Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • Gempa Bumi Mengguncang Sulawesi Tenggara Pagi Ini
  • JPU Soroti Argumen Rocky Gerung di Sidang Chromebook
  • 5 Kritik Sosial Tersembunyi dalam My Royal Nemesis
  • Apa Itu Kecelakaan Highside dan Lowside di MotoGP?
  • Mengapa Venus Disebut Neraka Tata Surya?
  • Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin
  • Messi Dapati Tempat di Timnas Argentina Piala Dunia 2026
  • Rosa Sofi Meninggal Sebelum Wisuda, Kecelakaan Saat Akan Donorkan Darah untuk Teman, Diwakili Ibu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Pariwisata Jadi Penopang Ekonomi Lampung, Ini Bukti Konkret
Ekonomi

Pariwisata Jadi Penopang Ekonomi Lampung, Ini Bukti Konkret

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pariwisata Lampung Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Sektor pariwisata kini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di Provinsi Lampung. Hal ini terlihat dari perputaran uang yang mencapai Rp 53 triliun selama tahun 2025, seiring dengan lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang membuat Lampung masuk dalam 10 besar destinasi favorit nasional.

“Pertumbuhan pariwisata tidak hanya terlihat dari jumlah kunjungan, tetapi juga dampak ekonominya yang langsung dirasakan masyarakat, mulai dari UMKM hingga sektor jasa dan perdagangan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Januari–November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Provinsi Lampung mencapai 24.702.664 perjalanan, atau tumbuh sebesar 53,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menjadikan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan kunjungan tertinggi di Sumatera.

Secara nasional, Lampung masuk dalam jajaran 10 destinasi wisata yang paling diminati wisatawan nusantara. Pada September 2025, Lampung berada di peringkat sembilan dengan 2.159.343 perjalanan wisatawan, bahkan melampaui Bali yang mencatat sekitar 2,12 juta perjalanan pada periode yang sama.

Di tingkat regional, Lampung menjadi tujuan wisata terbesar kedua di Sumatera dengan kontribusi sebesar 13,26 persen terhadap total perjalanan wisatawan nusantara.

Kontribusi Pariwisata Terhadap Perekonomian

Menurut Bobby, capaian tersebut memiliki dampak langsung terhadap perekonomian daerah. Pada 2025, sektor pariwisata menyumbang Rp53.110.727.600.000 terhadap perekonomian Lampung, dengan laju pertumbuhan mencapai 74 persen, yang merupakan angka tercepat dalam lima tahun terakhir.

“Ini menunjukkan bahwa pariwisata bukan lagi sektor pelengkap, tapi sudah menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Bobby.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung kini mendekati 6 persen. Dari sisi belanja, rata-rata pengeluaran wisatawan pada 2025 diperkirakan sekitar Rp2,15 juta per kunjungan, yang menggerakkan lebih dari 3.000 UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi, dan jasa pendukung lainnya.

“Perputaran uang dari wisatawan ini mayoritas dinikmati pelaku usaha lokal. UMKM menjadi garda terdepan yang paling merasakan manfaatnya,” tambah Bobby.

Dampak Pariwisata pada Penyerapan Tenaga Kerja

Dampak pariwisata juga terlihat pada penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus 2024–Agustus 2025 mencapai 4,853 juta orang, dengan tambahan 65,79 ribu tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja.

“Pariwisata membuka lapangan kerja di banyak lini, baik formal maupun informal, mulai dari hotel, restoran, transportasi, pemandu wisata, hingga industri kreatif,” jelas Bobby.

Kinerja sektor ini juga tercermin pada tingkat hunian hotel. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Lampung pada 2024 tercatat rata-rata 47,11 persen, sementara pada November 2025 meningkat menjadi 48,93 persen. Untuk hotel nonbintang, TPK berada di angka 25,60 persen.

Wilayah Episentrum Pariwisata

Secara wilayah, pergerakan wisatawan masih terpusat di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran. Kawasan tersebut menjadi episentrum pariwisata daerah dengan dukungan destinasi unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Pantai Tanjung Setia, serta berbagai destinasi alam dan bahari lainnya.

Bobby menambahkan, penguatan sektor pariwisata terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, serta didukung penyelenggaraan berbagai event unggulan seperti Krakatau Festival, Lampung Festival, hingga pengembangan sport tourism melalui ajang Krakatau Run.

“Kami mendorong pariwisata yang berkelanjutan, tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” pungkasnya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Miliarder Muda dengan Kekayaan Luar Biasa Tahun 2026

15 Mei 2026

PMI Manufaktur Kembali Kontraksi, Ini Saham Paling Terkena Dampak

15 Mei 2026

5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Gempa Bumi Mengguncang Sulawesi Tenggara Pagi Ini

15 Mei 2026

JPU Soroti Argumen Rocky Gerung di Sidang Chromebook

15 Mei 2026

5 Kritik Sosial Tersembunyi dalam My Royal Nemesis

15 Mei 2026

Apa Itu Kecelakaan Highside dan Lowside di MotoGP?

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?