Pertandingan antara AC Milan dan Fiorentina dalam pekan ke-20 Liga Italia 2025-2026 berakhir dengan skor imbang 1-1. Meskipun bertandang ke markas tim zona merah, I Rossoneri berhasil menahan imbang tuan rumah yang tampil cukup agresif.
Pertandingan yang digelar di kandang Fiorentina pada Minggu (11/1/2026) WIB berjalan sangat sengit. Kedua tim menunjukkan permainan menyerang dengan intensitas tinggi sejak awal pertandingan. Fiorentina mencoba mengambil inisiatif serangan di awal laga, namun belum mampu membuahkan peluang matang.
Di menit ke-11, Fiorentina nyaris membuka keunggulan lewat serangan balik cepat. Christian Pulisic, pemain AC Milan, mendapat peluang emas namun gagal menuntaskannya karena gagal melewati kiper David De Gea. Tidak lama kemudian, Pulisic kembali menciptakan peluang dari tendangan jarak dekat, tetapi sepakannya melebar.
Pemain asal Amerika Serikat itu kembali gagal menjinakkan De Gea di menit ke-21. Tendangan kaki kirinya bisa dihentikan oleh kiper Spanyol tersebut. Dominasi AC Milan terus berlanjut dengan beberapa peluang berbahaya, termasuk di menit ke-27 saat Pulisic nyaris mencetak gol jika tembakannya tidak melebar.
Fiorentina baru memberikan ancaman berarti di menit ke-40 melalui tandukan Cher Ndour. Namun, Maignan dengan baik mencegah bola masuk gawang. Jelang turun minum, pelatih Fiorentina Paolo Vanoli diusir wasit setelah berselisih pendapat, sehingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Di babak kedua, Fiorentina lebih dominan dan membuat AC Milan kesulitan. Pada menit ke-52, Fabiano Parisi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang bisa dihentikan Maignan. Tujuh menit kemudian, Moise Kean nyaris membawa La Viola unggul, tetapi tembakannya melebar.
Fiorentina akhirnya mencetak gol di menit ke-66 lewat Pietro Comuzzo. Gol ini tercipta setelah Comuzzo memanfaatkan sepak pojok Albert Gudmundsson. Skor menjadi 1-0 untuk Fiorentina.
AC Milan mulai bangkit di babak kedua dengan memasukkan Rafael Leao dan Christopher Nkunku untuk meningkatkan daya serang. Sayangnya, perubahan strategi ini belum cukup efektif. Di sisi lain, Fiorentina memilih bermain bertahan dan memanfaatkan serangan balik.
Di menit akhir, Nkunku mencetak gol penyama kedudukan dengan sontekan keras dari kotak 16. Skor akhir 1-1 pun tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini menjadi mimpi buruk bagi Fiorentina yang gagal meraih kemenangan ketiganya di Liga Italia musim ini. Di sisi lain, AC Milan juga kecewa karena gagal merebut puncak klasemen dari Inter Milan.
Susunan Pemain
Fiorentina (4-3-3):
43-David de Gea; 2-Dodo, 15-Pietro Comuzzo, 5-Marin Pongracic, 21-Robin Gosens (Luca Ranier 83’); 8-Rolando Mandragora (Marco Brescianini 65’), 44-Nicolo Fagioli, 27-Cher Ndour (Simon Sohm 90+1); 65-Fabiano Parisi (Niccolo Fortini 83’), 20-Moise Kean, 10-Albert Gudmundsson (Manor Salomon 82’).
Pelatih: Paolo Vanoli
AC Milan (3-5-2):
16-Mike Maignan; 5-Koni De Winter, 46-Matteo Gabbia, 31-Strahinja Pavlovic (Christopher Nkunku 74’); 56-Alexis Saelamaekers, 8-Ruben Loftus-Cheek (Youssouf Fofana 63’), 30-Ardon Jashari (Adrien Rabiot 60’), 4-Samuele Ricci, 2-Pervis Estupinan (Davide Bartesaghi 60’); 9-Niclas Fullkrug (Rafael Leao 60’), 11-Christian Pulisic.
Pelatih: Massimiliano Allegri



