Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 25 Maret 2026
Trending
  • Itinerary Taman Anggrek Cikole Lembang, Liburan Romantis dengan Budget Rp 300 Ribu
  • Cara Mudah Melepas Wallpaper Dinding
  • Aturan Hukum Kaca Film Mobil, Pelanggar Bisa Ditilang
  • Sejarah tercipta! Pebalap muda Veda Ega Pratama naik podium di Brazil
  • Pilu Saeful Tony Berjalan Kaki Pulang Usai Uang Dicuri, Dua Minggu Di Jalanan Dibantu Polisi
  • Gus Yaqut Dikeluarkan dari Tahanan Sebelum Lebaran
  • 7 Tempat Bakso Lezat dan Murah di Tasikmalaya untuk Kuliner Libur Lebaran 2026
  • Jadwal TV Everton vs Chelsea: Kesempatan Palmer Cs Kejar Liverpool-Aston Villa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Bahlil: Kilang Pertamina Tahan Impor Solar
Nasional

Bahlil: Kilang Pertamina Tahan Impor Solar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tujuan Swasembada Solar

Pemerintah memiliki rencana ambisius untuk menghentikan impor solar pada tahun 2026. Target ini akan tercapai jika proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan beroperasi secara penuh. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa kapasitas produksi solar dalam negeri akan melebihi kebutuhan nasional jika proyek tersebut selesai.

“Solar nanti tahun 2026 itu, kalau RDMP kita sudah jadi, kita akan surplus kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta kiloliter. Jadi agenda kami di 2026 itu tidak ada impor solar lagi,” ujarnya.

Meski optimistis, Bahlil menekankan bahwa penghentian impor solar tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur kilang dan jadwal operasional yang ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero). Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan.

Jika RDMP Balikpapan baru beroperasi penuh pada Maret 2026, maka impor solar masih mungkin dilakukan secara terbatas pada awal tahun guna menjaga ketahanan stok nasional. “Tergantung dari Pertamina ya. Kalau katakanlah bulan Maret baru bisa beroperasi penuh, berarti Januari dan Februari mungkin masih ada sedikit impor yang kita eksekusi. Kalau memang Januari-Februari tidak perlu impor, ya tidak usah,” katanya.

Peningkatan Mutu Solar

Selain mengejar swasembada, pemerintah juga menyiapkan langkah peningkatan mutu solar di dalam negeri. Saat ini, solar yang beredar memiliki angka setana 51. Ke depan, pemerintah menargetkan kualitas BBM setara dengan standar Euro 5.

Bahlil mengakui peningkatan kualitas tersebut masih menghadapi kendala kesiapan infrastruktur kilang. Namun, ia memastikan pemerintah berkomitmen melakukan pembaruan teknologi agar standar lingkungan yang lebih baik dapat dicapai.

Proyek RDMP Kilang Balikpapan

RDMP Kilang Balikpapan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sekitar US$ 7,4 miliar atau setara Rp126 triliun. Proyek ini menjadi salah satu investasi terbesar yang dijalankan BUMN di sektor energi, dengan tujuan utama mengurangi ketergantungan impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Proyek RDMP ini dikerjakan PT Kilang Pertamina Internasional sejak 2017. Dua tahun berselang, Pertamina membentuk anak perusahaan untuk mengelola proyek ini, yakni PT Kilang Pertamina Balikpapan.

Peningkatan Kapasitas Pengolahan

Proyek ini akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari sekitar 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Pejabat Sementara Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional, Milla Suciyani, menyebutkan bahwa kilang juga memproduksi BBM berkualitas Euro V, dengan kandungan sulfur maksimal 10 parts per million. Adapun kualitas BBM di Indonesia saat ini masih Euro III atau IV.

Produksi Petrokimia

Selain itu, RDMP Balikpapan memungkinkan kilang Balikpapan menghasilkan produk petrokimia sekitar 283 ribu ton per tahun. Melalui proyek RDMP Balikpapan, Kilang Balikpapan akan mampu menghasilkan produk petrokimia berupa propilena dan sulfur. Jumlah produksi petrokimia yang akan dihasilkan dari Kilang Balikpapan diproyeksikan mencapai 283 ribu ton per tahun, produk propilena sekitar 225 ton per tahun, dan sisanya produk sulfur.

RDMP Balikpapan juga memproduksi propilena, bahan baku utama dalam industri plastik, tekstil, dan berbagai produk kimia lain. Untuk memperkuat manajemen inventori produk propilena, Kilang Pertamina Internasional bahkan membangun delapan tangki baru berbentuk bola untuk menyimpan produk propilena berbentuk gas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Itinerary Taman Anggrek Cikole Lembang, Liburan Romantis dengan Budget Rp 300 Ribu

25 Maret 2026

Kisah Lebaran dari Seluruh Indonesia – Tradisi Tak Terlewatkan

25 Maret 2026

Gus Yaqut Dikeluarkan dari Tahanan Sebelum Lebaran

25 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Itinerary Taman Anggrek Cikole Lembang, Liburan Romantis dengan Budget Rp 300 Ribu

25 Maret 2026

Cara Mudah Melepas Wallpaper Dinding

25 Maret 2026

Aturan Hukum Kaca Film Mobil, Pelanggar Bisa Ditilang

25 Maret 2026

Sejarah tercipta! Pebalap muda Veda Ega Pratama naik podium di Brazil

25 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?