Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 12 April 2026
Trending
  • BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana
  • JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno
  • Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?
  • Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular
  • Sinyal Kuat Timnas Indonesia: Dua Bintang Luar Negeri Bergabung dengan FCV Dender
  • Makna Nama Anak AHY dan Annisa Pohan: Filosofi Kuat Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
  • Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Ganggu Pengunjung
  • 5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Buat Peralatan Keramik dari Tanah Liat, Aktivitas Menyenangkan bagi Anak Muda Berau
Hobi

Buat Peralatan Keramik dari Tanah Liat, Aktivitas Menyenangkan bagi Anak Muda Berau

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aktivitas Kreatif yang Menginspirasi Anak Muda Berau

Pottery Class atau kelas keramik menjadi salah satu aktivitas yang menarik minat anak muda di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peserta mengikuti kegiatan ini di salah satu kafe setempat. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi ajang bertemu dengan sesama yang memiliki minat serupa.

Rakan salah satu peserta menyebutkan bahwa Pottery Class merupakan aktivitas positif yang menyenangkan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memungkinkan peserta untuk saling berbagi antusiasme dan memperluas jaringan pertemanan.

“Kita ketemu dengan sesama peserta yang saling antusias, sehingga menambah kenalan yang menyukai aktivitas di bidang yang serupa seperti workshop yang satu ini,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa sebelumnya pernah mengikuti kegiatan clay di Yogyakarta, namun baru kali ini merasakan suasana Pottery Class di Kabupaten Berau. “Kalau di Kabupaten Berau ini pertama kali aku ikut. Workshop kemarin aku bikin tray untuk incense stick holder,” tambahnya.

Selama workshop, para peserta diberikan seluruh bahan dan peralatan yang dibutuhkan. Beberapa peserta memilih membuat wadah sederhana, sementara yang lain mencoba bentuk unik sesuai imajinasi masing-masing. Menurut Desy Prasetyowati, penggagas Clayland, kebanyakan peserta memilih membuat piring dan tempat aksesoris, jarang yang membuat gelas. Ada juga yang membuat kalender yang life time sama figur.

Teknik Handbuilding yang Mudah Diikuti

Desy menjelaskan bahwa Pottery Class dilakukan selama dua hari karena jumlah peserta yang ikut mencapai 18 orang. Ia memilih teknik handbuilding, seperti teknik pinching dan slab, yang dinilai lebih mudah diikuti oleh peserta. Teknik ini memungkinkan peserta untuk membentuk tanah liat secara manual tanpa memerlukan alat khusus.

Setelah tanah liat dibentuk, ia dibiarkan mengering sebelum melalui proses glazing dan pembakaran. Proses ini membutuhkan beberapa hari hingga agak kering. Setelah itu, tanah liat diberi glazing (pelapisan glasir) lalu dibakar. Ada dua kali proses pembakaran yang dilakukan, selama 8-10 jam dengan suhu tinggi agar keramik kuat dan aman digunakan.

Proses Pembakaran di Solo dan Pengiriman Hasil

Proses pembakaran sendiri dilakukan di Solo karena keterbatasan fasilitas di Berau. Hal ini membuat hasil keramik perlu dikirim kembali ke Berau dengan estimasi waktu sekitar tiga hingga empat minggu. Meski prosesnya memakan waktu, banyak peserta mengaku senang dengan hasil akhir dari karya mereka.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar teknik keramik, tetapi juga membangun komunitas yang saling mendukung. Bagi peserta, Pottery Class menjadi cara untuk mengekspresikan kreativitas dan menghabiskan waktu bersama teman-teman yang memiliki minat serupa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak anak muda Berau yang tertarik untuk mengeksplorasi seni keramik dan mengembangkan bakat mereka di bidang ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jangan Hanya Dipakai Saat Lebaran, 3 Item Ini Cocok Juga Untuk Kantor

7 April 2026

Cara Memakai Minyak Kemiri untuk Rambut Sehat

7 April 2026

Wawancara: Victor Sanz Bocorkan Inspirasi Koleksi TUMI Spring 2026 “Mediterranean Escape”

7 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?

7 April 2026

Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular

7 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?