Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Kinerja Indeks Saham Lapis Kedua Melesat Awal 2026, Cek Prospek dan Rekomendasinya
    Ekonomi

    Kinerja Indeks Saham Lapis Kedua Melesat Awal 2026, Cek Prospek dan Rekomendasinya

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 January 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Tren Positif Saham Lapis Kedua di Awal Tahun 2026



    Pada awal tahun 2026, tren positif kinerja saham-saham lapis kedua atau second liner masih terus berlanjut. Ada kemungkinan bahwa saham-saham tersebut akan kembali menjadi penggerak pasar pada tahun ini. Dengan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks kumpulan saham-saham lapis kedua, yaitu IDX SMC Composite, tumbuh sebesar 7,59% sejak awal tahun atau year to date (ytd) ke level 541,504 hingga Jumat (9/1/2026).

    Kinerja indeks ini mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik sebesar 3,35% ytd maupun indeks LQ45 yang tumbuh sebesar 2,53% ytd pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa saham-saham lapis kedua sedang dalam fase penguatan yang cukup signifikan.

    Fase Risk On Mode dan Rotasi Investor

    Menurut Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, laju positif pergerakan indeks saham-saham lapis kedua cukup dipengaruhi oleh kondisi pasar yang sedang dalam fase risk on mode. Fase ini merupakan saat investor menunjukkan toleransi risiko yang lebih tinggi, sehingga mereka cenderung lebih berani masuk ke saham yang lebih berisiko.

    Dalam fase ini, para investor aktif melakukan rotasi dari saham-saham blue chip atau LQ45 ke saham-saham lapis kedua yang valuasinya masih tergolong laggard. “Secara fundamental, langkah ini valid sebagai upaya mengejar ketertinggalan valuasi (catch up valuation),” ujar dia.

    Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan bahwa tren kenaikan harga komoditas, terutama nikel dan emas, turut menjadi sentimen positif yang membuat saham-saham lapis kedua di sektor tersebut mengalami reli pada awal 2026. Di sisi lain, Pengamat Pasar Modal dan Founder Republik Investor Hendra Wardana menyampaikan bahwa penguatan IHSG yang bahkan sempat kembali menyentuh rekor all time high di level 9.000 telah membawa dampak positif bagi indeks-indeks turunannya, termasuk IDX SMC Composite.

    Sentimen January Effect dan Ekspektasi Ekonomi Baru

    Selain itu, pasar masih mampu mencatat net buy sekitar Rp 1,62 triliun dalam sepekan terakhir yang menjadi sinyal bahwa minat investor global terhadap pasar saham nasional belum surut. Meskipun sentimen January Effect terlihat tidak lagi sekuat beberapa tahun lalu, secara psikologis January Effect masih terasa, terutama pada saham-saham lapis kedua dan saham berbasis komoditas.

    “Awal tahun biasanya diwarnai oleh reposisi portofolio institusi, optimisme terhadap outlook ekonomi baru, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, sehingga hal ini membuat Januari sering kali jadi bulan yang positif,” ungkap Hendra.

    Potensi Pemulihan dan Strategi Investasi

    Secara umum, tren positif kinerja indeks saham lapis kedua masih bisa berlanjut selama 2026 berjalan, dengan pola pergerakan yang lebih selektif dan disertai dengan potensi rotasi sektoral. Sentimen utama yang dapat memengaruhi kinerja IDX SMC Composite yaitu ekspektasi penurunan suku bunga acuan global. Hal ini akan memberi dampak positif bagi emiten-emiten yang sedang aktif mencari pendanaan, mengingat adanya potensi berkurangnya beban cost of fund.

    Di samping itu, isu yang bersifat korporasi seperti merger atau akuisisi, terutama di sektor industri berbasis komoditas, juga bisa menjadi katalis positif tambahan bagi indeks saham-saham lapis kedua.

    Saham-saham Lapis Kedua yang Menarik Perhatian

    Saham-saham lapis kedua yang berpeluang menjadi unggulan tahun ini adalah emiten yang punya narasi pemulihan kinerja dan arus kas operasional yang positif, khususnya di sektor penunjang migas, perkebunan atau crude palm oil (CPO), dan ritel menengah. “Secara fundamental, investor institusi bakal cenderung mencari saham mid-cap yang rutin membagi dividen,” tutur Wafi.

    Beberapa saham lapis kedua yang menurut Wafi dapat dipertimbangkan oleh investor pada tahun ini antara lain PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dengan target harga masing-masing di level Rp 580 per saham, Rp 1.650 per saham, dan Rp 1.050 per saham.

    Persiapan untuk Masa Depan

    Hendra menyebut bahwa selama konflik geopolitik global tidak berkembang menjadi krisis sistemik, maka IHSG beserta indeks turunannya termasuk IDX SMC Composite relatif lebih tahan banting.

    Terlepas dari itu, pendekatan akumulasi bertahap dan manajemen risiko tetap menjadi kunci agar investor dapat menikmati peluang pada awal tahun tanpa terjebak euforia yang berlebihan. “Strategi investor yang paling relevan untuk memaksimalkan peluang keuntungan adalah tetap disiplin pada kombinasi momentum dan selektivitas sektor,” tandas dia.

    ELSA Chart

    by TradingView

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?