan elektronik di dalam rumah. Bahkan, salah satu penghuni rumah yang sedang makan disiram air. Selain itu, meteran listrik korban juga dirusak. Beruntung, kejadian ini tidak sampai menyebabkan kebakaran akibat korsleting listrik.

Yazid menjelaskan bahwa aksi para pelaku dilakukan dengan tujuan untuk memicu korsleting listrik dan kebakaran. Mereka juga mengunci pintu dari luar, mengurung anak dan istri korban di dalam rumah. Hal ini membuat ketiga anaknya mengalami gangguan psikis akibat trauma melihat kondisi rumah yang diacak-acak.

Menurut Yazid, penyebab penyerangan ini berkaitan dengan masalah pekerjaan antara dirinya dan salah satu pelaku bernama Heru. Menurutnya, Heru belum memberikan uang DP sebesar 50 persen sesuai batas waktu yang ditentukan. Akibatnya, para pelaku datang melakukan intimidasi ke rumah keluarganya, meskipun anak dan istri Yazid menjadi korban utama.

Yazid sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Timur agar para pelaku bisa segera diproses secara hukum. Ia berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku karena kejadian ini telah terjadi dua kali. Pada pertemuan pertama, para pelaku hanya membentak-bentak istri Yazid, tetapi pada kejadian kedua, mereka merusak barang-barang elektronik hingga kendaraan milik korban.

Respons dari Pihak Kepolisian

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, mengakui bahwa pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian pasca peristiwa tersebut. Istri dari korban melaporkan kejadian ini melalui call center 110, dan anggota polisi langsung meluncur ke lokasi.

Fadoli menjelaskan bahwa masalah ini terkait proyek di Bali. Meski pembayaran sudah dilakukan, dugaannya tidak ada pengerjaan yang dilakukan. Oleh karena itu, pelaku meminta sisa uang dikembalikan. Karena sering ditagih namun uang tidak dikembalikan, terduga pelaku menyewa debt collector untuk menagih uang.

Ia memastikan bahwa tidak ada kontak fisik selama kejadian. Namun, ia mengakui bahwa tiga anak-anak korban mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Para pelaku hanya menyiram air dan merusak mobil, seperti yang terlihat dalam rekaman CCTV.

Fadoli juga mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menerima aduan dari korban melalui call center. Ia sempat menyarankan agar masalah pekerjaan diselesaikan di kantor. Sayangnya, hal ini belum selesai, dan terus terjadi penyerangan ke rumah korban.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026

PBB Fokus pada Pencegahan Genosida, 6 Kegagalan di Gaza, Rwanda, dan Rohingya Diungkap

11 Juli 2026

Aiptu N Diduga Siksa Istri Siri dan Ajari Racik Narkoba, Ini Kasus Ketiganya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?