Pesta Santo dan Santa Pelindung Hari Ini
Pada hari ini, Kamis 1 Januari 2026, umat Katolik merayakan pesta Santo dan Santa Pelindung. Salah satu yang menjadi fokus dalam perayaan ini adalah Yesus dari Nazaret. Kelahiran-Nya merupakan momen penting dalam sejarah kemanusiaan, yang diikuti oleh berbagai ritual keagamaan sesuai dengan aturan hukum Taurat Musa.
Delapan hari setelah kelahirannya, Kanak-kanak Yesus disunat sesuai dengan aturan yang tercantum dalam kitab Imamat 12:3, Lukas 2:21, Kisah Para Rasul 7:8, dan Filipi 3:5. Nama yang diberikan kepada-Nya adalah Yesus, yang berasal dari bahasa Yunani “Iesous” dan dalam bahasa Ibrani disebut “Yesyua” atau “Yehosyua”, yang artinya “Yahweh menyelamatkan”. Nama ini telah digunakan sebelumnya oleh Yosua, pengganti Musa.
Melalui Yesus dari Nazaret, umat manusia mendapatkan keselamatan, seperti yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 4:12 dan Filipi 2:9–11. Allah telah berjanji untuk mengirimkan Al-Masih kepada Israel, bangsa terpilih. Kelahiran-Nya melalui Perawan Maria menjadikan Dia sebagai warga suku bangsa Israel. Sunat, sebagai upacara keagamaan bagi orang Ibrani, juga menjadi simbol keanggotaan seseorang dalam masyarakat. Dengan demikian, Yesus menjadi anggota masyarakat Yahudi.
Yesus, yang merupakan Al-Masih, menjadi batu pengunci antara Perjanjian Lama dan Baru, antara nubuat-nubuat para nabi dan pemenuhannya, antara perumpamaan dan penetapannya, serta antara janji dan pelaksanaannya. Dia juga menjadi penghubung antara Kerajaan Daud, leluhurnya, dan Kerajaan-Nya sendiri yang bersifat universal dan abadi.
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah mengingatkan kita akan ajaran sesat yang muncul pada abad ke-5 tentang Kebundaan Illahi Maria. Ajaran ini menyatakan bahwa Maria memang Bunda Yesus, tetapi bukan Bunda Allah. Namun, dalam Konsili Efesus pada tahun 431, ajaran sesat ini dikutuk. Konsili tetap teguh mempertahankan ajaran yang benar, yaitu bahwa Maria adalah Bunda Allah (Theotokos), karena Yesus Anaknya adalah sungguh-sungguh Allah.
Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah ditetapkan oleh Paus Pius XI pada hari ulang tahun ke-1500 Konsili Efesus tersebut. Pada kesempatan ini, kita diajak merenungkan makna nubuat nabi Yesaya: “Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia, Imanuel” (Yesaya 7:14), serta makna salam Elisabeth kepada Maria yang mengunjunginya: “Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini, sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Lukas 1:42-43).
Merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah juga berarti mengakui bahwa Yesus adalah “sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh Manusia”. Kemulian Maria sebagai Bunda Allah adalah cermin kemulian Anaknya, yaitu Yesus, Tuhan dan Penebus umat manusia.
Santo Almakios atau Telemakus
Almakios adalah seorang biarawan yang dikenal dengan keberaniannya dalam menghadapi berbagai tantangan. Saat ia mengunjungi kota Roma, ia berusaha menghentikan pertunjukan gladiator yang sering menimbulkan korban jiwa. Dalam usaha ini, ia sendiri akhirnya terbunuh. Namun, usahanya yang memuncak pada kematiannya itu membawa perubahan besar, yakni bahwa sejak saat itu kaisar melarang pertunjukan berbahaya tersebut.



