Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 5 Juni 2026
Trending
  • Ekonom Soroti Bahaya DSI untuk Ekspor dan Kepercayaan Investor
  • Jadi Saksi Penganiayaan, Nur Rohmah Dihukum Berbohong Soal Kekerasan Erin
  • Pancasila di Tengah Algoritma, Bagaimana Lindungi Kemanusiaan?
  • Jakmania Tulus? Bintang Baru Persija Pergi ke Rival Musim 2026/2027
  • Harga Tiket Jatim Park 2026 untuk Liburan Sekolah di Kota Batu
  • Rekor MURI dan Endorse Artis Bikin Korban Hanania Travel Tak Curiga
  • Harga dan Buyback Emas Pegadaian 3 Juni 2026: Galeri 24, Antam, UBS
  • Penurunan harga solar tekanan ke industri berkurang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»Sinopsis The Queen’s Gambit (2020): Wanita Mendominasi Dunia Catur dan Melawan Kecanduan
Daerah

Sinopsis The Queen’s Gambit (2020): Wanita Mendominasi Dunia Catur dan Melawan Kecanduan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Sejarah dan Perkembangan Catur

Catur adalah permainan papan yang dimainkan oleh dua pemain, yang membutuhkan strategi untuk mengalahkan lawannya. Permainan ini sering diibaratkan sebagai pertempuran antara kerajaan-kerajaan. Catur telah ada selama ratusan tahun dan hingga kini masih diminati oleh banyak orang. Bahkan, catur dianggap sebagai nenek moyang dari berbagai jenis permainan strategi lainnya.

Permainan ini sangat populer dan bahkan memiliki turnamen khusus serta gelar bagi para pemenangnya. Meskipun hanya sekadar permainan, catur memerlukan strategi yang tepat, sehingga menciptakan pertandingan mental antara kedua pemain. Hal ini juga terjadi pada Elizabeth “Beth” Harmon (Anya Taylor-Joy) sejak usia muda.

Kehidupan Beth Harmon

Beth kehilangan ibunya, orang tua satu-satunya, saat masih sangat muda. Setelah itu, ia tinggal bersama anak-anak yatim piatu lainnya di Methuen Home for Girls. Di panti tersebut, Beth hidup seperti gadis biasa, tetapi pikirannya tidak sama dengan teman-temannya karena trauma yang ia alami.

Melawan kesenjangan antara dirinya dan anak-anak lainnya, serta para pengurus panti, Beth menjadi dekat dengan Tuan Shaibel, tukang yang bekerja di panti. Melalui Tuan Shaibel, Beth menemukan ketertarikannya pada catur. Tuan Shaibel juga menyadari bahwa Beth sangat pintar dalam bermain catur. Mereka sering bermain catur bersama, dan Beth belajar banyak tentang permainan ini.

Namun, ada satu hal yang sering mengganggu Beth. Ia mulai jatuh dalam adiksi terhadap obat penenang yang biasa diberikan di panti setiap hari.

Pindah ke Rumah Baru

Saat remaja, Beth diadopsi oleh Pasangan Wheatley. Ia harus meninggalkan panti dan pindah tinggal bersama mereka. Awalnya hubungan antara Beth dan orang tua barunya kurang baik, tetapi lambat laun ia semakin dekat dengan ibu angkatnya, Marielle Heller. Terutama setelah ia menyadari bahwa ia bisa mencari uang dengan memenangkan pertandingan catur.

Tetapi sifat sombong Beth sering membuatnya jatuh. Ia merasa bahwa dirinya adalah pecatur terbaik dan sering menganggap remeh lawan-lawannya.

Ambisi dan Kegagalan

Beth bermimpi menjadi grandmaster catur dan bahkan mengalahkan Rusia, yang pada masa itu menguasai dunia catur. Namun, kekalahan pertamanya dari Benny Watts (Thomas Brodie-Sangster), pemenang Pertandingan Nasional Amerika Serikat, membuatnya sadar bahwa selalu ada yang lebih unggul darinya.

Mini seri drama ini berlatar belakang Amerika Serikat pada tahun 1950-60an, sehingga topik gender sering dibahas. Terutama diskriminasi terhadap perempuan.

Adaptasi dari Novel dan Isu-isu yang Diangkat

Seri ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama oleh Walter Tevis pada tahun 1983. Judul Queen’s Gambit diambil dari salah satu istilah dalam dunia catur, yaitu strategi dengan mengorbankan menteri.

Meski terlihat polos karena mengangkat masa kecil tokoh utama, mini seri ini dipenuhi dengan adegan dewasa dan mengangkat isu adiksi terhadap alkohol dan obat. Oleh karena itu, tidak cocok untuk penonton di bawah umur.

Kesuksesan dan Penghargaan

Seri ini mendapatkan skor 8.5/10 di IMDb dan 96% Tomatometer di Rotten Tomatoes. Mini seri ini juga memenangkan banyak penghargaan dalam berbagai nominasi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Membanggakan! Mahasiswa UNISMA, Shalwaa Kia Lolos Konferensi Internasional di Tiga Negara

31 Mei 2026

Renungan Selasa 12 Mei 2026: Yesus Pergi dengan Sukacita

16 Mei 2026

Parfum asal Singapura tawarkan konsentrasi 50 persen untuk menjawab iklim tropis di Indonesia

8 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ekonom Soroti Bahaya DSI untuk Ekspor dan Kepercayaan Investor

5 Juni 2026

Jadi Saksi Penganiayaan, Nur Rohmah Dihukum Berbohong Soal Kekerasan Erin

5 Juni 2026

Pancasila di Tengah Algoritma, Bagaimana Lindungi Kemanusiaan?

5 Juni 2026

Jakmania Tulus? Bintang Baru Persija Pergi ke Rival Musim 2026/2027

5 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?