Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Prediksi skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven: Die Roten Bullen siap mengamuk di Red Bull Arena
  • Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China
  • Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR
  • Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai
  • Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya
  • Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI
  • Mobil bensin kian menyusut: pangsa pasar turun di bawah 50 persen
  • 6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Trump Ancam Tarif 100% pada Kanada Jika Sepakati Perdagangan dengan Tiongkok
Nasional

Trump Ancam Tarif 100% pada Kanada Jika Sepakati Perdagangan dengan Tiongkok

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 February 2026No Comments5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ancaman Tarif 100% dari Trump terhadap Kanada

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras terhadap Kanada. Ia menyatakan akan menerapkan tarif impor sebesar 100% terhadap seluruh barang asal Kanada jika negara tersebut terus memperkuat kesepakatan perdagangan dengan China. Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial Truth Social pada Sabtu (24/1/2026), sebagai peringatan kepada Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.

Trump menilai bahwa kerja sama dagang antara Kanada dan China bisa berpotensi merusak perekonomian, struktur sosial, hingga cara hidup masyarakat Kanada. Ia menyebut China sebagai ancaman yang bisa “makan” Kanada hidup-hidup, termasuk menghancurkan bisnis, struktur sosial, dan gaya hidup umum.

“China akan memakan Kanada hidup-hidup, benar-benar melahapnya, termasuk menghancurkan bisnis mereka, struktur sosial, dan cara hidup secara umum,” tulis Trump dalam unggahannya.

Menurutnya, jika Kanada tetap membuat kesepakatan dengan China, maka semua produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat akan langsung dikenai tarif 100%. Ancaman ini dianggap sebagai bentuk tekanan untuk menghentikan langkah Kanada dalam menjajaki kerja sama dagang dengan negara Tiongkok.

Kebijakan Dalam Negeri Kanada

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengunggah video yang mengajak warga Kanada untuk lebih banyak membeli produk lokal. Namun, dalam pernyataannya, Carney tidak secara langsung menyinggung ancaman dari Trump.

“Dengan ekonomi kita yang berada di bawah ancaman dari luar negeri, orang Kanada memilih untuk fokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan. Kami tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan negara lain, tetapi kami bisa menjadi pelanggan terbaik bagi diri kami sendiri,” ujar Carney.

Sebelumnya, Carney melakukan kunjungan ke China bulan ini untuk mereset hubungan bilateral yang sempat tegang serta membahas kerja sama dagang. China merupakan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah Amerika Serikat.

Perbedaan Pendapat Mengenai Kesepakatan Dagang

Menariknya, sesaat setelah kunjungan tersebut, Trump sempat memberikan dukungan. Pada 16 Januari lalu, ia mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa langkah Kanada menjajaki kesepakatan dengan China adalah hal yang baik.

“Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, Anda harus melakukannya,” ujar Trump saat itu.

Namun, Menteri Kanada yang bertanggung jawab atas perdagangan Kanada-AS, Dominic LeBlanc, menegaskan bahwa tidak ada perjanjian perdagangan bebas yang dikejar Kanada dengan China. Menurutnya, yang dicapai hanyalah penyelesaian atas sejumlah isu tarif penting. Pernyataan tersebut disampaikan LeBlanc melalui akun X pada Sabtu.

Kedutaan Besar China di Kanada, dalam pernyataan kepada Reuters, menyatakan bahwa Beijing siap bekerja sama dengan Ottawa untuk mengimplementasikan konsensus penting yang telah dicapai oleh para pemimpin kedua negara.

Ketegangan Antara AS dan Kanada

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Kanada kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah Carney mengkritik langkah Trump terkait Greenland.

Pada Sabtu, Trump kembali menyampaikan kekhawatirannya bahwa China akan menggunakan Kanada sebagai jalur untuk menghindari tarif AS.

“Jika Gubernur Carney berpikir dia bisa menjadikan Kanada sebagai ‘pelabuhan singgah’ bagi Tiongkok untuk mengirim barang ke Amerika Serikat, dia sangat keliru,” kata Trump, menggunakan sebutan “gubernur” yang sebelumnya kerap ia pakai saat menyuarakan gagasan Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS.

Jika ancaman Trump benar-benar direalisasikan, kebijakan tarif baru ini akan secara signifikan meningkatkan bea masuk AS terhadap Kanada. Dampaknya diperkirakan akan menambah tekanan besar bagi sektor industri Kanada, termasuk manufaktur logam, otomotif, dan mesin.

Perkembangan Hubungan Trump dan Carney

Hubungan Trump dan Carney sebelumnya terbilang relatif tenang. Namun situasi berubah setelah Carney secara terbuka menentang langkah Trump terkait Greenland.

Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Carney menyatakan bahwa tatanan global berbasis aturan telah berakhir. Dia menilai negara-negara dengan kekuatan menengah perlu bersatu agar tidak menjadi korban hegemoni negara besar, termasuk Amerika Serikat.

Meski tidak menyebut Trump atau AS secara langsung, Carney mengatakan, “Jika Anda tidak duduk di meja, maka Anda ada di menu.” Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah oleh para pemimpin dunia dan pelaku industri yang hadir.

Trump kemudian membalas melalui pidatonya sendiri di Davos dengan mengatakan bahwa Kanada “hidup karena Amerika Serikat.” Pernyataan tersebut langsung dibantah Carney.

“Kanada dan Amerika Serikat telah membangun kemitraan luar biasa dalam ekonomi, keamanan, dan pertukaran budaya. Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kami adalah orang Kanada,” kata Carney di Quebec.

Tindakan Lanjutan dan Perspektif Masa Depan

Sejak pernyataan tersebut, Trump kembali meningkatkan tekanannya terhadap Kanada, termasuk mencabut undangan Carney ke Dewan Perdamaian yang sebelumnya direncanakan untuk membahas konflik internasional dan masa depan Gaza.

Padahal, setelah kemenangan Carney dalam pemilihan tahun lalu, hubungan kedua pemimpin sempat terlihat hangat. Trump bahkan mengatakan saat itu bahwa hubungan AS-Kanada akan sangat kuat.

Namun, bulan ini Trump menyebut perjanjian dagang besar AS-Kanada-Meksiko, yang dijadwalkan untuk dinegosiasi ulang pada Juli, sebagai tidak relevan.

Sejak kembali menjabat sebagai presiden, Trump kerap melontarkan ancaman tarif ke berbagai negara. Dalam beberapa kasus, ancaman tersebut kemudian ditunda atau dibatalkan setelah proses negosiasi. Pekan ini, Trump juga mundur dari ancamannya terhadap sekutu Eropa setelah para pemimpin NATO berjanji meningkatkan keamanan di kawasan Kutub Utara.

Menanggapi situasi ini, Kepala Kebijakan Kamar Dagang Kanada, Matthew Holmes, menyatakan harapannya agar kedua pemerintah dapat segera mencapai pemahaman.

“Kami berharap kedua pemerintah dapat dengan cepat menemukan titik temu yang lebih baik untuk mengurangi kekhawatiran dunia usaha yang kini menghadapi dampak langsung dari meningkatnya ketidakpastian,” terangnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China

15 October 2026

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya

15 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven: Die Roten Bullen siap mengamuk di Red Bull Arena

15 October 2026

Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China

15 October 2026

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai

15 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?