Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • Mitsubishi Xpander HEV Versi Terbaru, Harga Rp 480 Jutaan
  • Kisah Yuma Soerianto, Anak Indonesia Jadi Pengembang Apple di Usia 10 Tahun
  • Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan
  • Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland
  • Prediksi Skor Chile vs Cape Verde: Head-to-Head dan Statistik di FIFA Series 2026
  • Ramalan Zodiak Besok: Leo, Virgo, Libra, Scorpio, 29 Maret 2026 – Kenaikan Saldo & Hadapi Konflik
  • Renungan Katolik Jumat 27 Maret 2026: Bapa Ada dalam Aku
  • ENRG turun dari puncak, analis rekomendasikan beli, target tembus rekor baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Lebih Parah dari Era Mahsa Amini, 2.571 Jiwa Tewas dalam Protes Iran
Nasional

Lebih Parah dari Era Mahsa Amini, 2.571 Jiwa Tewas dalam Protes Iran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Gelombang Protes Nasional di Iran dengan Korban Jiwa yang Mengkhawatirkan

Gelombang protes nasional yang sedang terjadi di Iran kini menjadi perhatian dunia setelah laporan mengungkapkan jumlah korban jiwa yang sangat besar. Menurut laporan dari Human Rights Activists News Agency (HRANA), sebuah kelompok aktivis berbasis di Amerika Serikat, jumlah korban tewas hingga Rabu pagi (14/1) mencapai setidaknya 2.571 orang. Angka ini jauh melampaui catatan korban kerusuhan dalam beberapa dekade terakhir, bahkan membangkitkan ingatan akan kekacauan Revolusi 1979.

Dari total korban tersebut, sebanyak 2.403 orang adalah demonstran, sementara 147 lainnya berasal dari pihak pemerintah. Selain itu, 12 anak-anak dan sembilan warga sipil yang tidak ikut dalam protes juga turut menjadi korban. Saat ini, lebih dari 18.100 orang telah ditahan oleh otoritas setempat.

Skylar Thompson dari HRANA menyampaikan keherannya terhadap lonjakan angka korban ini kepada Associated Press (AP). Menurutnya, jumlah korban kali ini mencapai empat kali lipat dari korban protes Mahsa Amini tahun 2022, meskipun protes baru berlangsung selama dua minggu.

Setelah sempat memutus akses komunikasi secara total, otoritas Iran mulai mengizinkan panggilan telepon ke luar negeri pada Selasa (13/1). Melalui sambungan telepon, para saksi mata di Teheran menceritakan suasana kota yang mencekam dengan penjagaan aparat yang sangat ketat. Di pusat kota, gedung-gedung pemerintah tampak hangus terbakar dan mesin ATM hancur. Polisi anti-huru hara mengenakan helm, perisai, hingga senapan berjaga di persimpangan jalan, didampingi petugas berpakaian preman.

Meski toko-toko mulai buka, suasana tetap sepi karena warga khawatir akan kemungkinan serangan dari Amerika Serikat. “Pengiriman pesan teks masih terputus, dan akses internet hanya terbatas pada situs-situs lokal yang disetujui pemerintah,” ujar seorang saksi yang meminta anonim karena alasan keamanan.

Pernyataan Trump dan Reaksi Pihak Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan keras melalui platform Truth Social miliknya. Ia menulis: “Para Patriot Iran, TERUSLAH PROTES – KUASAI INSTITUSI KALIAN!!!” serta menyatakan bahwa ia telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan demonstran yang tidak masuk akal ini BERHENTI.

Namun, beberapa jam setelah unggahannya, Trump tampak sedikit melunak saat berbicara kepada wartawan. Ia menyatakan masih menunggu laporan akurat sebelum bertindak. “Menurut saya mereka telah berperilaku buruk, tetapi itu belum dikonfirmasi,” ungkap Trump mengenai pasukan keamanan Iran.

Pihak Iran langsung bereaksi keras terhadap pernyataan Trump. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menuding balik AS dan Israel sebagai dalang kekacauan. “Kami menyatakan nama-nama pembunuh utama rakyat Iran: 1. Trump 2. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.”

Tanggapan Pemerintah dan Upaya Komunikasi

Di tengah penindakan keras, televisi pemerintah Iran secara resmi mengakui adanya kematian massal dengan menyebutkan bahwa negara memiliki “banyak martir.” Di sisi lain, pemerintah juga mengumumkan layanan kamar mayat gratis, sebuah langkah yang dicurigai aktivis sebagai upaya merespons laporan adanya biaya tinggi bagi keluarga yang ingin mengambil jenazah korban.

Pemerintah juga mulai memburu terminal internet satelit Starlink. Warga di Teheran utara melaporkan adanya penggerebekan ke apartemen-apartemen yang memiliki antena satelit. Meski begitu, para aktivis memastikan bahwa layanan Starlink tetap diupayakan masuk untuk membantu komunikasi warga.

“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa langganan gratis untuk terminal Starlink berfungsi sepenuhnya. Kami mengujinya menggunakan terminal Starlink yang baru diaktifkan di Iran,” tegas Mehdi Yahyanejad, aktivis di Los Angeles, kepada Associated Press.

Awal Mula Protes

Protes yang pecah sejak akhir Desember ini awalnya dipicu oleh kemerosotan ekonomi, namun dengan cepat berubah menjadi gerakan politik yang menargetkan rezim teokrasi dan Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei. Kini, situasi di Iran terus memanas dan menjadi sorotan internasional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan

30 Maret 2026

Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland

30 Maret 2026

Renungan Katolik Jumat 27 Maret 2026: Bapa Ada dalam Aku

30 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mitsubishi Xpander HEV Versi Terbaru, Harga Rp 480 Jutaan

30 Maret 2026

Kisah Yuma Soerianto, Anak Indonesia Jadi Pengembang Apple di Usia 10 Tahun

30 Maret 2026

Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan

30 Maret 2026

Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?