Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 27 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kecelakaan di Exit Tol Krapyak, Bus Tak Layak Jalan
Hukum

Kecelakaan di Exit Tol Krapyak, Bus Tak Layak Jalan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



JAKARTA, Indonesiadiscover.com

Kecelakaan maut terjadi di simpang susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (22/12/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Kecelakaan tunggal tersebut melibatkan bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV dan menewaskan 16 orang.

Menurut informasi yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa kendaraan tersebut tidak laik jalan. Pemeriksaan dilakukan melalui aplikasi MitraDarat.

“Telah dicek pada aplikasi MitraDarat, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai angkutan pariwisata maupun AKAP,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).

Data bukti lulus uji atau BLU-e mencatat bahwa bus terakhir menjalani uji berkala pada 3 Juli 2025. Hasil ramp check pada 9 Desember 2025 menyatakan kendaraan tidak laik jalan dan dilarang beroperasi.

Untuk mendalami penyebab kecelakaan, Ditjen Perhubungan Darat telah menerjunkan petugas ke lokasi kejadian. Koordinasi dilakukan bersama kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Jasa Marga, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Aan meminta seluruh perusahaan otobus mematuhi ketentuan keselamatan. Armada wajib memenuhi persyaratan teknis dan administrasi sesuai izin operasional.

“Selain itu cek kondisi kendaraan sebelum beroperasi. Memastikan setiap pengemudi wajib dicek kesehatannya, memastikan tersedianya pengemudi cadangan, dan wajib memastikan pengemudi telah menguasai potensi risiko dan rute perjalanan,” tegas dia.

Bus PO Cahaya Trans diketahui membawa 34 penumpang dari Jatiasih, Jakarta menuju Yogyakarta. Kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum hilang kendali, menabrak pembatas jalan, lalu terguling.

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan tim gabungan dari SAR, Polri, Jasa Marga, PMI, serta instansi terkait berhasil mengevakuasi seluruh korban. Korban luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit, antara lain RS Panti Wilasa, RS Columbia Asia, RSUD dr Adhyatma, dan RS Tugu Semarang.

“Proses evakuasi selesai pukul 04.00 WIB. Kami imbau pengguna jalan lebih berhati-hati, istirahat bila lelah, dan jaga jarak aman dari kendaraan lain,” ujar Budiono.

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada hilangnya kendali bus akibat kecepatan tinggi saat melaju dari arah Jakarta menuju Yogyakarta.

Faktor-Faktor yang Memicu Kecelakaan

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan ini adalah:

Kecepatan tinggi: Bus diduga melaju melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan, sehingga sulit dikendalikan.

Kondisi kendaraan tidak layak: Data menunjukkan bahwa kendaraan tidak laik jalan dan dilarang beroperasi.

Tidak ada pengemudi cadangan: Hal ini meningkatkan risiko jika pengemudi utama mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan.

Tidak adanya pemantauan rutin: Pemeriksaan berkala tidak dilakukan secara teratur, sehingga kondisi kendaraan tidak terpantau.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Pihak Berwenang

Pihak berwenang telah melakukan beberapa langkah untuk menangani kecelakaan ini:

Evakuasi korban: Tim SAR dan instansi terkait bekerja sama untuk mengevakuasi semua korban.

Investigasi penyebab kecelakaan: Penyelidikan dilakukan bersama berbagai lembaga seperti kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Peningkatan kesadaran pengemudi*: Pihak berwenang menegaskan pentingnya memeriksa kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi sebelum melakukan perjalanan.

Rekomendasi untuk Pengguna Jalan

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat berkendara, terutama di jalur tol yang memiliki kecepatan tinggi. Beberapa rekomendasi yang diberikan adalah:

Beristirahat jika lelah: Pengemudi harus memperhatikan kondisi tubuh agar tidak mengalami kelelahan.

Mematuhi aturan lalu lintas: Kecepatan dan jarak aman antar kendaraan harus dipatuhi.

Mengecek kondisi kendaraan*: Sebelum melakukan perjalanan, kendaraan harus dalam kondisi baik dan layak jalan.

Tindakan Lanjutan

Pihak Kemenhub akan terus memantau situasi dan memberikan rekomendasi terkait keselamatan transportasi. Selain itu, perusahaan angkutan juga diminta untuk memperketat pengawasan terhadap armada mereka.

Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi semua pihak terkait untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam operasional transportasi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026

Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?