Proyek P5 “E-Voting Pemilihan Ketua OSIS” di SMP Tahun 2026
Projek P5 yang diberi judul “E-Voting Pemilihan Ketua OSIS” di Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2026 memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam memahami konsep demokrasi melalui simulasi pemilu digital. Proyek ini bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang transparansi dan efisiensi dalam berdemokrasi dengan menggunakan teknologi.
Dalam proyek ini, siswa terlibat aktif dalam seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran pemilih secara digital, kampanye kreatif di media sosial, hingga pengolahan data suara menggunakan algoritma sederhana. Selain itu, kegiatan ini juga mengintegrasikan beberapa mata pelajaran seperti PPKn, Informatika, dan Matematika, serta memperkuat profil pelajar Pancasila seperti bernalar kritis, kreatif, dan berkebinekaan global.
Tema dan Aktivitas Kegiatan
Tema utama dari kegiatan ini adalah “Suara Demokrasi”. Siswa diajak untuk mensimulasikan proses pemilu yang modern, bukan hanya sekadar memilih, tetapi juga terlibat dalam seluruh tahapan. Mulai dari pendaftaran pemilih, kampanye kreatif melalui media sosial, hingga pembuatan sistem voting sederhana menggunakan Google Forms atau aplikasi internal.
Kaitan dengan Mata Pelajaran
Proyek ini memiliki kaitan langsung dengan tiga mata pelajaran utama:
- PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan): Membahas tentang demokrasi dan etika berpolitik.
- Informatika: Melatih siswa dalam membuat sistem voting sederhana menggunakan teknologi digital.
- Matematika: Menggunakan rumus matematika untuk mengolah data hasil suara, seperti diagram lingkaran dan batang.
Struktur Modul Projek
Modul projek ini terdiri dari beberapa bagian penting:
- Identitas & Tujuan
- Tema: Suara Demokrasi
- Sasaran: Fase D (Kelas 7-9 SMP)
Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Bernalar Kritis, Kreatif, dan Berkebinekaan Global
Alur Kegiatan (Tahapan)
Tahap Temukan (Literasi Demokrasi)
Siswa mengeksplorasi makna demokrasi di Indonesia dan membandingkan sistem pemilu manual dengan sistem digital (E-Voting). Guru mapel PPKn berperan memberikan landasan hukum dan etika berpolitik.Tahap Bayangkan (Persiapan Teknis)
Siswa dibagi ke dalam kelompok panitia (KPU Sekolah) dan tim sukses kandidat. Di sini, mapel Informatika berperan penting dalam melatih siswa membuat sistem voting sederhana menggunakan Google Forms atau aplikasi internal yang aman dari manipulasi data.Tahap Lakukan (Aksi Nyata Digital)
- Kampanye Digital: Kandidat membuat video visi-misi yang diunggah ke Instagram atau TikTok sekolah.
- Hari Pemungutan Suara: Siswa memilih menggunakan perangkat chromebook atau ponsel melalui portal yang telah disediakan.
- Hitung Cepat: Menggunakan bantuan rumus Matematika (diagram lingkaran dan batang) untuk menampilkan data statistik pemilih secara real-time.
Tahap Bagikan (Refleksi & Evaluasi)
Siswa mengevaluasi tingkat partisipasi pemilih dan kejujuran sistem digital yang digunakan. Hasilnya dipresentasikan sebagai laporan akhir projek.
Mengapa Projek Ini Penting?
Selain memenuhi administrasi kurikulum, projek E-Voting mengintegrasikan berbagai mata pelajaran secara bermakna. Siswa belajar bahwa Informatika bukan hanya soal mengetik, tapi soal solusi digital. Siswa juga belajar bahwa Matematika bukan hanya soal angka, tapi soal validitas data. Dan yang terpenting, siswa belajar bahwa Demokrasi adalah soal suara yang dihargai.
Bagi para guru, dokumen projek ini dapat menjadi bukti dukung SKP yang sangat kuat, terutama dalam menunjukkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan sekolah.



