Gianpiero Gasperini kembali menginjakkan kaki di kota Bergamo, tempat ia pernah berkontribusi besar dalam pengembangan Atalanta. Kepulangan pelatih AS Roma ini tidak berjalan mulus. Dalam laga lanjutan Liga Italia 2025/26 yang berlangsung di New Balance Arena, Giallorossi harus menerima kekalahan 0-1 dari Atalanta pada hari Ahad (4/1/2025) dini hari WIB.
Laga ini memiliki makna khusus bagi Gasperini. Ia bukan hanya sekadar pelatih tamu, tetapi sosok yang pernah membawa Atalanta menjadi salah satu tim terkuat di Serie A. Di hadapan publik yang sangat mengenalnya, Gasperini harus menerima kenyataan bahwa mantan timnya menjadi penghalang utama yang membuat Roma terlempar dari empat besar klasemen.
Gol tunggal yang dicetak Giorgio Scalvini pada menit ke-12 menjadi penentu hasil pertandingan. Gol tersebut lahir dari situasi sepak pojok, di mana bek muda Atalanta berhasil mengalahkan kiper Mile Svilar. Meskipun gol sempat ditinjau oleh VAR, wasit akhirnya memutuskan untuk mengesahkan gol tersebut.
Kekalahan ini berdampak langsung pada posisi Roma di klasemen. Tim ibu kota turun ke peringkat lima dengan 33 poin, tergusur dari empat besar oleh Juventus yang unggul selisih gol. Sementara itu, Atalanta meraih poin penting yang membawa mereka naik ke posisi kedelapan dengan 25 poin dari 18 laga.
Roma sebenarnya sempat mengancam lebih dulu. Pada menit ketujuh, Paulo Dybala memanfaatkan kesalahan backpass Ederson dan memberikan peluang kepada Evan Ferguson. Namun, upaya tersebut masih dapat digagalkan oleh kiper Marco Carnesecchi, didukung sapuan cepat Sead Kolasinac.
Atalanta nyaris menggandakan keunggulan lewat sundulan Gianluca Scamacca pada menit ke-28. Namun, VAR kembali berperan dan menganulir gol tersebut karena posisi offside. Keunggulan tipis tetap bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Roma mencoba meningkatkan tekanan. Peluang terbaik hadir pada menit ke-50 saat Ferguson memaksa Carnesecchi melakukan penyelamatan krusial. Setelah itu, lini serang Roma kesulitan menciptakan peluang bersih di tengah rapatnya pertahanan tuan rumah.
Di pengujung laga, Atalanta hampir menambah gol melalui tendangan Krstovic, tetapi Svilar tampil sigap menjaga skor tetap 1-0 hingga pertandingan usai.
Bagi Gasperini, laga ini menjadi pengingat bahwa masa lalu tak selalu berpihak. Kembali ke Bergamo sebagai pelatih lawan, ia justru harus menyaksikan Roma kehilangan poin penting, sementara Atalanta melanjutkan langkahnya dengan kemenangan di hadapan pendukung sendiri.



