Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 31 Maret 2026
Trending
  • Dukung Pemulihan Alam di Partungko Naginjang, Ketua DPD PDI P Sumut Sumbang Rp50 Juta
  • Harga iPhone 17 Series Pasca Lebaran 2026 Stabil, Mulai Rp 17 Jutaan di iBox
  • Polresta Denpasar Selidiki Kasus Pemukulan Pria 19 Tahun Terhadap Istri Siri, Terkait Nama Niluh Djelantik
  • Opini: Efisiensi Anggaran atau Pemangkasan?
  • Prediksi Skor Afrika Selatan vs Panama, Head-to-Head dan Statistik Pertandingan Persahabatan 2026
  • 5 Bunga Simbol Kesetiaan dan Cinta
  • Sheila Dara Kini Tidak Sendirian di Rumah Vidi Aldiano
  • Spesifikasi dan Rekomendasi Asuransi Mobil Hyundai Avega
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Jembatan Bambu, Spot Foto Menarik di Pantai Motadikin
Pariwisata

Jembatan Bambu, Spot Foto Menarik di Pantai Motadikin

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pantai Motadikin: Destinasi Wisata Bahari yang Kembali Menarik Perhatian

Pantai Motadikin, salah satu destinasi wisata bahari yang terletak di Kabupaten Malaka, kini kembali mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena keindahan alamnya yang khas pantai selatan, tetapi juga karena hadirnya sebuah spot foto baru yang unik, alami, dan menyatu dengan lanskap pesisir.

Spot foto tersebut berdiri anggun di atas muara pantai yang selama bertahun-tahun menjadi saksi bisu kedahsyatan Badai Seroja tahun 2021. Muara yang dahulu terbentuk akibat terjangan badai dan meninggalkan kesan kerusakan serta keterbengkelaian, kini disulap menjadi ruang estetika yang menawan. Sebuah jembatan kayu dan bambu dibangun membentang tepat di atas muara, menghadirkan daya tarik baru bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah.

Jembatan itu tidak hanya berfungsi sebagai sarana berfoto, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan dan kreativitas anak muda Malaka, khususnya Pemuda Lawalu, Kecamatan Malaka Tengah. Spot foto tersebut berdiri tepat di depan aula serbaguna yang sebelumnya dibangun Pemda Malaka. Lokasinya yang strategis menjadikan area itu mudah diakses pengunjung, sekaligus memperkaya fasilitas wisata yang telah ada di Pantai Motadikin.

Pantai Motadikin sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi rekreasi favorit masyarakat Malaka dan sekitarnya. Keindahan alamnya menjadi magnet utama, dengan hamparan pasir pantai yang luas dan relatif bersih, berpadu dengan deburan ombak khas pantai selatan yang terus menggulung di sepanjang pesisir. Deretan pohon cemara besar yang tumbuh rindang di tepian pantai menambah kesan sejuk dan alami, sekaligus menjadi tempat berteduh favorit pengunjung, terutama saat musim liburan tiba.

Pantauan Pos Kupang pada Selasa (20/1), suasana Pantai Motadikin pada hari-hari libur maupun hari biasa tampak hidup. Anak-anak bermain pasir, keluarga duduk bersantai di bawah pohon cemara. Sementara para pengunjung muda sibuk mengabadikan momen dengan latar belakang laut biru dan langit terbuka. Kehadiran spot foto jembatan bambu di atas muara kian melengkapi pengalaman wisata yang ditawarkan pantai itu.

Selain keindahan alam, Pantai Motadikin juga didukung sejumlah fasilitas penunjang yang cukup memadai. Terdapat beberapa gazebo yang dapat digunakan pengunjung untuk beristirahat, fasilitas toilet, serta sebuah aula serbaguna yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Tepat di depan aula itulah kini spot foto baru tersebut dibangun, seolah menjadi gerbang visual yang menyambut setiap pengunjung yang datang.

Namun, di balik wajah baru Pantai Motadikin, masih tersisa jejak masa lalu yang belum sepenuhnya pulih. Di bagian lain kawasan pantai, terdapat bangunan pendukung berupa lopo-lopo yang kini dalam kondisi terbengkalai. Bangunan tersebut merupakan fasilitas lama yang rusak akibat amukan Badai Seroja pada tahun 2021. Kerusakan itu sempat membuat wajah Pantai Motadikin cenderung terabaikan.

Kondisi inilah yang kemudian menggerakkan hati para pemuda setempat untuk bertindak. Aris Bau, salah satu Pemuda Lawalu yang menjadi penggagas pembangunan spot foto tersebut bersama teman-temannya. Aris mengatakan, ide tersebut lahir dari keinginan anak-anak muda untuk menghidupkan kembali Pantai Motadikin. “Spot foto ini kami bangun pada pertengahan November 2025 lalu, murni atas inisiatif kami anak-anak muda Lawalu. Kami ingin Pantai Motadikin kembali menarik dan punya nilai lebih bagi wisatawan,” ujar Aris, Selasa (20/1).

Menurut Aris, pembangunan spot foto tersebut dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti kayu dan bambu, agar tetap selaras dengan lingkungan sekitar. Jembatan papan yang dibangun di atas muara dilengkapi pagar bambu di sisi kiri dan kanan, menciptakan kesan sederhana namun artistik.

Tak hanya mengandalkan keindahan visual, pengelola juga berupaya agar spot foto itu dapat dinikmati semua kalangan. Soal harga, pengunjung tidak perlu khawatir. Karcis masuk ke spot foto itu dipatok hanya Rp 2.000 per orang. Spot foto itu dibuka setiap hari dan dapat diakses siapa saja.

Selain itu, Pemuda Lawalu juga menyediakan jasa foto bagi pengunjung dengan harga yang relatif murah, yakni Rp 5.000 untuk tiga lembar foto. Bahkan, jika pengunjung berfoto hingga 20 kali, karcis masuk ke spot foto tersebut akan digratiskan. Skema itu dinilai cukup membantu pengunjung sekaligus menjadi sumber pendapatan untuk perawatan spot foto.

Igi Nahak, pemuda Lawalu lainnya yang tergabung dalam kelompok pengelola, mengatakan perubahan wajah Pantai Motadikin adalah hasil dari keberanian anak muda dalam memandang ulang bekas luka alam. Kesan positif juga datang dari para wisatawan. Yustina, salah seorang pengunjung, mengaku sangat puas dengan spot foto yang dibangun di atas muara tersebut. Desain spot foto memang sederhana, tetapi justru itulah yang membuatnya terasa alami dan menarik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 permainan seru di mobil saat mudik bersama anak

31 Maret 2026

Rekomendasi tempat hiking: Gunung Gajah Mungkur di Sukoharjo cocok untuk pemula

31 Maret 2026

Arus balik Lebaran padat, 89 ribu kendaraan tiba di Jawa

31 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dukung Pemulihan Alam di Partungko Naginjang, Ketua DPD PDI P Sumut Sumbang Rp50 Juta

31 Maret 2026

Harga iPhone 17 Series Pasca Lebaran 2026 Stabil, Mulai Rp 17 Jutaan di iBox

31 Maret 2026

Polresta Denpasar Selidiki Kasus Pemukulan Pria 19 Tahun Terhadap Istri Siri, Terkait Nama Niluh Djelantik

31 Maret 2026

Opini: Efisiensi Anggaran atau Pemangkasan?

31 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?