Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Maret 2026
Trending
  • Marc Marquez bangkit di MotoGP 2026 Brasil, lomba sprint jadi kesempatan pulih
  • 25 desain ruang tamu minimalis yang instagenik
  • Artis Rayakan Lebaran Pertama sebagai Pasangan, Luna Maya hingga Al Ghazali
  • 5 Langkah Cepat Pulihkan Dompet dalam 14 Hari Pasca-Lebaran
  • Iran Gantung 3 Demonstran di Qom, Dunia Kecam Penindasan dan Pelanggaran HAM
  • Kemeriahan Idul Fitri
  • Kalender Liturgi Katolik: Perayaan St Turibius Mogrovejo, Senin 23 Maret 2026
  • Liga Inggris Tertarik Pemain Timnas Indonesia? 2 Nama Masuk Daftar Target John Herdman
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ramalan Harga Perak Kiyosaki: Akan Turun Dulu, Lalu Tembus US$200
Nasional

Ramalan Harga Perak Kiyosaki: Akan Turun Dulu, Lalu Tembus US$200

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Prediksi Kiyosaki: Gelembung Harga Perak Akan Pecah

Robert Kiyosaki, penulis buku finansial terkenal Rich Dad Poor Dad, memberi peringatan bagi para investor komoditas. Ia memprediksi bahwa gelembung harga perak akan segera pecah dalam waktu dekat, yang dapat memicu koreksi tajam sebelum akhirnya mengalami lonjakan besar pada tahun depan.

Dalam unggahan di akun media sosial X pribadinya, Kiyosaki menyampaikan peringatan tentang potensi keruntuhan pasar akibat rasa takut kehilangan (FOMO) yang menjangkiti pelaku pasar saat ini. Ia menulis:

“Apakah gelembung perak akan segera pecah? Kehancuran mania FOMO akan datang.”

Sebagai seorang guru finansial yang telah mengoleksi perak sejak tahun 1965, ia menyarankan kepada investor untuk tidak gegabah dalam melakukan pembelian di puncak harga. Ia bahkan merekomendasikan strategi wait and see untuk menunggu momentum harga jatuh sebelum membeli.

“Jika Anda berencana berinvestasi perak, bersabarlah. Tunggu hingga terjadi crash, lalu masuk [beli] atau tidak,” katanya.

Meskipun memprediksi adanya koreksi jangka pendek, pandangan Kiyosaki terhadap logam mulia ini tetap positif dalam jangka panjang. Ia yakin bahwa setelah fase koreksi selesai, harga perak akan melonjak mencapai antara US$100 hingga US$200 per ons pada tahun 2026.

Ia juga mengingatkan prinsip dasar investasi dari mendiang “Rich Dad”-nya. Baginya, keuntungan seorang investor ditentukan oleh titik masuk, bukan saat keluar pasar.

“Keuntungan Anda dibuat saat Anda membeli… BUKAN saat Anda menjual. Kesabaran sangat penting bagi investor cerdas.”

Harga Perak Mencapai Rekor Tertinggi

Harga perak sempat mencapai rekor tertinggi di atas US$80 atau setara dengan Rp1,34 juta per ons untuk pertama kalinya. Dengan level harga tersebut, komoditas perak telah memperpanjang reli akhir tahun yang bersejarah.

Menurut data Bloomberg, Senin (29/12/2025), logam putih ini naik selama enam sesi berturut-turut, melanjutkan kenaikan sebesar 10% pada hari Jumat, yang merupakan lonjakan satu hari terbesar sejak 2008.

Sementara itu, data Reuters menunjukkan bahwa harga perak di pasar spot berada pada level US$83,50 per ons hingga pukul 06.43 WIB kemarin.

Kenaikan harga perak baru-baru ini didukung oleh arus masuk spekulatif dan dislokasi pasokan yang masih ada di pusat-pusat perdagangan utama setelah short squeeze pada bulan Oktober lalu.

Komoditas, khususnya logam mulia, menjadi sektor yang sangat diminati di pasar keuangan dalam beberapa hari terakhir. Emas, perak, dan platinum semuanya melonjak ke rekor tertinggi pada Jumat pekan lalu untuk memperpanjang reli akhir tahun.

Lonjakan ini didukung oleh pembelian tinggi oleh bank sentral, arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), serta pelonggaran kebijakan Fed. Suku bunga pinjaman yang lebih rendah menjadi pendorong bagi logam mulia dan para pedagang bertaruh pada lebih banyak penurunan suku bunga pada 2026.

Strategi Investasi yang Tepat

Dalam situasi seperti ini, para investor perlu mempertimbangkan strategi yang tepat untuk menghindari risiko kerugian besar. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menjaga kesabaran dan tidak terbawa emosi oleh fluktuasi harga.
  • Memantau kondisi pasar secara berkala dan mengikuti perkembangan ekonomi global.
  • Menggunakan analisis teknikal dan fundamental untuk memprediksi tren harga.
  • Memastikan portofolio investasi memiliki keseimbangan yang baik antara risiko dan imbal hasil.

Dengan langkah-langkah tersebut, investor dapat lebih siap menghadapi volatilitas pasar dan memaksimalkan potensi keuntungan jangka panjang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Langkah Cepat Pulihkan Dompet dalam 14 Hari Pasca-Lebaran

24 Maret 2026

Kemeriahan Idul Fitri

24 Maret 2026

Iran Gantung 3 Demonstran di Qom, Dunia Kecam Penindasan dan Pelanggaran HAM

24 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Marc Marquez bangkit di MotoGP 2026 Brasil, lomba sprint jadi kesempatan pulih

24 Maret 2026

25 desain ruang tamu minimalis yang instagenik

24 Maret 2026

Artis Rayakan Lebaran Pertama sebagai Pasangan, Luna Maya hingga Al Ghazali

24 Maret 2026

5 Langkah Cepat Pulihkan Dompet dalam 14 Hari Pasca-Lebaran

24 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?