Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 April 2026
Trending
  • Sakit Pikir? 3 Hal yang Bisa Tenangkan Otakmu
  • 8 rekomendasi restoran romantis di Bandung, aesthetic!
  • Mamasa: Karnaval di Tengah Tangisan Epilepsi
  • Tampang Pelaku Penikaman Nus Kei di Bandara, Ternyata Keponakan John Kei dan Atlet MMA
  • 9 cara efektif mengelola keuangan pribadi agar tidak defisit
  • 5 Seri HP Oppo 5G Edisi April 2026, Oppo A6T Pro 5G Hanya Rp4 Jutaan
  • Mengunjungi Garasi Tamiya di Bantul, Tempat Mengubur Dendam Masa Kecil Jadi Hobi Mewah
  • Tiga Film Korea Terinspirasi Legenda Urban, Termasuk Salmokji
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Indeks Wall Street Tertekan Akibat Penjualan Saham Teknologi
Nasional

Indeks Wall Street Tertekan Akibat Penjualan Saham Teknologi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Senin (29/12) waktu setempat. Pelemahan ini terjadi karena aksi jual yang meluas di sektor teknologi, setelah indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi pada pekan lalu.

Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,35% hingga berada di level 6.905, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,50% ke posisi 23.474. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average mengalami koreksi sebesar 249 poin atau 0,51%, dan ditutup di angka 48.461.

Saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga ikut terpuruk. Saham Nvidia turun lebih dari 1%, memangkas sebagian kenaikan yang sebelumnya mencapai lebih dari 5% pada pekan sebelumnya. Palantir Technologies, Meta Platforms, serta Oracle juga mencatatkan penurunan dalam performa saham mereka.

Chris Larkin, kepala perdagangan dan investasi E-Trade dari Morgan Stanley, menyampaikan bahwa kurangnya agenda data ekonomi membuat pergerakan pasar pekan ini lebih dipengaruhi oleh momentum internal. Ia menilai, jika pasar saham ingin menutup tahun dengan kenaikan dua digit dan berakhir di zona positif, sektor teknologi akan menjadi penopang utama.

Di sisi lain, harga perak mengalami koreksi tajam lebih dari 6% setelah sempat menembus level US$ 80 per ons untuk pertama kalinya. Penurunan ini terjadi setelah perak mencatat lonjakan harga yang signifikan sepanjang tahun 2025, dengan kenaikan hampir 150%.

Pelemahan pasar juga terjadi setelah S&P 500 pada Jumat lalu sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.945,77 sebelum akhirnya menutup perdagangan nyaris stagnan.

Pada tahun ini, indeks acuan di Wall Street naik lebih dari 17%. Dow Jones telah naik sekitar 14%, menjadikannya sebagai tahun terkuat sejak 2021. Sementara Nasdaq Composite berkinerja lebih baik sepanjang tahun ini, dengan kenaikan lebih dari 21%.

Wall Street juga sedang berada di tengah periode reli Santa Claus, sebuah periode yang secara historis kuat untuk pasar saham. Sejak tahun 1950, S&P 500 rata-rata mengalami kenaikan lebih dari 1% antara lima hari perdagangan terakhir tahun ini dan dua hari pertama tahun baru, menurut Stock Trader’s Almanac.

Meski kalender ekonomi pekan ini sepi, investor tetap menanti rilis rapat Federal Reserve bulan Desember yang dijadwalkan terbit pada Selasa pukul 14.00 waktu setempat. Dokumen tersebut akan menjadi petunjuk tambahan terkait arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat menjelang 2026.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tampang Pelaku Penikaman Nus Kei di Bandara, Ternyata Keponakan John Kei dan Atlet MMA

23 April 2026

9 cara efektif mengelola keuangan pribadi agar tidak defisit

23 April 2026

Mamasa: Karnaval di Tengah Tangisan Epilepsi

23 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sakit Pikir? 3 Hal yang Bisa Tenangkan Otakmu

23 April 2026

8 rekomendasi restoran romantis di Bandung, aesthetic!

23 April 2026

Mamasa: Karnaval di Tengah Tangisan Epilepsi

23 April 2026

Tampang Pelaku Penikaman Nus Kei di Bandara, Ternyata Keponakan John Kei dan Atlet MMA

23 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?