Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 22 October 2026
Trending
  • Sinopsis Grown Ups 2 (2013): Hari Terakhir yang Liar Sebelum Liburan
  • Rekor Pemulihan Aset Koruptor Rp24 Triliun, Kejagung Dominasi Penegakan Hukum Era Prabowo
  • Keseruan Ride and Camp YRFI Bandung 2026: Yamaha Jabar Perkuat Solidaritas Komunitas
  • Kadin: Pemerintah over pede targetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen di 2027
  • MilkLife Festival SenengMinton Kudus 2026: Menyiapkan talenta masa depan sejak usia dini
  • Olahraga: Kebutuhan, keinginan, atau gaya hidup? Bijak mengelola keuangan di tengah tren berolahraga
  • 5 arahan Prabowo ke kabinet di 2 tahun pemerintahan
  • KPK bidik pencucian uang di Pemkab Pekalongan, sprindik baru kasus Fadia Arafiq resmi diterbitkan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Pemerintah Yakin Ekonomi 2026 Tumbuh 6 Persen, BI dan Pakar Beri Catatan
Ekonomi

Pemerintah Yakin Ekonomi 2026 Tumbuh 6 Persen, BI dan Pakar Beri Catatan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada Tahun 2026

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan menetapkan target ambisius untuk pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun mendatang. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 dapat mencapai angka 6 persen. Ia menilai target tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

“Untuk tahun 2026, pertumbuhan harusnya bisa mencapai 6 persen. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, ini tidak terlalu sulit untuk dicapai,” ujar Purbaya dalam jumpa pers yang diadakan di Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025.

Strategi Utama untuk Mencapai Target

Untuk mewujudkan target pertumbuhan 6 persen tersebut, pemerintah telah merancang beberapa strategi utama. Salah satu langkah kunci adalah percepatan belanja negara (front-loading) sejak awal tahun 2026. Dengan langkah ini, diharapkan roda perekonomian akan lebih cepat bergerak.

Selain itu, Purbaya menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan fiskal yang dikelola oleh Kementerian Keuangan dengan kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Ia menjelaskan bahwa koordinasi ini merupakan bentuk komunikasi strategis, bukan intervensi terhadap independensi bank sentral.

“Bukan saya mengintervensi, tapi kita memperkuat komunikasi dengan Pak Gubernur BI,” tambahnya.

Pemerintah juga mengandalkan Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) untuk menghilangkan hambatan-hambatan investasi. Dengan iklim usaha yang lebih baik, diharapkan aliran modal asing (Foreign Direct Investment) dapat meningkat signifikan sebagai motor penggerak ekonomi.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi: Pemerintah vs Bank Indonesia

Meskipun optimis pada angka 6 persen, Bank Indonesia memiliki proyeksi yang sedikit lebih moderat. BI memprediksi pertumbuhan ekonomi 2026 akan berada di kisaran 4,7 persen hingga 5,5 persen, dengan titik tengah di angka 5,3 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi tahun 2025 yang dipatok pada kisaran 4,6 persen hingga 5,4 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat kerja bersama Banggar DPR RI menyampaikan bahwa dengan kebijakan fiskal yang kuat, pertumbuhan ekonomi memiliki peluang untuk meningkat. “Pertumbuhan ekonomi cenderung akan lebih tinggi dari titik tengah sekitar 5,3 persen, atau bisa didorong sampai 5,4 persen,” ujarnya.

Sementara itu, untuk penutupan tahun 2025, Menkeu memprediksi angka pertumbuhan akan stabil di level 5,2 persen secara keseluruhan (full year), didorong oleh performa kuartal IV yang diperkirakan melampaui 5,5 persen.

Kritik dari Kalangan Akademisi

Di sisi lain, kalangan akademisi dan pengamat ekonomi memberikan kritik terhadap target-target tersebut. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan berada di level 5 persen.

Esther memperingatkan pemerintah agar mulai beralih dari ketergantungan kronis terhadap konsumsi rumah tangga. Menurutnya, mengaktifkan mesin pertumbuhan lain adalah sebuah kewajiban atau “fardhu ain”.

“Cukup sudah ya, konsumsi rumah tangga ini sudah terlalu lama mendominasi dan berkontribusi secara dominan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik,” tegas Esther.

Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih rentan terhadap fluktuasi harga komoditas pangan dan energi serta dinamika geopolitik global. Ketergantungan tinggi terhadap impor barang modal dan pangan juga menjadi titik lemah yang mengakibatkan devisa negara seringkali “parkir” di luar negeri.

Memperkuat Imunitas Ekonomi Nasional

Esther membandingkan imunitas ekonomi Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang dinilai lebih resilien terhadap fragmentasi perdagangan internasional. Untuk mengejar ketertinggalan daya saing, Indef mendorong penguatan pada tiga sektor utama:

  • Ekspor: Mendorong hilirisasi agar komoditas yang dijual memiliki daya saing tinggi di pasar global.
  • Bernilai Tambah: Mengoptimalkan nilai tambah dari produk lokal.
  • Investasi Riil: Menarik modal yang mampu menyerap tenaga kerja secara masif.
  • Efektivitas Belanja Pemerintah: Memastikan pengeluaran negara menghasilkan dampak berganda (multiplier effect) bagi rakyat kecil.

“Investasi, kemudian ekspor, dan pengeluaran pemerintah ini juga harus aktif, sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi tidak hanya 5 persen tapi bisa mencapai lebih dari 5 persen,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kadin: Pemerintah over pede targetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen di 2027

22 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Bos Intel ungkap teknologi cip yang bisa bikin AI lebih hemat energi

17 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sinopsis Grown Ups 2 (2013): Hari Terakhir yang Liar Sebelum Liburan

22 October 2026

Rekor Pemulihan Aset Koruptor Rp24 Triliun, Kejagung Dominasi Penegakan Hukum Era Prabowo

22 October 2026

Keseruan Ride and Camp YRFI Bandung 2026: Yamaha Jabar Perkuat Solidaritas Komunitas

22 October 2026

Kadin: Pemerintah over pede targetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen di 2027

22 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?