Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»6 Tantangan Pemerintah untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
    Ekonomi

    6 Tantangan Pemerintah untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 January 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    JAKARTA, Indonesiadiscover.com

    Sejumlah analis ekonomi menilai bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada tahun 2026 masih memungkinkan untuk dicapai. Namun, hal ini perlu disikapi dengan realistis dan penuh kehati-hatian oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha.

    Ajib Hamdani, Analis Kebijakan Ekonomi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menyampaikan bahwa optimisme Menteri Keuangan terhadap capaian pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen patut diapresiasi. Ia menilai langkah-langkah seperti percepatan belanja pemerintah sejak awal tahun serta penguatan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Namun, Ajib juga mencatat bahwa dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah bersama DPR RI masih menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4 persen. Sementara itu, pelaku usaha secara konservatif memproyeksikan pertumbuhan ekonomi antara 5,0 sampai 5,4 persen.

    Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi 2026 dapat mencapai target 6 persen, Apindo menyarankan beberapa prasyarat strategis yang harus menjadi prioritas utama pemerintah:

    • Penciptaan lapangan kerja berkualitas

      Seluruh kebijakan pemerintah seharusnya bermuara pada peningkatan penyerapan tenaga kerja formal. Investasi perlu diarahkan ke sektor-sektor padat karya, sambil mencegah pola investasi turnkey, terutama di level pekerjaan dasar. Penerapan rasio tenaga kerja lokal secara konsisten juga diperlukan.

    • Bauran kebijakan fiskal dan moneter yang efektif

      Tahun 2025 dinilai sebagai fase transisi menuju kebijakan fiskal yang lebih pro-pertumbuhan. Namun, ruang fiskal yang sempit, potensi shortfall penerimaan pajak, serta inefisiensi BUMN menjadi tantangan yang harus diatasi. Pemerintah perlu mengedepankan prinsip collect more, spending better, sementara kebijakan moneter tetap menjaga inflasi di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

    • Efisiensi biaya usaha secara universal

      Agenda ini mencakup pemangkasan biaya kepatuhan, penyediaan pembiayaan yang lebih kompetitif, serta pengendalian biaya energi, logistik, dan tenaga kerja.

    • Peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia

      Percepatan link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha, reformasi vokasi, reskilling dan upskilling, serta penguatan literasi digital sangat penting. Tuntutan kenaikan upah harus sejalan dengan peningkatan produktivitas agar daya saing nasional terjaga.

    • Pemberdayaan UMKM dalam rantai pasok

      Kemitraan yang terstruktur antara BUMN dan swasta, insentif fiskal yang tepat sasaran, serta penguatan akses pembiayaan dan pasar dinilai krusial agar UMKM dapat naik kelas dan terintegrasi ke rantai nilai global.

    • Kesinambungan partisipasi aktif dunia usaha

      Dibutuhkan mekanisme kolaborasi yang responsif melalui policy feedback loop, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berbasis pada realitas dunia usaha.

    Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai target yang ditetapkan, sambil tetap menjaga stabilitas dan inklusivitas ekonomi nasional.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?