Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 22 Mei 2026
Trending
  • Snapdragon vs Tensor: Perbandingan Chipset Foldable Samsung Galaxy Z Fold6 vs Google Pixel Fold 2026
  • Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik
  • Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti
  • Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH
  • Prediksi Final Piala FA: Chelsea vs Manchester City, Mengakhiri Kekalahan di Laga Penentuan
  • Perjalanan Karier Choi Siwon: Dari Idola ke Pengusaha
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Moto3 Catalunya 2026: Tantangan Veda Ega Hadapi Pembalap Spanyol
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Klarifikasi Anwar Usman soal Kehadiran di Sidang MK yang Dikaitkan dengan Sakit Sejak Tahun Lalu
Politik

Klarifikasi Anwar Usman soal Kehadiran di Sidang MK yang Dikaitkan dengan Sakit Sejak Tahun Lalu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penjelasan Anwar Usman terkait Laporan Ketidakhadirannya

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai laporan yang menyebutkan bahwa dirinya merupakan hakim konstitusi yang paling sering absen dalam persidangan. Laporan tersebut berasal dari Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) dan menunjukkan bahwa Anwar Usman tidak hadir sebanyak 81 kali dari total 589 sidang pleno, serta 32 kali dari 160 sidang panel pada tahun 2025.

Dalam rapat permusyawaratan hakim atau RPH, Anwar Usman juga tidak hadir sebanyak 32 kali dari total 132 rapat, dengan persentase kehadiran sebesar 71 persen—yang terendah di antara sembilan hakim konstitusi lainnya.

Tidak Terima dengan Hasil Laporan

Anwar Usman menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil laporan MKMK yang diungkap ke publik. Ia mengaku langsung mempertanyakan alasan pengungkapan data tersebut dengan menelepon Kepala Sekretariat MK. Menurut Anwar, sebelum laporan itu dipublikasikan, Kepala Sekretariat telah bertanya kepada Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna apakah laporan tersebut perlu dibuka ke publik.

“Mas Fajar (Kepala Sekretariat) sudah menanyakan, menyampaikan ke Pak Palguna selaku Ketua MKMK. ‘Bagaimana Pak? Karena ini enggak ada data mengenai ketidakhadiran kenapa’, ‘ya sudah di-publish saja sesuai itu’,” ujar Anwar menirukan ucapan Fajar dan Palguna.

Ia juga menghubungi Ketua MK Suhartoyo untuk memberikan klarifikasi tentang ketidakhadirannya dalam beberapa sidang. Anwar menjelaskan bahwa ia memang sudah memberikan pernyataan awal mengenai laporan tersebut sebelum meninggalkan Jakarta menuju Mekkah untuk menjalani ibadah umrah.

Alasan Ketidakhadiran

Selain karena ibadah umrah, Anwar menyebutkan adanya alasan kesehatan yang membuatnya kerap absen dari sidang. Pada Januari 2025, kondisi kesehatannya memburuk hingga harus diopname setelah jatuh sakit. Saat itu, Anwar sempat berpikir bahwa dirinya sudah meninggal dunia karena tiba-tiba jatuh di rumah dan ditemukan oleh sang istri.

“Saya pikir sudah hilang (meninggal) sudah saya. Dari pagi sampai siang, kebetulan nyonya (istri), tahunya saya ada di kamar, tahu-tahu saya (ditemukan) sudah tergeletak di lantai. Akhirnya dibawa ke rumah sakit dan tidak ada kata lain harus diopname,” cerita Anwar.

Meski sedang menjalani pengobatan, Anwar sempat datang ke pernikahan anaknya setelah mendapatkan izin dari dokter dengan syarat kembali untuk berobat.

Proses Pemulihan yang Panjang

Setelah menjalani opname, dokter menyarankan Anwar untuk menjalani perawatan pemulihan selama satu hingga dua tahun. “Bukan hanya istirahat, istirahat jelas ya. Dan perawatan pemulihan antara satu sampai dua tahun,” jelas Anwar.

Setelah satu tahun, ia masih menjalani pengobatan dan rutin minum obat tiga kali sehari. “Jarang yang tahu bahwa saya itu tiap hari tiga kali sehari, bahkan ada yang keempat kali untuk minum obat,” ujarnya.

Tegaskan Tidak Pernah Bolos

Anwar menegaskan bahwa ketidakhadirannya dalam sidang bukanlah absen tanpa alasan. Ia menyatakan bahwa semua ketidakhadiran yang tercatat sudah didampingi izin dari pihak medis.

“Saya mohon maaf enggak pernah (absen), apalagi bolos,” ucap Anwar. Ia menegaskan bahwa ketidakhadirannya dalam persidangan disebabkan oleh kondisi kesehatan yang membutuhkan perawatan intensif.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH

20 Mei 2026

Pemantauan Hilal di Medan Saat Sidang Isbat Idul Adha 17 Mei 2026

20 Mei 2026

Siswi SMAN 1 Pontianak Diancam, Tolak Tanding Ulang Cerdas Cermat MPR

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Snapdragon vs Tensor: Perbandingan Chipset Foldable Samsung Galaxy Z Fold6 vs Google Pixel Fold 2026

20 Mei 2026

Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik

20 Mei 2026

Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti

20 Mei 2026

Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH

20 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?