Sejarah dan Perkembangan Catur
Catur adalah permainan papan yang dimainkan oleh dua pemain, yang membutuhkan strategi untuk mengalahkan lawannya. Permainan ini sering diibaratkan sebagai pertempuran antara kerajaan-kerajaan. Catur telah ada selama ratusan tahun dan hingga kini masih diminati oleh banyak orang. Bahkan, catur dianggap sebagai nenek moyang dari berbagai jenis permainan strategi lainnya.
Permainan ini sangat populer dan bahkan memiliki turnamen khusus serta gelar bagi para pemenangnya. Meskipun hanya sekadar permainan, catur memerlukan strategi yang tepat, sehingga menciptakan pertandingan mental antara kedua pemain. Hal ini juga terjadi pada Elizabeth “Beth” Harmon (Anya Taylor-Joy) sejak usia muda.
Kehidupan Beth Harmon
Beth kehilangan ibunya, orang tua satu-satunya, saat masih sangat muda. Setelah itu, ia tinggal bersama anak-anak yatim piatu lainnya di Methuen Home for Girls. Di panti tersebut, Beth hidup seperti gadis biasa, tetapi pikirannya tidak sama dengan teman-temannya karena trauma yang ia alami.
Melawan kesenjangan antara dirinya dan anak-anak lainnya, serta para pengurus panti, Beth menjadi dekat dengan Tuan Shaibel, tukang yang bekerja di panti. Melalui Tuan Shaibel, Beth menemukan ketertarikannya pada catur. Tuan Shaibel juga menyadari bahwa Beth sangat pintar dalam bermain catur. Mereka sering bermain catur bersama, dan Beth belajar banyak tentang permainan ini.
Namun, ada satu hal yang sering mengganggu Beth. Ia mulai jatuh dalam adiksi terhadap obat penenang yang biasa diberikan di panti setiap hari.
Pindah ke Rumah Baru
Saat remaja, Beth diadopsi oleh Pasangan Wheatley. Ia harus meninggalkan panti dan pindah tinggal bersama mereka. Awalnya hubungan antara Beth dan orang tua barunya kurang baik, tetapi lambat laun ia semakin dekat dengan ibu angkatnya, Marielle Heller. Terutama setelah ia menyadari bahwa ia bisa mencari uang dengan memenangkan pertandingan catur.
Tetapi sifat sombong Beth sering membuatnya jatuh. Ia merasa bahwa dirinya adalah pecatur terbaik dan sering menganggap remeh lawan-lawannya.
Ambisi dan Kegagalan
Beth bermimpi menjadi grandmaster catur dan bahkan mengalahkan Rusia, yang pada masa itu menguasai dunia catur. Namun, kekalahan pertamanya dari Benny Watts (Thomas Brodie-Sangster), pemenang Pertandingan Nasional Amerika Serikat, membuatnya sadar bahwa selalu ada yang lebih unggul darinya.
Mini seri drama ini berlatar belakang Amerika Serikat pada tahun 1950-60an, sehingga topik gender sering dibahas. Terutama diskriminasi terhadap perempuan.
Adaptasi dari Novel dan Isu-isu yang Diangkat
Seri ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama oleh Walter Tevis pada tahun 1983. Judul Queen’s Gambit diambil dari salah satu istilah dalam dunia catur, yaitu strategi dengan mengorbankan menteri.
Meski terlihat polos karena mengangkat masa kecil tokoh utama, mini seri ini dipenuhi dengan adegan dewasa dan mengangkat isu adiksi terhadap alkohol dan obat. Oleh karena itu, tidak cocok untuk penonton di bawah umur.
Kesuksesan dan Penghargaan
Seri ini mendapatkan skor 8.5/10 di IMDb dan 96% Tomatometer di Rotten Tomatoes. Mini seri ini juga memenangkan banyak penghargaan dalam berbagai nominasi.



