Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 20 Mei 2026
Trending
  • Harga HP Vivo Terbaru: X300 Pro, X300 Ultra, V50, V60 Lite, iQoo 15
  • Lima Shio Ini Selalu Makmur, Rezeki Stabil dan Hidup Makin Mapan
  • Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Dewa dan Ibu, Kepala Korban Pendarahan Usai Terbentur
  • 25 Soal Ujian Akhir Semester Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dengan Kunci Jawaban
  • Negosiasi Transfer Persib Bandung: 10 Target Utama Musim Depan, Bobotoh Perhatikan!
  • Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini: Ketenangan dan Peluang Emas Menghiasi Minggu 17 Mei 2026
  • Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Arti Girls Night Out, Makna, Contoh, dan Pengertian dalam Bahasa Gaul
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Klarifikasi Kasus Puskesmas Tolak Pasien Banyumas dengan Ambulans: Tidak Sesuai Prosedur
Nasional

Klarifikasi Kasus Puskesmas Tolak Pasien Banyumas dengan Ambulans: Tidak Sesuai Prosedur

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Januari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peristiwa Kematian Pasien Jantung di Puskesmas Pekuncen 1

Unggahan kisah seorang pasien sakit jantung, bernama Khotimah (42) yang meninggal setelah diduga tidak mendapatkan bantuan ambulans dari puskesmas setempat menjadi viral di media sosial. Peristiwa ini memicu berbagai tanggapan dan diskusi publik mengenai prosedur medis serta respons tenaga kesehatan.

Fakta dan Hasil Mediasi

Kepala Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Robi, menjelaskan bahwa pihak keluarga pasien, Puskesmas Pekuncen 1, pemerintah desa, serta pengunggah konten telah melakukan mediasi. Pertemuan tersebut digelar pada Senin (12/1/2026) dan dihadiri Camat Pekuncen, Kepala Puskesmas Pekuncen 1, dokter, bidan atau perawat yang saat kejadian sedang piket, serta perwakilan pemerintah desa.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Puskesmas Pekuncen 1 memberikan klarifikasi terkait prosedur atau SOP yang dijalankan saat menangani pasien. Menurut penjelasan pihak puskesmas, memang benar ada seorang pasien perempuan yang datang ke puskesmas dalam kondisi sepintas terlihat kritis. Pasien tersebut datang berboncengan menggunakan sepeda motor dengan keponakannya.

“Sepintas memang kritis dan ternyata pasien itu menderita sakit jantung, darah tinggi, serta satu penyakit lain. Jadi ada tiga penyakit komplikasi,” ujar Robi.

Berdasarkan riwayat medis, Khotimah merupakan pasien yang pernah ditangani Puskesmas Pekuncen 1. Dia memiliki riwayat penyakit jantung dan telah menjalani pemasangan ring jantung sebanyak dua kali di Semarang. Selain jantung, dia juga menderita tekanan darah tinggi dan satu penyakit lain yang memperberat kondisinya.

Saat tiba di puskesmas, pihak tenaga medis menyampaikan sesuai SOP. Pasien harus terlebih dahulu dilakukan tindakan stabilisasi agar kondisinya lebih stabil sebelum dirujuk ke RSUD Ajibarang. Salah satu tindakan awal yang direncanakan adalah pemasangan infus sebagai pertolongan pertama.

Namun menurut versi pihak puskesmas, keluarga pasien dalam kondisi panik dan tidak sabar sehingga menolak tindakan infus tersebut. Padahal, infus dinilai penting sebagai langkah awal stabilisasi sebelum rujukan dilakukan.

“Dari pihak puskesmas, setelah dilakukan pertolongan pertama dan kondisi pasien stabil, baru kemudian akan dikomunikasikan rujukan ke RSUD Ajibarang, termasuk menyiapkan ambulans dan seluruh fasilitasnya,” jelas Robi.

Karena keluarga pasien bersikeras ingin segera membawa pasien tanpa menunggu prosedur stabilisasi, akhirnya pasien dibawa pergi menggunakan motor sebelum dilakukan tindakan medis sesuai SOP. Dalam perjalanannya, kondisi pasien semakin memburuk. Pasien sempat menghentikan mobil di jalan dan akhirnya meninggal di tengah perjalanan.

Penjelasan Pihak Puskesmas

Robi menegaskan, dari sudut pandang puskesmas, SOP harus tetap dijalankan. Pihak puskesmas tidak bersedia langsung membawa pasien menggunakan ambulans tanpa prosedur medis yang benar. Karena, apabila terjadi sesuatu di jalan, sementara SOP dilanggar, pihak puskesmas tetap akan dimintai pertanggungjawabannya, karena menggunakan fasilitas resmi milik puskesmas.

