Tahun baru sering kali menjadi momen penting untuk meninjau kembali berbagai aspek kehidupan, termasuk tujuan keuangan. Banyak orang memilih untuk mengatur ulang rencana finansial mereka dengan harapan bisa mencapai tujuan yang lebih baik. Dalam rangka menyambut tahun 2026, para ahli keuangan dan individu yang telah merancang strategi keuangan memberikan beberapa panduan yang bisa dijadikan inspirasi.
Fokus pada Tujuan yang Realistis
Salah satu hal penting dalam merencanakan keuangan adalah memastikan bahwa target yang ditetapkan dapat dicapai. Marie-Yolaine Toms, pelatih keuangan sekaligus pendiri Focused Fire, menekankan bahwa resolusi sering kali terasa seperti angan-angan jika tidak disusun dengan hati-hati. Ia menyarankan untuk membuat rencana yang bisa dilakukan, dievaluasi, dan disesuaikan sesuai kebutuhan.
“Saya tidak membuat resolusi, tetapi membuat rencana yang bisa dilakukan,” ujar Toms. Ia juga menyarankan agar setiap individu memeriksa laporan kredit dan menyusun rencana sederhana berdasarkan kondisi keuangan masing-masing. Misalnya, menambahkan saldo ke rekening tabungan atau mengatur pengeluaran secara lebih ketat.
Membuat Anggaran yang Sesuai
Langkah awal dalam menyusun rencana keuangan adalah membuat anggaran. Teknik penganggaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan, seperti metode 50/30/20, di mana 50 persen digunakan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi. Pendekatan ini bisa menjadi dasar bagi siapa pun yang ingin mengelola keuangan dengan lebih baik.
Melunasi Utang
Beberapa orang memilih untuk fokus pada melunasi utang sebagai prioritas utama. Rachel Pelovitz (33 tahun) harus meninjau ulang kondisi keuangannya setelah kehilangan pekerjaan. Setelah menumpuk utang akibat suaminya menganggur selama satu setengah tahun, ia dan suaminya memutuskan menjual rumah. Target Pelovitz pada 2026 adalah melunasi separuh utang kartu kreditnya dan mulai berinvestasi secara moderat.
Menambah Rekening Tabungan
Bagi Jenni Lee (27), 2026 menjadi momentum untuk lebih disiplin menabung. Meski merasa cukup baik dalam mengelola keuangan, ia mengakui adanya pengeluaran berlebihan dalam enam bulan terakhir. Tujuan jangka panjang Lee adalah membeli rumah, sehingga ia berencana mengurangi pengeluaran untuk pakaian dan makan di luar, terutama karena pengaruh tren mikro di media sosial yang kerap mendorong belanja impulsif.
Menyiapkan Dana Darurat
Melanie Duarte (23), warga Worcester, menargetkan beberapa tujuan keuangan sekaligus pada 2026, yakni melunasi pinjaman, utang kartu kredit, serta membangun dana darurat. “Saya memasukkan dana darurat ke dalam anggaran, meskipun hanya sedikit. Yang penting ada konsistensi,” ujar Duarte. Meski keluarganya tidak terbiasa membahas keuangan secara terbuka, ia kini berupaya membangun hubungan yang lebih sehat dengan uang sejak menjalankan bisnis sendiri.
Menemukan Keseimbangan
Menyeimbangkan kebutuhan menabung untuk masa depan dan menikmati hasil kerja saat ini menjadi tantangan tersendiri. Pengalaman pribadi membuat Tiana Stewart (26) ingin menikmati hidupnya, namun tetap memikirkan masa depan. “Saya tahu menabung untuk pensiun itu penting, tapi saya juga ingin menikmati hidup di usia 20-an,” ujar Stewart yang tinggal di Maryland. Kini, Stewart berupaya fokus melunasi utang, menabung, dan berinvestasi secara seimbang.
Tips Efektif untuk Mengendalikan Pengeluaran
Bagi sebagian orang, tantangan penganggaran seperti setahun tanpa belanja atau pembatasan belanja bulanan dapat menjadi cara efektif untuk mengendalikan pengeluaran dan mencapai tujuan keuangan. Dengan kesadaran akan pentingnya manajemen keuangan, banyak orang mulai memperbaiki pola hidup mereka agar bisa mencapai tujuan finansial yang lebih baik di tahun 2026.



