Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • Pramac Siapkan Skenario Jika Jorge Martin Kembali Berduet dengan Toprak Razgatlioglu
  • Revolusi Menginap 24 Jam HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort
  • Ramalan Tahun Kuda Api 2026: 6 Zodiak yang Bakal Wujudkan Mimpi Besar
  • Jordi Amat, Solusi Ideal Gantikan Thom Haye di Timnas Indonesia?
  • Tangis Fadllun di TPU Samarinda: Ramadan Tanpa Ayah
  • Suster Ika, Biarawati Penyelamat 13 Perempuan Korban TPPO di NTT
  • 3 Bulan Kelahiran yang Dikabarkan Kaya Raya di 2026, Cek Daftarnya!
  • Yamaha NMAX 2026 vs Honda PCX 160 vs Aerox 155: Skutik Premium Terbaik untuk Harian dan Touring
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Inspirasi atap DPR/MPR berasal dari kuali serabi
Ragam

Inspirasi atap DPR/MPR berasal dari kuali serabi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Atap Gedung DPR/MPR yang menjadi ikon tidak sengaja tercipta. Inspirasi berasal dari kuali serabi yang dipotong menjadi dua bagian.

Sejarah Unik Atap Gedung Parlemen

Gedung MPR/DPR di Jakarta memiliki atap yang sangat khas, dengan bentuk seperti kepakan sayap burung. Namun, keunikan ini justru lahir secara tidak disengaja. Awalnya, gedung ini dibangun sebagai tempat pelaksanaan Conference of The New Emerging Forces (Conefo), sebuah organisasi yang bertentangan dengan PBB. Bung Karno ingin membuat bangunan ini lebih megah dan mewah daripada Gedung PBB di New York.

Proses Pembangunan yang Tidak Biasa

Pembangunan dimulai pada 1965, dengan tujuan membangun kompleks yang bisa menampung 70 negara. Untuk menciptakan rancangan yang sesuai, dilakukan sayembara terbatas. Kelompok arsitek muda yang terdiri dari Ir. Soejoedi Wirjoatmodjo dan rekan-rekannya berpartisipasi setelah usulan dari Menteri PUTL D. Suprayogi.

Proses pembangunan berjalan cepat. Dalam waktu dua minggu, mereka harus menyelesaikan gambar dan maket. Bahkan, Soejoedi menjual mobil untuk menutupi biaya awal. Dalam proses pembuatan maket, mereka menghadapi tantangan besar dalam membentuk kubah. Berbagai kali pengecoran gagal karena kubah retak atau pecah.

Inspirasi dari Kuali Serabi

Saat itu, Nurpontjo, salah satu anggota tim, mencoba memotong cetakan dari kuali serabi menjadi dua bagian. Tujuannya adalah untuk mendapatkan bentuk kubah yang stabil. Namun, ide ini justru menginspirasi Soejoedi untuk merancang dua busur yang menyerupai sayap burung. Ide ini akhirnya diadopsi dan menjadi ciri khas atap gedung.

Keberhasilan Rancangan

Soejoedi berhasil menang dalam kompetisi rancangan. Bung Karno mengapresiasi inovasi yang ditawarkan. Rancangan ini dinilai unik dan layak ditampilkan di forum internasional. Sutami, pelaksana teknis, menyatakan bahwa bentuk atap ini bisa direalisasikan.

Tim Kerja yang Luar Biasa

Untuk mempercepat pembangunan, dibentuk Komando Proyek New Emerging Forces (Kopronef) yang dipimpin oleh Menteri PUTL D. Suprayogi. Terdapat empat tim kerja:

Tim pertama dikomandani Dipl. Ing. Soejoedi, bertugas menyiapkan gambar.

Tim kedua dipimpin Jusuf Muda Dalam, bertugas di bidang dana dan administrasi.

Tim ketiga diketuai Ir. S. Danugoro, bertugas di bidang logistik dan perbekalan.

Tim keempat dibawahi Ir. Sutami yang bertugas di bidang pelaksanaan teknis lapangan.

Pembangunan yang Menggemparkan

Pembangunan dilakukan 24 jam sehari. Meski peralatan terbatas, semua instansi pemerintah dan non-pemerintah terlibat. Bahkan, bahan-bahan sisa dari proyek Senayan digunakan sebagai pengganti besi baja. Saat pengecoran atap, sebanyak 27.000 orang terlibat langsung.

Hasil yang Luar Biasa

Dalam delapan bulan, struktur bangunan selesai. “Bisa dikatakan pekerjaan ini ditangani oleh armada semut,” kenang Nurpontjo. Meskipun rencana Conefo gagal, gedung ini akhirnya digunakan sebagai Gedung MPR/DPR.

Kompleks yang Lengkap

Gedung utama MPR/DPR hanya satu dari lima bangunan dalam kompleks. Empat lainnya adalah:

Gedung sekretariat.

Banquet hall dan dapurnya.

Auditorium.

Mechanical building.

Pembangunan keseluruhan kompleks selesai pada 1975, meski upacara peresmian belum pernah digelar.

Kesimpulan

Atap Gedung DPR/MPR yang ikonik tidak diciptakan, tetapi ditemukan secara kebetulan. Inspirasi dari kuali serabi yang dipotong menjadi dua bagian, menghasilkan bentuk yang unik dan kuat. Proses pembangunan yang luar biasa dan kolaborasi antar tim, membantu merealisasikan rancangan ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pramac Siapkan Skenario Jika Jorge Martin Kembali Berduet dengan Toprak Razgatlioglu

22 Februari 2026

Yamaha NMAX 2026 vs Honda PCX 160 vs Aerox 155: Skutik Premium Terbaik untuk Harian dan Touring

22 Februari 2026

Mengapa Yamaha XSR155 Jadi Pilihan Penggemar Gaya Klasik dan Vintage? Ini Performanya!

22 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pramac Siapkan Skenario Jika Jorge Martin Kembali Berduet dengan Toprak Razgatlioglu

22 Februari 2026

Revolusi Menginap 24 Jam HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort

22 Februari 2026

Ramalan Tahun Kuda Api 2026: 6 Zodiak yang Bakal Wujudkan Mimpi Besar

22 Februari 2026

Jordi Amat, Solusi Ideal Gantikan Thom Haye di Timnas Indonesia?

22 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?