“Kalau SOP dilanggar tapi fasilitas yang dipakai ambulans puskesmas, justru puskesmas yang kena. Itu yang menjadi pertimbangan mereka,” ungkapnya.

Terkait isu yang beredar di media sosial bahwa ambulans tidak bisa digunakan karena tidak ada sopir, Robi memastikan informasi tersebut tidak benar. Dia menegaskan ambulans dalam kondisi siap, termasuk sopir dan kelengkapan lainnya.

“Ambulans standby, sopirnya ada, semua siap. Bukan karena tidak ada sopir,” tegas Robi.

Permintaan Maaf Pengunggah Konten

Pengunggah video Facebook bernama Masrikun juga memberikan klarifikasi. Dia mengakui unggahan yang dibuatnya belum melalui konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait. “Yang bersangkutan minta maaf karena mengunggah tanpa konfirmasi.” Dia juga tidak menyaksikan langsung kejadian itu, bukan pelaku dan bukan keluarga pasien.

Masrikun berkomitmen melakukan klarifikasi di akun Facebook setelah mendapatkan penjelasan utuh terkait SOP dan prosedur medis yang berlaku. Dia juga menyanggupi untuk memperbaiki unggahannya.

Selain itu, pengunggah media sosial tersebut meminta agar pihak puskesmas ke depan lebih aktif mensosialisasikan SOP dan prosedur kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang.

Solusi dan Evaluasi Ke Depan

Dari hasil mediasi, pihak kecamatan turut memberikan solusi agar ke depan ada terobosan dalam penanganan kasus-kasus darurat. Salah satu usulan dari Camat Pekuncen adalah pembuatan konsep perjanjian atau surat pernyataan dari pasien atau keluarga pasien.

“Kalau pasien minta segera dirujuk tanpa melalui prosedur stabilisasi, bisa dibuatkan pernyataan bahwa itu permintaan sendiri dan tidak akan menuntut apabila terjadi sesuatu di jalan,” jelas Robi.

Untuk evaluasi ke depan, pihak desa mengatakan akan ada pengadaan ambulans desa pada April 2026 karena sudah disepakati bersama. Menurutnya, solusi tersebut dinilai cukup baik agar tidak terjadi saling menyalahkan antara tenaga medis dan keluarga pasien.

Di satu sisi, puskesmas tetap terlindungi karena menjalankan SOP, sementara di sisi lain keinginan pasien juga bisa difasilitasi dengan kesepakatan tertulis.

Robi menambahkan, pihak Puskesmas Pekuncen 1 juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal terhadap pelayanan yang diberikan. Sementara itu, pengunggah media sosial juga berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan melakukan klarifikasi sebelum menyebarkan informasi ke publik.

“Itu sementara yang bisa kami sampaikan. Prinsipnya semua pihak sudah saling memahami, mengevaluasi, dan sepakat agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Pengunggah, Masrukhin Syam menyampaikan permohonan maaf dan koreksi. Dari hasil pertemuan atau mediasi ada beberapa hal yang disampaikan. “Kalimat yang menjurus pada tudingan ‘petugas sing ora nduwe rasa kemanusiaan’ disadari muncul karena kondisi emosional,” ucap Masrukhin.

Dia memberikan pandangan arah pembahasan kini lebih difokuskan pada perlunya perbaikan SOP di Puskesmas Pekuncen 1. Puskesmas Pekuncen 1 juga telah berkomitmen lebih giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait SOP penggunaan mobil ambulans. “Akan diusulkan kepada Dinkes KB Kabupaten Banyumas terkait penyederhanaan SOP penggunaan mobil ambulans, agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal,” katanya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

25 Soal Ujian Akhir Semester Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dengan Kunci Jawaban

20 Mei 2026

Lima Shio Ini Selalu Makmur, Rezeki Stabil dan Hidup Makin Mapan

20 Mei 2026

Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga HP Vivo Terbaru: X300 Pro, X300 Ultra, V50, V60 Lite, iQoo 15

20 Mei 2026

Lima Shio Ini Selalu Makmur, Rezeki Stabil dan Hidup Makin Mapan

20 Mei 2026

Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Dewa dan Ibu, Kepala Korban Pendarahan Usai Terbentur

20 Mei 2026

25 Soal Ujian Akhir Semester Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dengan Kunci Jawaban

20 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?