Tekanan Eksternal Tidak Cukup untuk Memaksa Pengunduran Diri Massal Pemimpin FAM
Tekanan dari luar saja tidak cukup untuk memaksa pengunduran diri massal pimpinan tertinggi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyusul kasus pemalsuan dokumen naturalisasi yang melibatkan tujuh pemain Harimau Malaya. Hal ini disampaikan oleh pengamat olahraga, Datuk Pekan Rami, yang menilai bahwa pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas krisis ini adalah anggota komite eksekutif (exco) tanpa portofolio kunci dan anggota afiliasi yang tidak memegang posisi di FAM.
Pekan Rami mengatakan bahwa menuntut pengunduran diri massal, terutama dari anggota exco yang tidak terlibat dalam krisis, bukanlah hal yang praktis maupun adil. Ia menegaskan bahwa ada anggota exco yang mungkin tidak setuju dengan tekanan untuk mengundurkan diri.
“Beberapa dari mereka baru saja diangkat,” ujarnya. “Dan saya juga percaya ada yang berpegang teguh pada prinsip mereka, mempertanyakan mengapa mereka harus mengundurkan diri padahal ini bukan kesalahan mereka.”
Menurut Pekan, banyak anggota mungkin tidak mengantisipasi krisis akan meningkat ke tingkat yang begitu parah. Oleh karena itu, ia menilai bahwa pimpinan tertinggi dan anggota afiliasi lainnya harus memikul tanggung jawab penting setelah krisis ini.
Lebih lanjut, Pekan menegaskan bahwa meskipun beberapa anggota komite eksekutif mempertanyakan tekanan untuk mengundurkan diri, suara mereka ‘tampaknya telah dibungkam’. Ia menekankan bahwa tekanan tidak boleh diberikan secara paksa, karena para anggota tersebut harus bertindak secara sukarela, dengan kesadaran dan rasa penyesalan.
“Namun, saya yakin akan sulit melihat mereka mengundurkan diri,” katanya. “Tetapi jika anggota exco tanpa portofolio kunci dan afiliasi lainnya mendorongnya, itu bisa terjadi.”
Pertanyaannya adalah seberapa berani mereka. Pekan juga menekankan bahwa anggota exco dan afiliasi harus bersatu untuk membawa perubahan jika mereka benar-benar mencintai olahraga ini.
“Jadi, exco dan anggota koalisi perlu bersatu untuk melakukan perubahan jika mereka mencintai sepak bola nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, anggota komite FAM diminta untuk mengundurkan diri secara terhormat untuk membangun kembali susunan kepemimpinan baru, sehingga memungkinkan perubahan total. Seruan ini disampaikan oleh pengamat sepak bola lokal, Zakaria Rahim, yang menekankan bahwa kepemimpinan puncak badan pengatur harus bertanggung jawab bersama menyusul masalah pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain veteran.
FAM diminta untuk tidak memikirkan ego mereka. Pihak federasi perlu mengambil tindakan untuk mundur jika mereka benar-benar mencintai sepak bola nasional.
Seperti diketahui, sepak bola Malaysia saat ini sedang diselimuti awan hitam menyusul kasus naturalisasi ilegal. FAM dan tujuh pemain naturalisasi yang terlibat telah resmi dijatuhi sanksi oleh FIFA atas dugaan pemalsuan dokumen. FAM sempat mengajukan banding tapi ditolak oleh FIFA dan kini mereka resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Jika memang terbukti bersalah, FAM terancam mendapatkan hukuman tambahan dari AFC. Akan tetapi, AFC baru akan mengambil keputusan setelah permasalahan di CAS selesai, kemungkinan akhir Maret 2026 yang bertepatan dengan laga terakhir Kualifikasi Piala Asia 2027.



