Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • 5 Biaya Tersembunyi Saat Menginap di Hotel
  • Cerdas Manfaatkan Peluang! 6 Shio Ini Akan Kuasai Kekayaan di Tahun Kuda Api 2026
  • Berita Persebaya Hari Ini: Tavares Kembangkan 4 Pemain Cedera
  • Dokter Tifa Bocorkan Rahasia di Balik Ajakan ke Solo Temui Jokowi
  • Dibela Hotman Paris, Kakek Herman Jadi Tersangka Usir Maling Pakai Parang
  • Jadwal Berbuka Puasa Hari Ini di Jawa Tengah dan Yogyakarta
  • 6 kesalahan mencuci mobil yang merusak cat, hindari!
  • Dari Sa Pa ke Bandung, destinasi paling cepat berkembang di Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Pameran “Akrab” Karya Seni Terapi
Ragam

Pameran “Akrab” Karya Seni Terapi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Keterlibatan Seni dalam Pemulihan Psikososial Anak di LPKA

Anak-anak yang berhadapan dengan hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) sering mengalami tantangan psikososial yang kompleks. Masalah seperti regulasi emosi, ekspresi diri, komunikasi, dan kepercayaan diri yang tidak optimal menjadi isu utama yang perlu diperhatikan. Salah satu cara untuk membantu mereka adalah melalui intervensi art therapy, khususnya dengan menggunakan puisi dan seni rupa.

Terapi seni telah terbukti efektif sebagai media katarsis emosional, mencegah stres, serta meningkatkan kemampuan regulasi emosi. Puisi, misalnya, dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan sosial, sedangkan seni lukis dan menulis memfasilitasi refleksi diri serta mengurangi kecemasan. Dengan demikian, seni menjadi alat penting dalam proses pemulihan psikososial anak-anak tersebut.

Proyek Akrab: Aksi Kreatif Remaja untuk Asa Baru

Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi anak-anak di LPKA, para siswa SMA Kuntum Cemerlang menginisiasi proyek bernama Akrab atau Aksi Kreatif Remaja untuk Asa Baru. Mereka memberikan bantuan melalui terapi seni berbasis puisi dan galeri seni kepada anak-anak yang berhadapan dengan hukum di LPKA Bandung. Tujuan utamanya adalah mendukung pemulihan psikososial, menyalurkan emosi, dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.

Karya-karya hasil dari proyek ini dipamerkan dalam pameran “Akrab” di Orbital Dago, Jalan Rancakendal Luhur, Bandung, pada periode 24 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Deretan karya yang ditampilkan merupakan hasil dari proses pendampingan panjang yang dilakukan di LPKA Bandung antara 4 Oktober hingga 6 Desember 2025.

Ruang Tumbuh bagi Anak Berhadapan dengan Hukum

Pembina seni rupa sekaligus pemilik Orbital Dago, Rifky Effendy, menjelaskan bahwa pameran “Akrab” hadir sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Melalui karya seni, mereka bisa menyampaikan banyak kisah yang biasanya tertahan. Ada suka duka yang tak terucap, luapan emosi berlapis, ingatan yang timbul dan tenggelam, serta pandangan hidup yang perlahan dirumuskan kembali.

“Karya menjadi jalan setapak menuju ruang yang lebih lapang. Tempat seni dirayakan sebagai proses berbagi, pelepasan, dan pencarian diri, tanpa tuntutan tema, batasan cara ungkap, dan tanpa keharusan menjelaskan segalanya,” ujar Rifky.

Menurut Rifky, seni diposisikan sebagai bahasa yang memberi ruang bagi keberadaan, kerentanan, dan kemungkinan untuk berubah. Lewat puisi dan karya visual, peserta diajak untuk mendengarkan diri sendiri, mengenali emosi, dan membangun kepercayaan atas pengalaman hidupnya.

Kebebasan dalam Berkarya

Karya-karya yang dihasilkan lahir dari kebebasan penuh dalam berkarya. Setiap goresan, warna, dan kata tumbuh secara organik sesuai ritme batin masing-masing individu. Tidak ada tema yang ditetapkan karena yang dirayakan adalah kejujuran proses. Bagaimana sesuatu dirasakan sebelum diberi nama, dan bagaimana seni menjadi medium untuk menampungnya.

Rifky menjelaskan bahwa setiap karya menjadi fragmen percakapan batin. Sebagian lirih, sebagian meledak, dan sebagian lain hadir dalam diam. Hal ini menunjukkan upaya memahami diri, menata ulang ingatan, serta merespons dunia di sekitarnya.

Beragam Medium dan Teknik Visual

Pilihan medium, teknik, dan bentuk visual yang beragam tidak dimaknai sebagai perbedaan gaya semata. Namun, sebagai cara personal dalam memandang persoalan, memperkarakannya, dan berdamai dengannya. Rifky menegaskan bahwa karya-karya tersebut tidak berdiri sebagai pengakuan masa lalu, tetapi sebagai penanda proses bahwa perubahan berlangsung secara bertahap dan rapuh.

Pandangan dari Kemanusiaan

Rifky menekankan bahwa pameran ini mengajak untuk memandang karya-karya dari anak-anak berhadapan dengan hukum bukan dari latar belakang hukumnya, tetapi dari kemanusiaannya. Mereka adalah individu yang sedang belajar, bertumbuh, dan menyiapkan diri untuk kembali menapaki kehidupan sosial.

“Dalam setiap karya yang dipajang, tersirat harapan sederhana tetapi mendasar. Bahwa, setiap anak layak mendapatkan ruang aman, kesempatan kedua, dan asa baru untuk melanjutkan hidup,” ujar Rifky.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

6 kesalahan mencuci mobil yang merusak cat, hindari!

22 Februari 2026

Bagnaia Dibuang Ducati, Bisa Bentuk Pasangan Patah Hati dengan Jorge Martin

22 Februari 2026

Astra Motor Yogyakarta Juara di Festival Vokasi Satu Hati 2026

22 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 Biaya Tersembunyi Saat Menginap di Hotel

22 Februari 2026

Cerdas Manfaatkan Peluang! 6 Shio Ini Akan Kuasai Kekayaan di Tahun Kuda Api 2026

22 Februari 2026

Berita Persebaya Hari Ini: Tavares Kembangkan 4 Pemain Cedera

22 Februari 2026

Dokter Tifa Bocorkan Rahasia di Balik Ajakan ke Solo Temui Jokowi

22 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?